Prediksi Komposisi Lini Tengah Timnas Indonesia saat Lawan Timor Leste di Piala AFF 2026: Pergerakan Fleksibel, Cair, dan Taktis

Mengulas Lini Tengah Timnas Indonesia saat Menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026: Pergerakan Fleksibel, Cair, dan Taktis!

Bola.com, Jakarta - Komposisi lini tengah Timnas Indonesia yang akan dirancang oleh John Herdman saat menghadapi Timor Leste pada laga kedua Grup A Piala AFF 2026 menjadi salah satu aspek yang layak dinantikan.

John Herdman sebelumnya telah menyajikan komposisi menarik yang menghasilkan performa ciamik saat Timnas Indonesia menggulung Kamboja dengan skor 5-1 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jumat (27/7/2026).

Bukan tidak mungkin, skuad Garuda akan tetap mempertahankan komposisi ini di laga kedua, meskipun sebetulnya peluang untuk melakukan rotasi pemain tetap terbuka mengingat level kekuatan lawan yang berada jauh di bawahnya.

Seandainya John Herdman akan mengubah komposisi, masih ada beberapa pemain yang bisa menjadi opsi dan diturunkan di laga kedua Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 ini. Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Komposisi Lini Tengah

Di laga pertama, John Herdman menerapkan skema 3-4-3 yang berjalan begitu cair dan fleksibel di lapangan. Untuk lini tengah, Timnas Indonesia menghadirkan duet Marc Klok dan Ivar Jenner yang menjadi penghubung antarlini.

Kolaborasi antara Klok dan Jenner di area ini memang berjalan cukup mulus. Keduanya kerap kali turun secara bergantian untuk membantu tiga bek Timnas Indonesia, terutama dalam fase bangun serangan alias build-up.

Mereka menopang pergerakan dua pemain, Beckham Putra Nugraha dan Thom Haye, yang memiliki lisensi untuk bergerak secara roaming dan mengeksploitasi ruang-ruang kosong di sektor pertahanan lawan.

Jika Thom Haye biasanya beroperasi di lini tengah, kini pemain Persib Bandung itu terlihat bebas bergerak, termasuk mengisi area sayap. Di sektor kiri, gelandang berusia 31 tahun ini berkolaborasi dengan Dony Tri Pamungkas.

 

Peran Krusial Thom Haye

Lisensi yang diberikan John Herdman kepada Thom Haye untuk bergerak secara cair dan fleksibel di area permainan lawan memang tampak menjadi salah satu faktor penting dari permainan Timnas Indonesia.

Terbukti, Haye lebih banyak mencatatkan operan di area permainan lawan, yakni 52 umpan sukses dari 58 percobaan dengan persentase kesuksesan mencapai 91%. Sedangkan di area sendiri, dia melakukan 23 kali umpan sukses dari 24 percobaan (96%).

Statistik lainnya yang membuktikan peran krusial Haye ialah total peluang emas yang sukses dihasilkan. Haye mampu mencatatkan total 8 umpan kunci, di mana tiga di antaranya mampu membuahkan assist.

Berbagai catatan ini menjadi bukti bahwa pemain kelahiran Belanda itu memiliki peran krusial dalam proses penciptaan peluang skuad Garuda. Bukan tidak mungkin, Haye masih akan menghasilkan lebih banyak assist dengan peran barunya ini.

 

Opsi Pemain Lain

Sebetulnya, Timnas Indonesia tidak memiliki banyak opsi di sektor ini. Alternatif yang dimiliki John Herdman memang cukup terbatas apabila melihat stok pemain yang tersedia di bangku cadangan Timnas Indonesia.

Satu gelandang yang diturunkan dari bangku cadangan ialah Kadek Agung. Sementara itu, untuk mengisi posisi yang dimainkan oleh Haye dan Beckham, Herdman memang masih punya sosok Rayhan Hannan.

Sebetulnya, skuad Garuda juga memiliki Marselino Ferdinan untuk peran yang sama di area gelandang serang. Hanya saja, pemain berusia 21 tahun itu sempat mengalami cedera dan absen di laga pertama.

Oleh karena itu, patut dinantikan strategi apa yang dipilih Herdman di laga kedua, khususnya ketika menerapkan rotasi pemain demi mengelola tingkat kelelahan pemain di turnamen yang cukup padat ini.

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer