Real Madrid vs Inter Milan: Misi Jose Mourinho Dimulai, Nerazzurri Datang dengan Modal Sempurna

Jose Mourinho menghadapi mantan klub yang pernah dibawanya meraih trofi Eropa pada 2010.

Bola.com, Jakarta - Real Madrid bersiap memulai perjalanan di Liga Champions dengan menjamu Inter Milan di Santiago Bernabeu, Rabu (9/9) dini hari WIB. Duel ini sekaligus menjadi momen emosional bagi Jose Mourinho yang menghadapi klub yang pernah dibawanya meraih kejayaan Eropa.

Mourinho membawa Real Madrid mengusung ambisi meraih gelar Liga Champions ke-16 sepanjang sejarah klub. Namun, kekalahan 0-1 dari Real Betis pada akhir pekan lalu menjadi peringatan bahwa Los Blancos masih memiliki sejumlah persoalan.

Inter datang dengan modal berbeda setelah menyapu bersih tiga laga awal Serie A. Nerazzurri mengalahkan Monza, Cagliari, dan Napoli untuk mengoleksi sembilan poin sempurna.

Pertemuan kedua raksasa Eropa ini juga menghadirkan catatan menarik dari sejarah pertemuan mereka. Inter belum pernah mengalahkan Real Madrid pada milenium ini setelah menelan empat kekalahan beruntun, termasuk tiga laga terakhir tanpa mencetak gol.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Misi Mourinho di Liga Champions

Enam belas tahun setelah membawa Inter menjuarai Liga Champions 2010, Mourinho kini memulai misi berbeda bersama Real Madrid. Ia dituntut mengembalikan Los Blancos ke puncak Eropa setelah gagal mencapai final dalam beberapa musim terakhir.

Real Madrid tersingkir dari Bayern Munich di perempat final Liga Champions 2025-26. Dalam dua musim beruntun, Los Blancos juga harus mengakhiri perjalanan di babak delapan besar sehingga ambisi meraih trofi ke-16 belum terwujud.

Meski demikian, Real Madrid memiliki catatan impresif pada laga pembuka Liga Champions. Mereka memenangkan 17 dari 19 pertandingan pembuka terakhir, termasuk lima kemenangan beruntun sejak kekalahan 2-3 dari Shakhtar Donetsk pada 2020.

Mourinho juga mengawali musim La Liga dengan tiga kemenangan beruntun atas Espanyol, Real Sociedad, dan Malaga. Namun, kekalahan 0-1 dari Real Betis menunjukkan bahwa performa mereka masih jauh dari sempurna, termasuk kegagalan Kylian Mbappe mengeksekusi penalti.

Inter Datang dengan Kepercayaan Diri

Inter juga belum mampu mengulang kesuksesan 2010 meski dalam empat edisi terakhir mereka dua kali menjadi runner-up. Kekalahan dari Manchester City pada 2023 masih dapat diterima, tetapi mereka kemudian mengalami kekalahan telak 0-5 dari PSG pada 2025 dan tersingkir mengejutkan dari Bodo/Glimt musim lalu.

Kini, Cristian Chivu membawa Inter memasuki era baru dengan modal keberhasilan di kompetisi domestik. Nerazzurri meraih gelar ganda Serie A dan Coppa Italia, pencapaian yang mengingatkan pada masa kejayaan mereka bersama Mourinho pada musim 2009-10.

Start Inter musim ini juga sangat meyakinkan dengan tiga kemenangan dari tiga pertandingan Serie A. Mereka mengalahkan Monza dan Cagliari sebelum menundukkan Napoli 3-2 lewat gol kemenangan Lautaro Martinez pada masa injury time.

Namun, Real Madrid masih menjadi lawan yang sulit bagi Inter jika melihat rekor pertemuan terbaru. Nerazzurri terakhir kali mengalahkan Los Blancos pada 1998 dengan skor 3-1, sedangkan empat pertemuan setelahnya selalu berakhir dengan kemenangan Real Madrid.

Duel di Bernabeu pun menjadi ujian penting bagi kedua tim sejak awal kompetisi. Real Madrid ingin membuka langkah menuju gelar Eropa ke-16 dengan kemenangan, sementara Inter datang membawa momentum sempurna sekaligus berusaha mematahkan dominasi Los Blancos dalam pertemuan mereka.

Video Populer

Foto Populer