Perbandingan Kinclong John Herdman, Patrick Kluivert, dan Shin Tae-yong Secara Reputasi dan Prestasi

Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia menambah daftar pelatih asing dengan latar belakang kuat yang pernah atau sedang menangani Garuda.

Bola.com, Jakarta - Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia menambah daftar pelatih asing dengan latar belakang kuat yang pernah atau sedang menangani Garuda, menyusul era Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong yang sama-sama membawa pendekatan dan hasil berbeda dalam periode masing-masing.

Jika dilihat dari catatan keseluruhan sebelum menangani Timnas Indonesia, John Herdman merangkum 108 pertandingan dengan 54 kemenangan, 13 hasil imbang, dan 41 kekalahan, suatu angka yang menghasilkan persentase kemenangan sekitar 50 persen dengan rerata 1,62 poin per laga.

Kluivert, sebelum datang ke Indonesia, memimpin 88 pertandingan di level klub dan tim nasional dengan rincian 40 kemenangan, 19 imbang, dan 29 kekalahan, yang secara persentase menempatkan tingkat kemenangan di kisaran 46 persen.

Sementara itu, Shin Tae-yong memiliki rekam jejak paling panjang sebelum ke Indonesia dengan total 361 pertandingan, menghasilkan 155 kemenangan, 85 hasil imbang, dan 121 kekalahan, atau sekitar 42 persen tingkat kemenangan dari seluruh laga yang dipimpinnya.

Perbedaan jumlah pertandingan tersebut menjadi konteks penting, karena Herdman dan Kluivert menempuh jalur karier dengan volume laga yang lebih sedikit dibanding Shin Tae-yong yang lama berkecimpung di sepak bola Korea Selatan pada level klub, timnas senior, dan kelompok umur.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 3 halaman

Prestasi

Dari sisi prestasi internasional, Herdman memiliki reputasi kuat berkat pencapaiannya bersama Timnas Selandia Baru Putri, Timnas Kanada Putri, serta Timnas Kanada Putra, termasuk Piala Dunia Putri, medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016, hingga membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah penantian 36 tahun.

Shin Tae-yong juga memiliki daftar prestasi yang luas, dari menjuarai Liga Champions Asia bersama Seongnam Ilhwa Chunma, membawa Timnas Korea Selatan U-23 menjadi runner-up Piala Asia U-23, menjuarai EAFF Championship 2017 bersama Timnas Korea Selatan, hingga mengantar Timnas Indonesia menembus babak 16 besar Piala Asia 2023 dan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Kluivert, di sisi lain, mencatatkan prestasi kepelatihan yang lebih terbatas, dengan gelar juara Beloften Eredivisie 2011/2012 bersama FC Twente U-21 sebagai pencapaian paling menonjol di level klub sebelum menukangi Timnas Indonesia.

Ketika sudah menangani Timnas Indonesia, catatan Kluivert menunjukkan delapan pertandingan dengan tiga kemenangan, satu imbang, dan empat kekalahan, serta kegagalan meloloskan Garuda ke Piala Dunia 2026 dalam periode Januari hingga Oktober 2025.

3 dari 3 halaman

Reputasi

Shin Tae-yong mencatatkan 57 pertandingan bersama Timnas Indonesia dari Januari 2020 hingga Januari 2025, dengan hasil 26 kemenangan, 14 imbang, dan 17 kekalahan.

Dari sisi reputasi global, Herdman dikenal sebagai pelatih spesialis pembangunan tim nasional dengan fondasi jangka panjang, terbukti dari berbagai penghargaan individu dan kolektif di Kanada, Selandia Baru, serta pengakuan dari CONCACAF dan FIFA.

Shin Tae-yong membangun reputasi sebagai pelatih berkarakter disiplin tinggi dengan pengalaman turnamen besar dan pengembangan pemain muda, sedangkan Kluivert lebih populer sebagai legenda pemain yang masih mencari konsistensi prestasi di level kepelatihan.

Dengan latar belakang tersebut, Herdman datang ke Timnas Indonesia membawa catatan kemenangan tertinggi secara persentase sebelum melatih Garuda, reputasi internasional yang kuat, serta ekspektasi besar untuk menyamai atau melampaui capaian era Shin Tae-yong dalam babak pembangunan Garuda.

Video Populer

Foto Populer