Gianni Infantino Dikepung Penolakan, 6 Federasi Arab Justru Tegaskan Dukungan Penuh

Presiden FIFA, Gianni Infantino, digoyang gegara rencana Piala Dunia, enam federasi/asosiasi sepak bola Arab berikan dukungan.

Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, mendapat dukungan dari enam federasi sepak bola Arab di tengah tekanan yang dihadapinya setelah rencana investasi swasta untuk Piala Dunia gagal direalisasikan.

Federasi sepak bola Maroko (FRMF), Qatar (QFA), Mesir (EFA), Mauritania (FFRIM), Lebanon (LFA), dan Sudan (SFA) menyatakan dukungan penuh serta kepercayaan kepada Infantino pada Kamis waktu setempat.

Empat dari enam federasi yang menandatangani pernyataan tersebut juga memiliki perwakilan di Dewan FIFA.

"Kami, para pemimpin asosiasi sepak bola yang bertanda tangan di bawah ini, menyampaikan dukungan penuh kepada Gianni Infantino, Presiden FIFA, serta menegaskan kembali kepercayaan kami terhadap kepemimpinannya dan komitmennya yang berkelanjutan terhadap pengembangan sepak bola di seluruh dunia," demikian isi pernyataan tersebut.

Mereka juga menyampaikan apresiasi atas upaya Infantino dalam mengembangkan sepak bola secara global, memperluas kesempatan di berbagai kawasan, serta memperkuat peran sepak bola dalam menyatukan masyarakat dan komunitas.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tujuan Beri Dukungan

Enam federasi tersebut berharap dapat terus bekerja sama dengan Infantino untuk mewujudkan masa depan sepak bola dunia yang lebih kuat dan sejahtera, sekaligus memperluas peluang serta meningkatkan kontribusi sepak bola Arab dalam sepak bola global.

Dukungan tersebut muncul ketika Infantino menghadapi perlawanan setelah rencananya menjual saham Piala Dunia kepada investor ekuitas swasta mendapat penolakan keras dari sejumlah pejabat sepak bola dunia.

Infantino kemudian menarik kembali proposal senilai 20 miliar dolar AS tersebut. UEFA menjadi satu di antara pihak yang menentang rencana itu dan bahkan memperingatkan kemungkinan memboikot seluruh pertandingan serta acara FIFA.

UEFA bersama Concacaf (Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia), serta AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) sebelumnya mengirim surat terbuka pada Senin.

Mereka menyebut rencana Infantino sebagai pelanggaran mendasar terhadap kepercayaan dan menggambarkannya sebagai "penipuan".

Tekanan ke Infantino

Tekanan terhadap Infantino juga datang dari sejumlah federasi/asosiasi sepak bola lainnya.

Asosiasi Sepak Bola Iralandia (FAI) pada Kamis menyatakan telah menarik dukungannya terhadap pencalonan kembali Infantino sebagai Presiden FIFA pada Maret.

FAI menyebut sejumlah peristiwa terbaru menimbulkan kekhawatiran serius terkait tata kelola, transparansi, serta minimnya konsultasi yang bermakna.

Asosiasi sepak bola Inggris (FA) dan Wales (FAW) telah mengambil langkah serupa pada pekan lalu. Sementara itu, Irlandia Utara menyatakan mendukung sikap UEFA.

Picu Perpecahan di Asia

Dukungan Qatar dan Lebanon kepada Infantino menunjukkan perbedaan sikap dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Sebelumnya, akun Instagram resmi Infantino juga mengunggah sejumlah surat dukungan dari federasi anggota FIFA, termasuk Maroko, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Empat anggota Dewan FIFA yang ikut menandatangani pernyataan dukungan tersebut adalah Presiden QFA, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Hany Abo Rida (Presiden EFA), Fouzi Lekjaa (Presiden FRMF), dan Ahmed Yahya (Presiden FFRIM).

Dua penandatangan lainnya adalah Presiden LFA, Hashem Haida, dan Presiden SFA, Moatasem Gafar.

Infantino telah menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 2016. Ia sebelumnya diperkirakan akan kembali terpilih tanpa lawan tahun depan di Maroko.

FIFA menetapkan 18 November sebagai batas waktu bagi pihak yang ingin mencalonkan diri untuk maju sebagai penantang.

 

Sumber: AP

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer