Erling Haaland Langgar Aturan Aneh Enzo Maresca saat Man City Dihajar PSG di Liga Champions

Erling Haaland melanggar aturan tak biasa dari Enzo Maresca saat laga Man City vs PSG yang berakhir 2-4 di Liga Champions.

Bola.com, Jakarta - Erling Haaland menjadi sorotan setelah Manchester City kalah 2-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada laga Liga Champions. Striker asal Norwegia itu disebut melanggar aturan tidak biasa yang diterapkan pelatih Enzo Maresca.

Man City menjalani babak pertama yang buruk saat menghadapi juara bertahan Liga Champions. Desire Doue, Ousmane Dembele, dan Vitinha membawa PSG unggul lewat gol-gol mereka.

Maresca merespons situasi itu dengan melakukan tiga pergantian pemain saat turun minum.

Jeremy Doku, Rayan Cherki, dan kapten Ruben Dias ditarik keluar untuk memberi tempat kepada Iliman Ndiaye, Ayyoub Bouaddi, dan Matheus Nunes.

Permainan Man City kemudian membaik. Haaland mencetak dua gol, tetapi upaya itu belum cukup untuk menyelamatkan timnya dari kekalahan di hadapan mantan pelatih mereka, Pep Guardiola, yang menyaksikan pertandingan dari tribune Stadion Etihad.

PSG menambah keunggulan melalui Maghnes Akliouche. Tim asuhan Luis Enrique bahkan berpeluang mencetak gol kelima menjelang pertandingan berakhir, tetapi Ferran Torres gagal menuntaskan penalti setelah Gianluigi Donnarumma menggagalkan peluangnya.

 

Butuh informasi jadwal Liga Inggris musim ini? Silakan merapat di sini.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Haaland Langgar Aturan Maresca?

Dua gol Haaland setidaknya membantu Man City menjaga harga diri, meski harus mengakui keunggulan PSG.

Namun, menurut The Mirror dan dilansir Give Me Sport, sang striker justru tidak menjalankan salah satu aturan lama yang diterapkan Maresca.

Haaland secara mengejutkan mendapat ban kapten setelah Dias ditarik keluar pada awal babak kedua.

Penunjukan itu menjadi menarik karena Maresca pernah menjelaskan alasan dirinya tidak ingin menjadikan penyerang Norwegia itu sebagai kapten tim.

Agustus lalu, tidak lama setelah bergabung dengan Man City, Maresca mengungkapkan aturan yang pernah diterapkannya saat melatih Leicester City dan Chelsea.

"Di Leicester dan Chelsea, saya punya aturan bahwa setiap kali tim mencetak gol, kapten harus menghampiri bangku cadangan untuk menerima instruksi, bukan ikut merayakan gol. Namun, jika kapten itu sendiri yang mencetak gol, dia boleh merayakannya," kata Maresca.

Maresca kemudian menyinggung kemungkinan Haaland mengenakan ban kapten.

"Jika Erling menjadi kapten, kami akan menghadapi masalah. Bisa Anda bayangkan?" ujarnya.

Maresca juga mencontohkan perilaku Dias ketika Man City mencetak gol pertama dalam pertandingan melawan K-League XI. Menurutnya, bek asal Portugal itu langsung menghampiri bangku cadangan untuk menerima arahan.

"Saya pikir, meski hanya dua atau tiga menit, selalu ada sesuatu yang perlu disesuaikan," kata Maresca.

Penerapan Aturan

Dalam pertandingan melawan PSG, Haaland tidak menghampiri bangku cadangan untuk membicarakan penyesuaian taktik setelah mencetak gol pertamanya.

Ia justru merayakan gol sebelum berbincang singkat dengan Josko Gvardiol saat berjalan kembali ke wilayah permainan Man City.

Setelah mencetak gol keduanya yang mengubah skor menjadi 2-4, Haaland langsung berlari kembali ke garis tengah tanpa menghampiri bangku cadangan.

Meski demikian, aturan Maresca itu kemungkinan tidak sepenuhnya berlaku dalam situasi yang dihadapi Man City.

Saat Haaland mencetak gol, The Citizens sedang tertinggal dan masih membutuhkan gol tambahan untuk mengejar PSG.

Menurut The Mirror, aturan Maresca kemungkinan berlaku ketika Man City mencetak gol pembuka atau memperbesar keunggulan. Namun, laporan itu tidak menjelaskan secara terperinci kapan aturan tersebut harus diterapkan.

 

Sumber: Give Me Sport

Persaingan Terkini

Video Populer

Foto Populer