Sukses


8 Transfer Terburuk yang Gegerkan Premier League: MU Langganan Sial

Bola.com, Jakarta - Antony kini benar-benar tak lagi bisa tidur nyenyak. Pemain berkebangsaan Brasil itu santer disebutkan masuk daftar cuci gudang yang akan dilakukan manajemen Manchester United musim panas ini.

Kedatangan Sir Jim Ratcliffe ke Old Trafford ternyata tak membuat sang winger 24 tahun tersebut selamat dari revolusi pembersihan.

Bergabung dari Ajax pada musim panas 2022, Antony gagal bersinar dan masih jauh dari kata memuaskan. Padahal, untuk mendapatkannya, manajamen sampai harus bongkar celengan yang membuat Antony menjadi salah satu pemain termahal dalam sejarah Red Devils.

Antony adalah contoh transfer terburuk di kompetisi tersengit bernama Liga Inggris. Di Liga Inggris, dalam setiap jendela transfer, setiap klub rela mengalokasikan dana yang tak sedikit demi pemain anyar.

Dengan jumlah cuan yang sangat besar tadi, tak ada yang berani membantah jika Liga Inggris lebih royal bila dibandingkan dengan liga top teratas Eropa lainnya.

Pada jendela transfer musim panas 2023 saja misalnya, divisi pertama sepak bola Inggris menghabiskan dana sebesar 2,36 miliar pounds  (Rp46,6 triliun) untuk akuisisi pemain hanya dalam waktu dua bulan. Wow!

Nah, termasuk Antony, berikut delapan transfer terburuk yang pernah menggegerkan Liga Inggris

--- 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 9 halaman

8. Antony (Rp16,1 Triliun ke Manchester United)

3 dari 9 halaman

7. Jean-Kevin Augustin (Rp308,6 Miliar ke Leeds United)

Kepindahan pemain Prancis itu ke Los Blancos terdengar wajar-wajar saja. Ia bergabung dengan status pinjaman dari RB Leipzig pada akhir bursa transfer Januari 2020.

Peminjaman Augustin terjadi tidak lama sebelum pandemi Covid-19 melanda. Termasuk dalam kesepakatan itu adalah kewajiban untuk membeli Augustin di akhir perpindahan sementara.

Ia hanya tampil tiga kali sebagai pemain pengganti dengan total waktu 48 menit. Leeds berpendapat kewajiban membeli permanen tersebut harus dibatalkan karena pandemi menyebabkan penundaan hingga akhir musim.

Tetapi, mereka terpaksa membayar biaya delapan digit kepada klub Jerman tersebut hanya untuk setengah dari nilai waktu bermain sang pemain.

 

4 dari 9 halaman

6. Bebe (Rp157,3 Miliar ke Manchester United)

 

 

Sir Alex Ferguson dianggap sebagai salah satu manajer terhebat dalam sejarah sepak bola Inggris. Sebanyak 13 gelar Premier League  berbicara sendiri. Tapi, merekrut Bebe adalah keputusan transfer terburuknya selama berada di Old Trafford.

Pemain Portugal, yang belum pernah bermain di level lebih tinggi dari tingkat ketiga piramida sepak bola negaranya, direkomendasikan kepada Ferguson oleh mantan asistennya yang secara efektif melanggar peraturannya sendiri dalam proses itu.

Bebe bermain selama 75 menit liga untuk MU sebelum semua orang menyadari bahwa dia tidak bagus. Man United begitu sukses di bawah manajer Skotlandia sehingga langkah ini dipandang sebagai lelucon, bukan merugikan klub.

 

 

 

 

5 dari 9 halaman

5. Alexis Sanchez (Rp697 Miliar + Henrikh Mkhitaryan ke Manchester United)

Setan Merah mungkin mengira telah mempermalukan Arsenal dengan membungkus kesepakatan ini. Namun, mereka malah menanggung malu sendiri. 

Meskipun tidak perlu membayar The Gunners untuk mendapatkan pemain terbaik mereka, MU pasti membayar banyak uang kepada pemain Chile itu.

Laporan dari The Guardian menunjukkan bahwa United membayar gaji Sanchez 391.000 pounds per pekan, bonus perekrutan tahunan sebesar 1,1 juta pounds, dan 75.000 pounds untuk setiap penampilan yang dia buat.

 

 

 

6 dari 9 halaman

4. Danny Drinkwater (Rp679,1 Miliar ke Chelsea)

Pada saat kepindahannya, Drinkwater berada di ambang mendapatr tempat di skuad Inggris, karena belum lama menyabet gelar juara Liga Inggris bersama Leicester City. Pemain berusia 33 tahun ini pensiun dari sepak bola pada Oktober 2023, dan kepindahan ke Chelsea mengawali kejatuhannya.

Dia mengklaim manajer Maurizio Sarri pernah mencoba memaksanya keluar pada jam-jam terakhir jendela transfer, namun sang gelandang menolak pindah.

Dia mengatakan di podcast High Performance  sering keluar berpesta, selama masih di Chelsea, untuk mencoba menutupi semua hal lain yang terjadi dalam kehidupan profesionalnya.

 

7 dari 9 halaman

3. Romelu Lukaku (Rp1,94 Triliun ke Chelsea)

Lukaku bergabung kembali ke Chelsea pada 2021 dengan nominal yang memecahkan rekor klub. The Blues baru saja menjuarai Liga Champions dan berharap Lukaku mampu memacu tim meraih gelar juara Liga Inggris pada musim 2021/2022.

Beberapa pertandingan pertama pemain berkebangsaan Belgia itu sangat menjanjikan, dan Chelsea tampak seperti penantang yang layak untuk takhta Manchester City.

Namun, kurangnya waktu bersama tim di pramusim menyebabkan kesulitan Lukaku dalam hal kebugaran dan hubungan baik dengan rekan satu tim, menurut The Athletic.

The Blues mendapat delapan gol di liga dari uang yang dikucurkan untuk memboyong Lukaku. Kata kekecewaan akan selalu mengikuti penyerang asal Belgia itu. 

 

 

8 dari 9 halaman

2. Ricky Alvarez (Rp189 Miliar ke Sunderland)

Transfer ini adalah salah satu momen yang mungkin sedikit luput dari perhatian, namun jelas mengejutkan bagi Sunderland. Alvarez bergabung ke Sunderland dengan status pinjaman dari Inter Milan, pada 2014.

Black Cats, julukan Sunderland, setuju mengontraknya secara permanen untuk menghindari degradasi.

Mereka tetap bertahan dan karena itu wajib membayar. Namun, Sunderland menolak, dengan alasan  lutut kiri Alvarez bermasalah, dan ada problem baru pada lutut kanannya, yang otomatis bisa membatalkan pembayaran tersebut.

Gelandang asal Argentina ini akhirnya merapat ke Sampdoria secara gratis. Namun Sunderland tetap diwajibkan membayar biaya sebesar 9,5 juta pounds (Rp189 miliar). Pembayaran itu, ditambah semua biaya untuk melawannya, membuat total tagihan Sunderland untuk Alvarez mendekati 20 juta pounds (Rp398,2 miliar), menurut Daily Mail.

 

 

9 dari 9 halaman

1. Ali Dia (gratis ke Southampton)

Begini ceritanya. Seorang pria menelepon Southampton dan mengaku sebagai Pemain Terbaik Dunia George Weah; itu saja sudah aneh, tapi malah menjadi lebih buruk.

Orang yang menyamar sebagai Weah merekomendasikan agar Southampton mengontrak Ali Dia. Penelepon tersebut mengatakan Dia pernah bermain dengan Weah untuk PSG, mencetak dua gol untuk Senegal pada pekan sebelumnya, dan pernah berkarier di divisi dua Jerman.

Semua ini tidak benar. Pemain berusia 31 tahun ini adalah seorang mahasiswa yang paling maksimal bermain sepak bola semi-profesional.

Manajer Graeme Souness menyukainya, membawa Ali Dua untuk uji coba, mengontraknya, menempatkannya di bangku cadangan, dan memasukkannya ke dalam pertandingan Liga Inggris. Setelah 53 menit, semuanya menjadi jelas, dan Dia dikeluarkan dari lapangan. Kisah yang benar-benar aneh namun menakjubkan.

Sumber: Give Me Sports

Video Populer

Foto Populer