Sukses


Prediksi MU Vs Leicester City: Modal Pesta di Rumah Sendiri

Bola.com, Manchester - Sejarah itu selangkah lagi bakal tercipta. Itulah spirit yang dibawa fans Leicester City menuju kota Manchester, kala menemani tim kesayangan mereka bersua Manchester United, pada lanjutan Premier League 2015-2016, di Stadion Old Trafford, Minggu (1/5/2016).

Momen istimewa dalam 132 tahun usia klub terjadi seandainya mereka mampu menekuk Manchester United. Armada Claudio Ranieri hanya membutuhkan tiga angka untuk memastikan pencapaian luar biasa mereka, yakni jawara Premier League.

"Kami tak menyangka bisa sedekat ini dengan trofi juara. Semua kerja keras tim yang penuh tekanan sepanjang musim bakal mendapatkan hadiah luar biasa. Kami akan tampil ngotot di Old Trafford, dan pulang dengan status juara," ucap Andy King, gelandang serang Leicester City, di Sky Sports, Sabtu (30/4/2016).

Harapan Andy King, yang juga terpatri di seluruh dada fans Leicester City, bakal tak mudah. Apalagi mereka berhadapan dengan tim raksasa, yang secara tradisi punya modal bagus. Apalagi The Red Devils juga ingin terus menang agar bisa tampil di kualifikasi Liga Champions musim depan.

Manajer Manchester United, Louis van Gaal (kanan), usai partai kontra Everton, akhir pekan lalu. Van Gaal menghadapi tugas berat saat bersua Leicester City, malam ini, di Stadion Old Trafford.  (Reuters/Eddie Keogh)

Ambisi besar pasukan King Power Stadium untuk menyelesaikan misi lebih cepat mendapat tanggapan Manajer Claudio Ranieri. "Pintu di depan kami terbuka lebar, dan status juara akan menjadi milik pasukanku. Tapi saya pikir tak akan terjadi di Old Trafford," tegas sang arsitek.

Ucapan Ranieri merujuk pada permainan menanjak yang sedang diperlihatkan Manchester United. Setidaknya pada dua laga terakhir di pentas Premiership, pasukan Louis van Gaal sukses menuai tiga angka. Mereka menang atas Aston Villa (1-0) dan Crystal Palace (2-0).

Gelandang Michael Carrick menganggap partai kontra Leicester City bak final bagi mereka. Maklum, kans menuju ke zona Liga Champions masih terbuka. Selisih angka dengan Arsenal, tim yang berada di batas minimal ke Liga Champions musim depan, tersisa 5 poin.

Artinya, jika Setan Merah menundukkan sang pemuncak klasemen sementara, jarak poin terpangkas menjadi dua. Manchester United masih memiliki benefit lain, yakni tabungan satu partai. Andai bisa memanfaatkan maksimal, Wayne Rooney dkk bisa menyalip Arsenal.

"Leicester datang dengan modal luar biasa yang telah mereka perlihatkan sepanjang musim ini. Saya tahu bagaimana perasaan para pemain mereka kala menanti sejarah baru. Tapi kami punya tujuan sendiri, dan itu akan membuat Leicester City menjadi korban Manchester United," terang Carrick.

Hebatnya, kubu Leicester City mengaku bakal tampil tanpa beban. Sikap itu menjadi pilihan karena pesta juara yang sesungguhnya bakal terjadi pekan depan di rumah sendiri. Jika kalah sekalipun, The Foxes punya kesempatan menahbiskan diri sebagai jawara musim 2015-2016 di kandang.

Saat itu, mereka berstatus menjamu Everton, Sabtu (7/5/2016). Secara kualitas dan kondisi terkini, kedua tim memiliki perbedaan yang memberi benefit bagi Leicester City. Walhasil, andai gagal di Old Trafford, pesta juara masih bisa terlaksana di King Power Stadium.

Leicester City melakoni partai terakhir dengan status tamu bagi Chelsea, Minggu (15/5/2016). Jadwal tersebut sangat riskan, sehingga lebih baik menyelesaikan misi sebelum tandang ke Stamford Bridge.

Pengunjung sebuah cafe di kota Leicester sedang melakukan kampanye untuk mendukung Leicester City menjadi jawara Premier League 2015-2016, Jumat (29/4/2016). Warga Leicester bersiap untuk menyambut momen bersejarah.  (Reuters/Darren Staples)

"Apapun yang terjadi di Old Trafford, kami akan berusaha berpesta di rumah sendiri sepekan berikutnya. Jelas tak mudah, tapi kami punya energi luar biasa untuk diledakkan saat bersua Manchester United," tegas Robert Huth, bek tengah Leicester City.

Tanpa Jamie Vardy, kekuatan Leicester City terbukti tak berkurang drastis. Kapasitas ketajaman lini depan masih bisa terjaga berkat penampilan apik kombinasi Riyad Mahrez, Shinji Okazaki dan Leonardo Ulloa. Mahrez menjadi satu-satunya pemain yang mampu meraih dobel digit, yakni 17 gol dan 11 assists.

Trio tersebut bakal menjadi ancaman nyata bagi Daley Blind, Chris Smaling ataupun Marcus Rojo. Apalagi beberapa statistik pendahulu menggambarkan kesulitan tuan rumah saat bersua Leicester City.

Setelah sempat menuai sembilan kemenangan beruntun kala bersua Leicester City, Manchester United justru tampil minor. Mereka hanya sanggup sekali menang dalam tiga laga terakhir kontra The Foxes.

Perupa Richard Wilson membuat mural wajah Manajer Leicester City, Claudio Ranieri, Jumat (29/4/2016). Ranieri hanya membutuhkan tiga angka untuk membawa The Foxes menjadi jawara Premier League 2015-2016.  (Reuters/Darren Staples)

Motivasi tinggi tim tamu didukung kenyataan 22 kemenangan sepanjang musim, alias yang tertinggi dalam sejarah mereka. Sepanjang perjalanan klub, catatan apik terjadi pada musim 1928-1929 dan 1965-1966, dengan koleksi 21 hasil maksimum.

Manajer Manchester United, Louis van Gaal tak memikirkan Leicester City. Ia hanya ingin anak asuhnya tampil brilian. Tujuannya jelas, yakni semakin mempermudah jalan menuju posisi ke zona Liga Champions.

Kenyataannya, kubu Leicester City tak ingin mempermudah ambisi Van Gaal. Apalagi tim tamu tengah menuju fase bersejarah, yakni menuai gelar pertama seperti yang pernah dialami Nottingham Forest pada 1977-1978. Leicester City juga punya kans menjadi tim ke-24 yang mampu menjadi raja di ranah Inggris.

"Pertarungan akan ketat. Mereka mengejar gelar juara, sementara kami menginginkan posisi empat besar. Saya harap kami bisa mendapatkan apa yang tim inginkan," tegas Antonio Valencia.

Prakiraan pemain
Manchester United (4-1-4-1): Gea; Rojo, Blind, Smalling, Fosu-Mensah; Schneiderlin; Martial, Fellaini, Rooney, Lingard; Rashford

Leicester City (4-4-2): Schmeichel; Fuchs, Huth, Morgan, Simpson; Schlupp, Kante, Drinkwater; Mahrez Okazaki

Head to Head
28/11/2015 Leicester 1-1 Manchester United (Premier League)
31/1/2015 Manchester United 3-1 Leicester (Premier League)
21/9/2014 Leicester 5-3 Manchester United (Premier League)
13/4/2004 Manchester United 1-0 Leicester (Premier League)
27/9/2003 Leicester 1-4 Manchester United (Premier League)
5/11/2002 Manchester United 2-0 Leicester (Piala Liga Inggris)

5 Partai Terakhir Manchester United
10/4/2016 Tottenham Hotspur 3-0 Manchester United (Premier League)
14/4/2016 West Ham United 1-2 Manchester United (Piala FA)
16/4/2016 Manchester United 1-0 Aston Villa (Premier League)
21/4/2016 Manchester United 2-0 Crystal Palace (Premier League)
23/4/2016 Everton 1-2 Manchester United (Piala fA)

5 Partai Terakhir Leicester City
19/3/2016 Crystal Palace 0-1 Leicester City (Premier League)
3/4/2016 Leicester City 1-0 Southampton (Premier League)
10/4/2016 Sunderland 0-2 Leicester City (Premier League)
17/4/2016 Leicester City 2-2 West Ham United (Premier League)
24/4/2016 Leicester City 4-0 Swansea City (Premier League)

Prediksi bola.com
Manchester United 55:45 Leicester City

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Prancis dengan kualitas HD di sini

Video Populer

Foto Populer