Tango Terakhir Lionel Messi Bersama Timnas Argentina, Perpisahan yang Tak Terlupakan

Setelah beberapa kenangan indah, Argentina bersiap menyambut penampilan terakhir Lionel Messi untuk timnas.

Bola.com, Jakarta - Tangis diperkirakan akan mewarnai pertandingan terakhir Lionel Messi bersama Timnas Argentina.

Setelah 21 tahun mengenakan seragam Albiceleste, Messi bersiap menutup perjalanan panjangnya di level internasional.

Pertandingan melawan Benin di Buenos Aires, Rabu (7-10-2026) pagi WIB, menjadi penampilan terakhir Messi bersama Argentina.

Momen itu sekaligus menjadi kesempatan bagi para pendukung untuk memberikan penghormatan kepada sang megabintang.

Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, menyebut perpisahan Messi akan menjadi hari yang tidak terlupakan. Ia memperkirakan suasana emosional sudah terasa sejak Messi memasuki Stadion Monumental.

"Sejak dia melangkah masuk ke Monumental, ini akan menjadi hari yang tak terlupakan bagi semua orang," kata Scaloni, dikutip dari DPA.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Akhir Perjalanan

Messi mengumumkan pada Agustus lalu dirinya akan mengakhiri karier bersama Timnas Argentina tahun ini. Saat itu, pemain berusia 39 tahun itu mengakui keputusan tersebut bukan hal mudah baginya.

"Itu adalah keputusan yang sangat menyakitkan bagi saya dan masih terasa sampai sekarang, tetapi saya memahami bahwa waktunya sudah tiba," ujar Messi.

Kekalahan Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026, yang sekaligus menggagalkan upaya mempertahankan gelar, serta meninggalnya sang ayah, Jorge, dalam usia 68 tahun, membuat Messi berada dalam periode penuh perenungan sebelum mengambil keputusan.

Berbeda dengan 2016 ketika Messi sempat menyatakan pensiun dari sepak bola internasional setelah Argentina kembali kalah di final turnamen besar, kali ini keputusannya benar-benar menjadi akhir perjalanan.

"Ada rasa sedih karena dia tidak akan berada di sana lagi. Bukan hanya dari sudut pandang sepak bola," kata Scaloni.

Hubungan Istimewa Messi dan Scaloni

Scaloni memiliki hubungan panjang dengan Messi. Keduanya pernah berada dalam skuad Argentina sebagai pemain pada Piala Dunia 2006. Scaloni kemudian mengakhiri kariernya sebagai pemain pada 2015.

Setahun kemudian, Scaloni mulai menangani Timnas Argentina.

Sejak menjadi pelatih pada 2018, ia membangun tim yang mampu meraih Copa America 2021 dan 2024, Piala Dunia 2022, serta kembali menembus final Piala Dunia 2026 bersama Messi.

"Timnas Argentina akan terus ada. Tetapi, kami akan merindukannya," ucap Scaloni.

La Pulga bukan sekadar pemimpin di Timnas Argentina. Ia juga menjadi bagian penting dari kelompok pemain yang memiliki kedekatan dengannya.

Rekan-rekannya mengagumi dan melindunginya, sementara para pendukung Argentina yang dahulu mengidolakan Diego Maradona juga akhirnya jatuh hati kepada Messi.

Salam Terakhir

Setelah menutup kiprahnya bersama Timnas Argentina, Messi masih terikat kontrak dengan Inter Miami hingga akhir 2028. Setelah kontraknya berakhir, ia diperkirakan akan meninggalkan sepak bola.

Bagi para pendukung Argentina, perpisahan ini sekaligus menandai berakhirnya sebuah era. Setelah bertahun-tahun menjadi wajah utama Timnas Argentina, La Pulga kini bersiap menjalani babak baru dalam hidupnya.

Messi masih memiliki kontrak bersama Inter Miami hingga akhir 2028. Setelah itu, ia diperkirakan meninggalkan sepak bola dan sepenuhnya memasuki kehidupan di luar lapangan.

Ia telah memiliki sejumlah bisnis, dari jaringan hotel dan properti hingga kepemilikan dua klub sepak bola di Spanyol.

Namun, sebelum benar-benar meninggalkan panggung sepak bola, Messi akan lebih dulu mengucapkan salam terakhir kepada Argentina.

Stadion Monumental akan menjadi tempat sang megabintang menutup perjalanan 21 tahunnya bersama Timnas Argentina.

 

Sumber: DPA

Video Populer

Foto Populer