Sukses


11 Klub Temui Jokowi di Istana Negara, Apa yang Dibicarakan?

Bola.com, Jakarta - Piala Presiden 2015 tuntas. Sebagai acara penutup, klub peserta turnamen gagasan Mahaka Sport and Entertainment itu diundang oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Sabtu (19/10/2015) sore WIB. Acara berlangung mulai pukul 17.00-18.30 WIB. Ada 11 klub profesional yang datang menemui Jokowi.

Selain kontestan final Piala Presiden, yakni Sriwijaya FC dan Persib Bandung, klub hadir menemui Jokowi adalah Mitra Kukar, Arema Cronus, Bonek FC, Persija Jakarta, Persita Tangerang, Bali United Pusam, Persela Lamongan, dan dua wakil Divisi Utama, PSCG Ciamis dan Martapura FC. 

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Jokowi menyampaikan kepada klub agar tetap bekerja dan bersemangat. Jokowi meminta klub tenang dan bersabar untuk menanti turnamen berikutnya yang sebentar lagi akan bergulir.

"Tenang saja, sepak bola akan jalan terus. Pertengahan November akan ada turnamen lagi," kata Jokowi.

Pada pertemuan itu, para pemain dan pelatih diberi kesempatan untuk berbicara dan memperkenalkan diri di depan tamu undangan. Manajer Persib, Umuh Muchtar berharap setelah pertemuan ini Jokowi semakin perhatian kepada sepak bola. Tetapi, Jokowi tak bisa memenuhi harapan terlalu banyak, karena ia harus memikirkan bidang yang lain juga.

"Masa saya harus memikirkan sepak bola terus. Setelah Piala Presiden, harapannya kan penyelenggara turnamen semakin mandiri dan mampu mendatangkan sponsor," ucap Jokowi.

Sementara, Rahmat Affandi, pemain Mitra Kukar secara khusus meminta kepada Jokowi untuk merestui Indonesia memiliki kompetisi reguler. "Pak, kami sebagai pemain sepak bola berharap kompetisi kembali berjalan," kata Rahmat.

Jokowi pun menjawab. "Lha, nanti akan ada turnamen. Nanti paling lambat pertengahan November. Setelah itu akan ada lagi, jadi tenang saja."

Selain Rahmat Affandi, pemain yang diberi kesempatan bicara di depan Jokowi adalah Zulham Zamrun. Sama dengan Rahmat, Zulham juga meminta Joko Widodo untuk kembali mengizinkan kompetisi bergulir. Penyelenggaraan turnamen-turnamen tak akan membuat kondisi sepak bola Indonesia membaik, karena periodisasi penyelenggaraannya terhitung pendek. Para pemain kurang ditempa dengan laga-laga berkualitas secara periodik.

Baca Juga: 

Duduk Paling Depan, Zulham Zamrun Ingin Selfie dengan Jokowi

Pakai Celana Jeans, 15 Pemain SFC Sempat Ditolak Masuk Istana

Pakai Batik Warna Cokelat, Persib Masuki Istana Negara

Video Populer

Foto Populer