Sukses


3 Nama Pilihan Favorit Player CM, tapi Bernasib Penuh Lumpur di Lapangan Sepak Bola : Wajib Prihatin Lho

Bola.com, Jakarta - Bagi kalian penikmat Championship Manager (CM) mungkin tak asing lagi dengan beberapa nama yang ada dalam konten ini. Sayangnya, mereka yang beken di dalam game berbanding terbalik dengan kehidupan nyata.

Artinya, karier mereka bersama timnya masing-masing tak sekinclong yang diharapkan fans. CM sungguh mengasyikkan, karena merupakan satu di antara seri video gim sepak bola terhebat yang pernah ada.

Tak sedikit nama-nama pemain bola yang kemudian menjadi legenda di dunia maya. Bahkan hingga sampai detik ini. Tapi, ya itu tadi, sebagian dari mereka justru melempem di pertandingan sesungguhnya.

Berikut empat di antaranya, apakah kalian masih mengenal mereka?

 

https://www.newshub.id/interactive2/4425

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Mike Duff

Dalam gim, Duff adalah pahlawan kultus karena dia bermain untuk Cheltenham Town. Berusia muda dan bertenaga, menjadikan bek kanan Irlandia Utara ini bintang masa depan.

Tapi, kenyataanya, Duff tak pernah dilirik klub-klub besar. Meski begitu, dia memiliki karier yang panjang di Cheltenham Town (1996–2004) dengan total 700 penampilan.

Lalu, dia pindah ke Burnley dan pensiun di sana pada 2016. Duff menjadi pelatih Cheltenham sejak 2018 dan telah membawa mereka ke League One. Kini, ia menangani Barnsley.

 

3 dari 4 halaman

Mark Kerr

Hal yang paling tidak realistis tentang Kerr sebenarnya terjadi di kehidupan nyata daripada di Championship Manager. Pada area permainan CM, dia adalah seorang gelandang yang selalu bisa diandalkan.

Dia menghabiskan seluruh kariernya di Skotlandia. Fakta pengecualian, satu setengah musim antara 2010 dan 2011. Kemudian, secara acak, dia pergi ke klub Yunani Asteras Tripolis.

“Kenanganku tentang Asteras luar biasa. Itu adalah klub kecil dengan orang-orang yang menjalankannya hebat," katanya.

“Pada usia 28, saya sangat ingin mencoba sesuatu yang baru. Saya telah bermain di Eropa untuk Aberdeen serta Dundee United dan saya pikir di sanalah mereka melihat saya," imbuhnya.

Dia bercerita, pergi menemui orang-orang dan sangat menyukai apa yang didengarnya. Situasi itulah yang membuatnya tak berpikir panjang meneken kontrak tiga tahun.

“Setelah kami bermain imbang dengan Panathinaikos, fans mereka melakukan kerusuhan dan masuk ke ruang ganti," kenangnya, penuh kesedihan. Terakhir ia menangani tim asal Skotlandia, Ayr United.

 

4 dari 4 halaman

Tommy Svindal Larsen

Larsen adalah rekrutan fantastis dari liga Norwegia di CM. Ia tipikal gelandang bertahan yang selalu andal dan bisa menunjukkan kesuksesan setiap kali berlaga.

Dia menghabiskan sebagian besar kariernya di Norwegia, meski sempat juga bermain untuk Nurnberg, klub Jerman. Terkenal di CM, Larsen bukan pemain yang menonjol bersama klub, termasuk Timnas Norwegia.

Terbukti, dia hanya mengemas 24 caps untuk timnas, dengan lebih dari separuhnya berstatus cadangan. Larsen sangat dicintai para penggemar CM sehingga orang-orang terbang ke Norwegia hanya untuk bertemu dengannya.

Sumber : Planetfootbal

Sepak Bola Indonesia

Video Populer

Foto Populer