Lionel Messi Jadi Aset Terbesar Sekaligus Masalah Inter Miami

Lionel Messi adalah aset terbesar Inter Miami, dia juga masalah terbesar mereka.

Bola.com, Jakarta - Lionel Messi menjadi aset terbesar Inter Miami sejak bergabung pada 2023. Namun, musim ini situasinya justru menghadirkan persoalan baru bagi klub asal Florida tersebut.

Sports Illustrated (SI) melaporkan, kekecewaan Messi terlihat ketika ia memarahi Rodrigo De Paul dalam kekalahan 1-2 dari Toronto FC pada Sabtu waktu setempat.

Reaksi itu menjadi gambaran betapa frustrasinya peraih delapan Ballon d'Or tersebut menjalani musim ini.

Kurang dari setahun setelah membawa Inter Miami menjuarai MLS Cup sekaligus meraih penghargaan Golden Boot dan MVP, Messi kembali menghadapi situasi sulit.

Inter Miami kini lebih menyerupai tim yang berada di dasar MLS sebelum kedatangan Messi daripada klub yang mampu bersaing memperebutkan berbagai trofi.

Kekalahan dari Toronto menjadi pertandingan kelima secara beruntun tanpa kemenangan bagi Inter Miami. Dua hasil terjadi di Leagues Cup, sedangkan tiga lainnya berlangsung di MLS.

Ditambah performa impresif Nashville SC, Inter Miami kini tertinggal 10 poin dari pemuncak Wilayah Timur sekaligus peringkat teratas perebutan Supporters' Shield. Peluang mereka untuk bersaing di papan atas pun makin tipis.

Messi masih menunjukkan performa terbaiknya, meski telah berusia 39 tahun. Ia bahkan mencetak gol ke-14 dalam 18 penampilan di MLS saat menghadapi Toronto.

Namun, dengan 13 pertandingan tersisa di musim reguler dan Supporters' Shield yang praktis berada di luar jangkauan, Inter Miami dinilai tidak lagi terlihat sebagai kandidat serius juara MLS Cup.

"Tim yang tampil luar biasa pada musim 2025 kini kehilangan ketajamannya," tulis SI dalam ulasannya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Skuad Tak Cukup Kuat

Messi tetap menjadi pemain yang paling sering menentukan momen penting bagi Inter Miami. Ia terlibat langsung dalam 49 persen gol tim di musim reguler, termasuk dua gol dalam tiga pertandingan terakhir.

Akan tetapi, kontribusi itu tidak lagi cukup untuk menyelamatkan Inter Miami. Satu di antara persoalannya adalah komposisi skuad yang dibangun dengan pendekatan yang sangat bergantung kepada Messi.

Inter Miami dinilai memiliki struktur skuad yang bermasalah. Perekrutan pemain tampaknya lebih diarahkan pada suasana yang tercipta untuk Messi dalam latihan dan ruang ganti ketimbang membangun tim yang solid serta mampu tampil mengancam di lapangan.

Messi sudah mencatatkan 24 kontribusi gol musim ini. Namun, ia dikelilingi pemain yang dinilai kurang mampu memberikan dukungan ketika Messi tidak menjadi penentu.

"Kondisi itu terlihat dalam sejumlah pertandingan. Saat kalah 1-4 dari Nashville, Inter Miami kesulitan menghentikan serangan balik yang melibatkan Andy Najar, Hany Mukhtar, dan Sam Surridge," tulis SI.

"Ketika menghadapi Philadelphia, permainan Quinn dan Cavan Sullivan mampu membongkar upaya Inter Miami. Sementara saat melawan Toronto, Markus Cimermancic dan Alonso Coello membuat lini tengah Inter Miami kesulitan sepanjang pertandingan," kata media berbasis di New York, AS, tersebut.

Masalah makin terlihat ketika lawan memusatkan perhatian untuk menghentikan Messi. Pemain-pemain Inter Miami lainnya kesulitan memberikan pengaruh signifikan karena persoalan kecepatan, kebugaran, kerja keras, dan chemistry.

Perekrutan Berpusat kepada Messi

Messi masih berpeluang mendapatkan suara dalam pemilihan Ballon d'Or tahun ini setelah mencetak delapan gol di Piala Dunia 2026 dan membawa Argentina ke final. Ia juga berpeluang kembali merebut Golden Boot MLS.

Namun, kemampuan Messi di lapangan tidak otomatis membuatnya piawai dalam menentukan perekrutan pemain.

Inter Miami memang tidak sepenuhnya tampil buruk pada 2025. Ketika itu, performa Messi serta keberadaan Sergio Busquets dan Jordi Alba yang kini sudah pensiun masih cukup untuk membawa klub menjuarai MLS Cup.

Musim ini, kelemahan komposisi skuad makin terlihat. Luis Suarez yang juga berusia 39 tahun dan merupakan sahabat Messi telah mencetak 10 gol, tetapi kontribusinya terbatas di aspek lain.

Di lini belakang, kombinasi Ian Fray, Noah Allen, dan Sergio Reguilon juga belum mampu menggantikan peran Alba.

Inter Miami sudah berusaha memanfaatkan kekuatan finansial mereka di tengah aturan pembatasan gaji dan skuad MLS.

Namun, hampir setiap perekrutan dinilai lebih mengarah pada upaya membuat Messi nyaman daripada memenuhi kebutuhan tim.

"Inter Miami membutuhkan bek sayap yang lebih ofensif, pemain tengah yang lebih dinamis dalam transisi, serta pemain muda untuk menambah kedalaman lini serang dengan kemampuan yang tidak hanya mengandalkan gol," pandangan SI.

Namun, pada musim dingin, Inter Miami justru merekrut German Berterame dengan nilai hampir memecahkan rekor transfer klub, yakni 15 juta dolar AS.

"Berterame merupakan penyerang dengan postur besar yang bukan pencetak gol produktif, tidak cepat, dan tidak memiliki kemampuan pressing. Perekrutan itu tidak memberikan karakter yang berbeda dari Suarez," imbuh SI.

Casemiro Datang

Pada musim panas, Inter Miami kembali membuat keputusan dengan mendatangkan Casemiro setelah mantan bintang Real Madrid dan Manchester United itu menjalani Piala Dunia 2026 yang mengecewakan bersama Brasil.

Dalam lima pertandingan sejauh ini, Casemiro tiga kali kehilangan bola dan tiga kali memenangi tekel. Ia hanya menciptakan empat peluang dari lini tengah, mencetak gol bunuh diri, serta menerima dua kartu kuning.

Performa tersebut berbeda dari penampilannya ketika masih bersama MU.

Dalam pertandingan MLS terbarunya, Casemiro ditarik keluar pada menit ke-73 dengan ekspresi terkejut dan kelelahan karena kesulitan beradaptasi dengan tuntutan fisik kompetisi.

Casemiro, Berterame, dan, dalam batas tertentu, Rodrigo De Paul menjadi bagian dari perekrutan terbaru Inter Miami yang dinilai belum memenuhi kebutuhan tim.

Sementara itu, pemain terbaik seperti Yannick Bright, satu-satunya pemain Inter Miami yang masuk MLS All-Star, tidak didatangkan melalui pendekatan yang berpusat pada Messi.

"Hampir setiap perekrutan terbaru menempatkan Messi sebagai fokus utama. Kondisi itu membuat Inter Miami makin bergantung kepada pemain berusia 39 tahun tersebut dengan dukungan skuad yang makin terbatas, meski suasana latihan mungkin menjadi lebih menyenangkan," lanjut SI.

Apa yang Harus Dilakukan Inter Miami?

Inter Miami merupakan satu di antara klub paling ambisius di MLS. Namun, The Herons dinilai tidak akan bisa berkembang sepenuhnya sebelum mengubah strategi transfer dan perekrutan pemain secara menyeluruh.

Pemilik klub, termasuk Messi, perlu lebih menekankan pencarian pemain yang sesuai kebutuhan posisi dan peran di dalam tim, bukan pemain yang paling membuat bintang asal Argentina itu nyaman pada fase akhir kariernya.

Inter Miami dinilai memiliki kemampuan untuk memanfaatkan fleksibilitas dalam aturan skuad guna mendatangkan pemain muda yang sudah terbukti kualitasnya.

Perubahan pendekatan itu diperkirakan akan lebih terlihat ketika pembatasan skuad sedikit dilonggarkan sebelum musim 2027 atau kompetisi 2027/2028 dengan kalender baru.

Sebelum itu, melepas beberapa pemain berusia lanjut dengan kerugian dan mencari pemain yang sesuai kebutuhan tim dapat menjadi langkah untuk menyelamatkan musim 2026.

Namun, perubahan itu tidak akan mudah. Inter Miami harus mengurangi ketergantungan pada Messi dalam membangun skuad. Persoalannya, Messi bukan hanya pemain, tetapi juga memiliki kepentingan bisnis, saham, dan pengaruh di klub.

Messi juga berpeluang meninggalkan Inter Miami pada akhir musim ini. Ia bahkan sempat menyinggung kemungkinan pensiun setelah ayahnya meninggal dunia.

Jika Messi benar-benar pergi, Inter Miami akan menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan dan mempertahankan kesuksesan, sekaligus menghindari kembali menjadi tim dengan pengeluaran besar, tetapi berada di posisi terbawah seperti sebelum kedatangan Messi.

 

Sumber: SI

Video Populer

Foto Populer