Sukses


3 Pemain Timnas Indonesia U-19 yang Cemerlang di Piala AFC U-19 2018

Bola.com, Jakarta - Perjalanan Timnas Indonesia U-19 di Piala AFC U-19 2018 telah berakhir setelah kalah 0-2 dari Jepang di perempat final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (28/10/2018). Namun, perjuangan Garuda Nusantara harus diapresiasi karena mereka melewati semua tantangan dengan cara luar biasa.

Satu-satunya ujian termudah mungkin ketika Timnas Indonesia U-19 memulai kiprah di Grup A Piala AFC U-19 2018 dengan menghadapi Chinese Taipei (18/10/2018). Pertandingan berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Indonesia.

Langkah Timnas Indonesia U-19 menjadi sulit di laga kedua (21/10/2018). Qatar berhasil menghancurkan Witan Sulaeman dkk. dengan skor 4-1 di babak pertama pertandingan tersebut.

Bahkan di awal babak kedua, tim asal Timur Tengah itu mampu menambah keunggulan hingga 6-1, seolah pemain Qatar sudah memastikan diri meraih kemenangan.

Namun, lewat perjuangan luar biasa yang dilakukan tim asuhan Indra Sjafri, plus masuknya Todd Rivaldo Ferre, membuat situasi berubah. Timnas Indonesia U-19 tidak menyerah begitu saja dan berusaha menekan Qatar yang sudah unggul jauh.

Hasilnya, hattrick Todd Rivaldo Ferre plus gol tendangan bebas yang dilepaskan Saddil Ramdani membuat pemain Qatar mulai khawatir. Dalam sisa waktu 15 menit terakhir, Indonesia membuat kedudukan menjadi 5-6. Hanya, kedudukan tersebut tidak berubah hingga peluit panjang berbunyi.

Semangat dan daya juang yang luar biasa di pertandingan kedua itu terbawa hingga ke pertandingan penentuan (25/10/2018). Timnas Indonesia U-19 menghadapi Uni Emirat Arab yang menjadi pemuncak klasemen setelah menang 2-1 atas Qatar dan 8-1 atas Chinese Taipei.

2 dari 5 halaman

Apresiasi

Di atas kertas, UEA punya kualitas yang sudah terbukti dalam dua pertandingan pertama. Namun, sekali lagi, semangat juang Tim Garuda Nusantara membuktikan sepak bola itu bundar dan tidak ditentukan oleh hasil pertandingan dengan tim lain.

Witan Sulaeman langsung membawa Tim Garuda Nusantara unggul di babak pertama lewat tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper UEA.

Meski di awal babak kedua Timnas Indonesia U-19 harus bermain dengan 10 pemain lantaran kartu merah yang diterima Nurhidayat Haji Haris, Tim Garuda Nusantara tetap bermain menyerang dan mempertahankan keunggulan hingga laga usai.

Kemenangan dengan 10 pemain itu membawa Tim Garuda Nusantara melangkah ke perempat final Piala AFC U-19 2018 sebagai runner-up Grup A mendampingi Qatar. Perjuangan Egy Maulana Vikri cs. semakin berat karena harus menghadapi Jepang U-19, yang merupakan juara bertahan.

Perjuangan Timnas Indonesia U-19 pun berakhir di tangan Jepang. Tim Garuda Nusantara yang bertarung di depan 60.154 pendukung yang berada di SUGBK, menyerah 0-2 dari Jepang.

Meski begitu, apresiasi besar patut diberikan kepada Timnas Indonesia U-19 yang telah memperlihatkan perjuangan luar biasa dalam empat laga yang mereka jalani. Bola.com memilih tiga pemain yang tampil cemerlang sepanjang Piala AFC U-19 2018.

3 dari 5 halaman

Witan Sulaeman

Kontribusi pemain jebolan SKO Ragunan ini sepanjang Piala AFC U-19 2018 sungguh besar. Kontribusi tersebut diawali dengan dua gol yang dicetaknya saat Tim Garuda Nusantara dalam kondisi imbang 1-1 dengan Chinese Taipei dan akhirnya menang 3-1 di laga pertama Grup A tersebut.

Sebuah gol tandukan kepala dan tembakan dari sisi kanan setelah menerima umpan dari Egy Maulana Vikri membuat Witan Sulaeman membawa Timnas Indonesia U-19 berhasil mengamankan tiga poin di laga pertama.

Sementara di pertandingan kedua kontra Qatar, meski pemain bernomor punggung 8 itu tidak mencetak satupun gol dari lima gol yang dicetak Timnas Indonesia U-19 ke gawang Qatar, pergerakan Witan di lapangan berulang kali menyulitkan pemain lawan.

Berlanjut ke laga kontra UEA, Witan berhasil menjebol gawang lawan pada menit ke-22 setelah mendesak pemain bertahan lawan hingga kehilangan bola, membawa bola tersebut ke dalam kotak penalti, dan dengan tembakan keras mengoyak jala gawang UEA.

Tak sampai di situ, pergerakan Witan bersama Todd Rivaldo Ferre di babak kedua membuat UEA semakin terdesak meski dalam kondisi unggul jumlah pemain. Berulang kali Witan melakukan percobaan menusuk dari sisi kiri yang membuat pemain Qatar kewalahan.

Namun, pergerakan luar biasa yang dilakukan Witan tersebut tidak terlalu manjur saat menghadapi pemain Jepang, yang disiplin dalam bermain. Berulang kali Witan melakukan tipuan terhadap pemain bertahan Jepang, tetapi tak satu pun berakhir dengan gol.

4 dari 5 halaman

Todd Rivaldo Ferre

Pemain asal Papua bertubuh mungil ini merupakan pemain yang dipercaya menjadi supersub yang tampil apik di babak kedua setiap kali Timnas Indonesia U-19 bertanding. Sejak pertandingan pertama fase grup hingga perempat final, Todd Rivaldo Ferre tak pernah absen, sekaligus tak pernah menjadi starter.

Rivaldo selalu diberikan kepercayaan Indra Sjafri untuk bermain sejak pertengahan babak kedua. Entah dalam kondisi unggul maupun tertinggal, Indra Sjafri memiliki kepercayaan, Rivaldo layak menjadi supersub.

Rivaldo memang menjadi sosok yang membawa alternatif bagi serangan Tim Garuda Nusantara saat situasi pertandingan membutuhkan perubahan. Keberanian untuk menusuk ke pertahanan lawan dengan dribel dan kecepatan yang luar biasa menjadi senjata utama pemain berusia 19 tahun itu.

Senjata tersebut yang membawa Tim Garuda Nusantara bangkit dari ketertinggalan 1-6 di laga kontra Qatar di Grup A Piala AFC U-19 2018. Masuknya Rivaldo pada menit ke-55 memang tak langsung membuat permainan berubah, terbukti dengan gol terakhir Qatar yang dicetak pada menit ke-56.

Namun, setelah itu Rivaldo mengeluarkan kemampuan luar biasa yang membuat pemain Qatar tak berdaya saat menghadapinya. Tiga gol dicetaknya dalam pertandingan tersebut, dan berkat tambahan gol dari Saddil Ramdani, Timnas Indonesia U-19 hanya kalah tipis 5-6 dari Qatar.

Kontribusi luar biasa juga diperlihatkan Rivaldo ketika menghadapi Uni Emirat Arab (UEA). Masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti, Rivaldo berposisi sebagai striker palsu karena Timnas Indonesia U-19 hanya bermain dengan 10 pemain lantaran kartu merah yang diterima Nurhidayat Haji Haris.

Dalam kondisi unggul 1-0 dan kalah jumlah pemain, Timnas Indonesia U-19 tetap terus melancarkan serangan lewat Witan Sulaeman dan Rivaldo yang berusaha untuk menambah keunggulan. Serangan yang dilakukan keduanya beberapa kali sempat mengancam gawang UEA.

5 dari 5 halaman

Rachmat Irianto

Belajar dari kesalahan dan memperbaiki untuk tampil lebih bagus diterapkan Rachmat Irianto sepanjang bersama Timnas Indonesia U-19 di Piala AFC U-19 2018. Duetnya bersama Nurhidayat Haji Haris di pertandingan kontra Chinese Taipei dan Qatar sempat menjadi sorotan dan memunculkan anggapan lemahnya lini pertahanan Tim Garuda Nusantara.

Namun, putra dari legenda Persebaya Surabaya, Sugiantoro, itu mampu memperbaiki performa dan berusaha tampil lebih baik. Rachmat Irianto mengawal lini pertahanan dengan baik di babak kedua laga kontra Qatar. Tim Garuda Nusantara sempat tertinggal 1-6, akhirnya menyelesaikan pertandingan dengan kekalahan 5-6.

Rachmat Irianto menjadi komandan di lini pertahanan ketika menghadapi UEA setelah Nurhidayat Haji Haris diusir wasit karena dua kartu kuning. Pemain yang karib disapa Rian ini tak ragu bergerak hingga ke kanan, kiri, dan meninggalkan posisinya di belakang untuk maju ke depan membantu rekan-rekan setimnya.

Kedisiplinannya dalam mengawal lini pertahanan Timnas Indonesia U-19 tak perlu diragukan. Beberapa kali intersep dilakukan oleh pemain asal Surabaya itu ketika serangan UEA dan Jepang mengancam gawang timnya.

Half Time Show, Menuju Piala Menpora dan Bagaimana Sepak Bola Tanpa Penonton?

Video Populer

Foto Populer