Sukses


Persija Vs PSM: Seteru Bebuyutan Eks Perserikatan dengan Tradisi Juara di Ajang Bergengsi

Bola.com, Solo - PSM Makassar dan Persija Jakarta memiliki sejarah panjang di pentas sepak bola nasional. Tak hanya dikenal sebagai pengoleksi sederet gelar di ajang bergengsi lokal dan internasional, kedua tim eks Perserikatan itu juga kerap menyumbang pemain untuk Timnas Indonesia.

PSM Makassar sebagai klub tertua di Indonesia menjadi raja Perserikatan pada era 1950 dan 1960-an. Pada momen tersebut, seluruh klub berganti nama dari bond berbau kolonialisme Belanda menjadi tim Perserikatan pada awal 1950.

PSM menonjol dengan pemain legendanya, Andi Ramang yang juga ikon Timnas Indonesia era itu. Peran Ramang juga tak bisa dilepaskan dari pencapaian trofi juara Tim Juku Eja pada musim 1956/1957, 1957/1959, 1964/1965 dan 1965/1966. Pada era itu, PSM Makassar juga tercatat tiga kali menjadi runner-up pada 1951, 1959/1961 dan 1964.

Setelah era Ramang berakhir, PSM tak banyak mengoleksi gelar bergengsi di era 1970-an. Dengan bintang baru seperti Ronny Pattinasari, Tim Juku Eja hanya berjaya di Piala Soeharto pada 1974.

Meski begitu, status PSM Makassar sebagai penyumbang pemain timnas tetap terjaga. Kondisi itu terus berlanjut sampai periode 1980-an. Di mana PSM tetap berada di papan atas kompetisi Perserikatan, meski selalu gagal meraih trofi juara.

Pada awal 1990-an, pamor PSM kembali mencuat dengan meraih trofi juara Perserikatan musim 1991/1992, setelah membungkam PSMS Medan dengan skor 2-1 pada partai final di Stadion Gelora Bung Karno.

Pada Musim berikutnya yakni 1993/1994, PSM tetap melaju ke final sebelum dihentikan Persib Bandung. Musim tersebut sekaligus menandai berakhirnya era Perserikatan.

PSSI kemudian memutuskan untuk menggabung kompetisi Perserikatan dan Galatama dengan nama Liga Indonesia pada 1994/1995. Pada era Liga Indonesia, prestasi PSM Makassar terbilang baik dengan pencapaian satu trofi juara pada musim 1999/2000, serta lima kali runner-up yakni pada musim 1995/1996, 2001, 2003, dan 2004.

Pada periode ini, PSM Makassar juga menunjukkan tajinya di level internasional dengan menembus delapan besar Liga Champions Asia dan menjuarai Piala Ho Chi Minh City di Vietnam pada 2001.

 

2 dari 4 halaman

Koleksi Gelar Persija

Sebagai tim ibu kota negara, prestasi Persija Jakarta tak kalah mentereng dari PSM. Momen terbaik Persija di era Perserikatan terjadi pada 1970-an. Di mana Persija menjadi tujuan utama para pesepak bola Tanah Air.

Pemain seperti Iswadi Idris, Risdianto, Andi Lala, dan Sofyan Hadi bukan hanya melegenda di Persija, tetapi juga Timnas Indonesia. Pada era ini, Persija tercatat mengoleksi tiga trofi juara Perserikatan yakni pada 1973, 1975, dan 1978/1979. Sebelumnya, Persija pernah menjadi juara pada 1954 dan 1964.

Setelah itu, Persija mengalami periode sulit. Mereka hanya menjadi saksi dominasi Persib Bandung dan PSMS Medan yang dikuti oleh Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, dan PSM. Periode suram Tim Macan Kemayoran berlanjut sampai awal era Liga Indonesia.

Baru pada musim 2000/2001, Persija kembali mencuat setelah mengalahkan PSM dengan skor 3-2 pada laga final di Stadion Gelora Bung Karno. Namun, berbeda dengan PSM, kiprah Persija di level internasional terbilang minor.

 

3 dari 4 halaman

Era Liga 1

Perburuan gelar antara PSM Makassar dan Persija terus berlanjut pada era Liga 1 sejak 2017 dengan menerapkan sistem kompetisi penuh. Pada musim perdana Liga 1, PSM bertengger di peringkat ketiga.

Tim Juku Eja unggul empat poin atas Persija Jakarta yang mengoleksi poin 61, serta berada di peringkat empat. PSM dan Persija kemudian saling sikut pada Liga 1 edisi kedua.

Persija yang sempat tertinggal dari PSM di klasemen mampu membalikkan keadaan dengan meraih empat kemenangan beruntun. Sementara itu, PSM hanya mengoleksi masing-masing dua kemenangan dan dua hasil imbang.

Persija pun akhirnya berhasil meraih trofi juara dengan mengoleksi 62 poin, atau hanya unggul satu angka atas PSM yang bertengger di peringkat kedua.

Pada musim berikutnya, raihan Persija dan PSM di Liga 1 2019 mengalami anti klimaks. Keduanya hanya berada di papan tengah klasemen.

Kendati begitu, PSM menutupi hasil minornya di Liga 1 dengan meraih trofi juara Piala Indonesia 2018/2019. Pada dua laga final, PSM membungkam Persija dengan agregat gol 2-1.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Ketum PSSI Apresiasi Piala Menpora dan Berharap Liga 1 Bergulir Juli Tahun Ini

Video Populer

Foto Populer