Marc Guehi ke Man City Jadi Pukulan bagi Liverpool

“Saya sekarang berada di klub terbaik di Inggris.”

 

Bola.com, Jakarta - Kalimat di bawah judul artikel ini tentu terasa menyakitkan bagi para pendukung Liverpool, setelah Marc Guehi resmi diperkenalkan sebagai pemain Manchester City.

Padahal, sekitar 140 hari sebelumnya, bek tengah timnas Inggris itu nyaris bergabung dengan Liverpool yang kala itu baru menjuarai Premier League di bawah asuhan Arne Slot.

Liverpool sempat mencapai kesepakatan 35 juta pound dengan Crystal Palace. Persyaratan pribadi juga disepakati, bahkan Guehi sudah menjalani pemindaian medis di sebuah klinik di London pada hari terakhir bursa transfer awal September 2025.

Namun, pemimpin Palace, Steve Parish, secara mendadak membatalkan transfer itu setelah mendapat tekanan dari manajer Oliver Glasner, yang menilai timnya kekurangan pelapis di lini belakang. Parish pun memilih mempertahankan Guehi hingga akhir kontraknya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Dari Target Anfield ke Seragam Man City

 

Saat itu, banyak yang mengira kepindahan Guehi ke Anfield hanya tertunda, bukan batal sepenuhnya.

Sang pemain disebut-sebut sudah menaruh hati pada Liverpool, sementara pihak klub melihat peluang merekrutnya secara gratis pada musim panas berikutnya sebagai opsi yang sangat menarik.

Namun, rencana tersebut kini runtuh setelah Guehi memilih bergabung dengan Manchester City dengan biaya awal 20 juta pound, yang akan bertambah lewat berbagai bonus. Ia menandatangani kontrak berdurasi 5,5 tahun.

Kehilangan target transfer ke rival domestik tentu membuat sebagian suporter Liverpool geram. Apalagi, Guehi dianggap cocok dengan kebutuhan tim: berusia 25 tahun, berpengalaman di Premier League, berstatus homegrown, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

3 dari 5 halaman

Alasan Liverpool Tak Kembali Mengejar Guehi

 

Kondisi lini belakang Liverpool sejatinya sedang rapuh. Giovanni Leoni dan Conor Bradley sama-sama mengalami cedera lutut parah yang mengakhiri musim mereka.

The Reds kini sangat bergantung pada kebugaran Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate, yang selalu bermain di 22 laga liga musim ini.

Joe Gomez menjadi satu-satunya pelapis senior, itu pun dengan riwayat cedera serta tugas tambahan sebagai bek kanan.

Mendatangkan Guehi pada Januari 2026 tampak sebagai solusi ideal, terlebih masa depan Konate belum jelas karena kontraknya habis Juni 2026.

Namun, Liverpool memilih tidak menyaingi Man City. Untuk memahami keputusan ini, perlu menengok kembali strategi transfer musim panas lalu.

Enam bulan sebelumnya, prioritas Liverpool adalah merekrut bek tengah muda dengan pengalaman senior dan potensi berkembang besar.

Nama-nama seperti Levi Colwill, Leny Yoro, dan Dean Huijsen sempat masuk radar. Akhirnya, Liverpool mendapatkan Leoni dari Parma seharga 26 juta pound, yang menggantikan Jarell Quansah yang dijual ke Bayer Leverkusen.

Dalam konteks itu, Guehi hanya dipandang sebagai bonus, bukan kebutuhan mutlak. Bahkan cedera ACL yang dialami Leoni pada debutnya di Piala Liga melawan Southampton tidak mengubah strategi klub.

4 dari 5 halaman

Faktor Finansial dan Sebuah Pertaruhan

Liverpool juga tak mengira Marc Guehi akan tersedia pada bursa musim dingin, mengingat Palace sebelumnya bersikeras mempertahankannya hingga akhir musim.

Namun, ketika Man City bergerak, Liverpool melakukan perhitungan finansial dan menilai paket transfer tersebut tidak masuk akal. Angka 20 juta pound dinilai menyesatkan.

Sumber yang mengetahui detail kesepakatan menyebut Man City membayar komisi besar kepada agen Guehi, sementara gaji sang pemain diperkirakan mencapai 300 ribu pound per pekan. Selama lima setengah tahun kontrak, total gaji saja bisa mencapai 85,8 juta pound.

Liverpool menilai paket tersebut tidak sejalan dengan model bisnis klub yang berorientasi pada keberlanjutan. Struktur gaji bisa terganggu, terutama saat direktur olahraga Richard Hughes sedang mengurus sejumlah perpanjangan kontrak penting.

Realitanya, jika Guehi benar-benar ingin ke Liverpool, ia bisa menunggu hingga musim panas dan datang secara gratis. Namun, godaan peluang dan kekayaan di Man City mengubah arah pilihannya.

Secara emosional, keputusan Liverpool sulit diterima. Namun, jika dilihat dari sisi angka dan strategi, ada logika di baliknya.

Meski demikian, ini tetap menjadi sebuah pertaruhan, karena satu cedera lagi di lini belakang bisa berdampak besar pada peluang Liverpool menyelamatkan musim mereka.

Sumber: The Athletic

5 dari 5 halaman

Persaingan di Premier League

Video Populer

Foto Populer