Sukses


Pemain Arema Ketagihan Jadi Bintang Video Klip

Bola.com, Malang - Popularitas pemain Arema Cronus tak perlu diragukan lagi. Terbukti, banyak tawaran untuk menjadikan mereka bintang tamu. Seperti yang dialami sembilan pemain Singo Edan.

Mereka adalah Hendro Siswanto, Arif Suyono, Ryuji Utomo, Ferry Aman Saragih, Benny Wahyudi, Ahmad Alfarizi, Juan Revi, Sunarto, dan Febri Hamzah. Sembilan pemain Arema itu didapuk band lokal, Tani Maju, sebagai bintang video klip sebuah lagu yang berjudul Uklam-Uklam.

Pemain Singo Edan mengaku ini adalah pengalaman pertama mereka jadi bintang video klip. Alhasil, mereka sudah merasa ketagihan. Bukan karena bayarannya, melainkan untuk seru-seruan.

"Ini pertama kali jadi model video klip. Prosesnya cepat kok. Cuma sejam. Kan kami ini sudah profesional jadi model. Kalau ada tawaran lagi, ya mau saja," kata Benny, lalu tertawa.

Dalam video itu, para pemain Arema memerankan layaknya pemain band yang sedang beraksi di basement. Hendro dan Arif jadi vokalis. Lainnya memegang alat musik.

Hasil dari video klip itu diluncurkan pada Kamis malam (2/6/2016) di sebuah kafe di Kota Malang. Dari tayangan itu, terkesan ekspresi para pemain Singo Edan masih agak kaku. Maklum, mereka sebelumnya jarang memegang alat musik.

Tetapi, hal itu tertutupi dengan gaya natural mereka. Kesan lucu juga muncul karena melihat pemain yang biasa beraksi di lapangan beralih profesi jadi anak band.

Sebenarnya masih ada satu pemain lagi yang harusnya ikut jadi model, yaitu kapten tim, Hamka Hamzah. Tetapi karena personel band sudah terlalu banyak, pemain asal Makassar ini batal ikut.

Produser video klip ini, Didit Prasetyo, mengakui kalau dia sempat kesulitan memberikan arahan. Di awal pengambilan gambar, para pemain sudah bingung harus memegang alat musik apa. Hanya Arif Suyono yang tegas ingin jadi vokalis.

Bermodalkan catatan lirik di depan mereka, tanpa gladi bersih, Hendro Siswanto cs. langsung beraksi. "Para pemain ini belum pernah bermain alat musik. Makanya kelihatan agak kaku dan sulit diarahkan. Jadi, ya kami bebaskan mereka berekspresi saja," kata Didit.

 

Video Populer

Foto Populer