Alessandro Romano Ungkap Keputusannya Membela Italia: Saya Memilih dengan Sepenuh Hati

Alessandro Romano menegaskan keputusan membela Italia diambil dengan sepenuh hati. Ia juga optimistis Gli Azzurri punya masa depan kuat.

Bola.com, Jakarta - Alessandro Romano kembali mengisi starting XI Italia ketika Gli Azzurri mengalahkan Turki 3-1 di UEFA Nations League 2026-27. Kesempatan tersebut menjadi momen penting bagi gelandang Cagliari untuk menunjukkan respons setelah mendapat kritik pada pertandingan pertamanya bersama tim senior.

Laga Italia kontra Turki digelar di Stadion Dall'Ara, Bologna, Selasa (6/10/2026) dini hari WIB. Hasil ini memperpanjang rangkaian positif Italia setelah sebelumnya menang 4-1 atas Turki di Bursa dan menahan Prancis 1-1 di laga tandang.

Romano sebelumnya menjadi salah satu pemain Italia yang mendapat kritik setelah kekalahan 0-2 dari Belgia. Saat itu, ia baru menjalani debut bersama Gli Azzurri sehingga tekanan yang diterimanya cukup besar.

Gelandang Cagliari tersebut juga memiliki perjalanan berbeda sebelum akhirnya memperkuat Italia di level senior. Ia pernah membela Swiss di level U-21, tetapi kemudian memutuskan mengganti pilihannya dan berkomitmen bersama Italia.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Romano Nilai Italia Mampu Bangkit

Menurut Romano, hasil buruk pada laga pertama tidak berarti Italia tampil sepenuhnya mengecewakan. Banyaknya pemain baru serta kehadiran pelatih anyar membuat proses membangun koneksi antarpemain membutuhkan waktu.

Italia kemudian memperlihatkan perkembangan dalam pertandingan-pertandingan berikutnya. Romano menilai respons tim setelah kekalahan dari Belgia menjadi hal penting dalam perjalanan Gli Azzurri.

"Saya tidak berpikir kami melakukan kesalahan besar pada pertandingan pertama. Jelas itu bukan hasil yang kami inginkan, tetapi dengan begitu banyak pemain baru dan pelatih baru, tidak terhindarkan bahwa kami membutuhkan waktu untuk saling mengenal," kata Romano.

"Yang terpenting adalah kami mampu memberikan respons dengan baik setelah itu," lanjut Romano.

Dukungan Tim Bantu Romano Lewati Tekanan

Kritik setelah debut membuat Romano berada dalam situasi yang tidak mudah. Namun, ia mendapat dukungan dari rekan-rekan setim dan staf pelatih yang membantunya mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya.

Kepercayaan dari pelatih juga membuat pemain Cagliari tersebut bisa bermain lebih tenang saat menghadapi Turki. Romano merasa ia mampu memberikan respons yang diharapkan setelah melewati beberapa hari bersama tim.

"Saya beruntung memiliki staf dan rekan-rekan setim yang kuat serta selalu mendukung saya. Mereka membantu saya, sementara pelatih terus berada di sisi saya selama beberapa hari terakhir dan meminta saya untuk rileks," ujar Romano.

"Saya pikir saya berhasil melakukannya hari ini," tambah Romano.

Pilih Italia Bukan karena Menolak Swiss

Romano kemudian berbicara mengenai keputusan penting dalam perjalanan karier internasionalnya. Setelah pernah memperkuat Swiss U-21, ia memilih Italia sebagai negara yang ingin dibelanya di level senior.

Keputusan tersebut bukan karena Romano memiliki masalah dengan Swiss. Ia justru menegaskan bahwa pilihannya murni didasari keinginannya untuk memperkuat Italia dan keyakinannya terhadap potensi tim tersebut.

"Saya ingin bermain untuk Italia dengan sepenuh hati. Ini tentu bukan keputusan yang mudah, dan jelas bukan keputusan yang diambil untuk melawan Swiss, melainkan karena saya memilih Italia," tegas Romano.

"Saya pikir ini bisa menjadi tim yang sangat kuat ke depannya," pungkas Romano.

Video Populer

Foto Populer