Deja Vu MU: Rashford Jadi Ulangan Kesalahan Transfer McTominay?

Deja Vu MU terulang, Marcus Rashford bisa pergi murah dari Old Trafford seperti Scott McTominay.

Bola.com, Jakarta - Manchester United kembali dihantui situasi yang mengingatkan mereka pada kepergian Scott McTominay. Kali ini, potensi penyesalan itu menyangkut Marcus Rashford.

Sumber internal menyebut jajaran petinggi klub kini mulai menyadari risiko dari kesepakatan yang dibuat bersama Barcelona.

Dalam perjanjian tersebut, klub asal Katalonia itu memiliki opsi pembelian permanen senilai 26 juta paun. Angka itu kini dinilai jauh di bawah nilai pasar Rashford saat ini.

Penyerang Inggris berusia 26 tahun tersebut sebelumnya tersisih di Old Trafford pada era Ruben Amorim. Hubungan keduanya dikabarkan tidak harmonis, hingga akhirnya Rashford sempat dipinjamkan ke Aston Villa sebelum hengkang pada bursa musim panas 2025.

Pada musim panas lalu, Rashford bergabung dengan Barcelona dengan status pinjaman selama satu musim, disertai opsi pembelian.

Di bawah arahan Hansi Flick, performanya justru menanjak. Sejauh ini ia telah mencetak 10 gol dan menyumbang 13 assist dalam 34 pertandingan di semua kompetisi.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Valuasi Rashford Melonjak

Penampilan impresif itu membuat valuasinya melonjak. Kini, petinggi MU diyakini menaksir nilai Rashford berada di kisaran 50 juta paun.

Hal ini berarti, jika Barcelona mengaktifkan klausul sebelum tenggat 30 Juni, Setan Merah berpotensi kehilangan sekitar 25 juta paun dari potensi nilai yang seharusnya bisa mereka dapatkan.

Di sisi lain, Michael Carrick disebut-sebut mungkin menginginkan Rashford kembali untuk musim 2026/27, terlebih jika ia ditunjuk secara permanen sebagai pelatih kepala.

Namun, situasi ini membuat MUberada dalam posisi sulit: menerima harga yang dianggap terlalu murah atau mengambil risiko lain jika transfer tak terwujud.

Rashford mengakui bahwa ia merasa seperti di rumah sendiri di Spanyol. Pernyataan itu bisa menjadi sinyal bahwa ia condong mendorong kepindahan permanen ke Barcelona.

Sudah Terjadi pada McTominay

Kondisi ini mengingatkan pada keputusan klub melepas Scott McTominay ke Napoli.

Gelandang asal Skotlandia itu meninggalkan klub masa kecilnya secara permanen dalam transfer senilai 25,7 juta paun, dengan kontrak berdurasi empat tahun di klub Serie A tersebut.

Padahal, pada musim 2023/24 McTominay beberapa kali menjadi penyelamat Setan Merah lewat gol-gol krusial. Namun, manajemen memilih melepas produk akademi tersebut demi mencatatkan keuntungan murni dalam pembukuan klub.

Langkah itu dinilai penting untuk memenuhi regulasi profit dan keberlanjutan Premier League (PSR), sekaligus membuka jalan bagi perekrutan gelandang Paris Saint-Germain (PSG), Manuel Ugarte.

Ironisnya, dua transfer tersebut menghasilkan cerita yang bertolak belakang.

Pengulangan Kesalahan

McTominay berkembang pesat di Italia. Pada musim pertamanya, ia langsung membantu Napoli meraih gelar Serie A dan bahkan menyabet penghargaan MVP liga.

Secara keseluruhan, ia mencatatkan 23 gol dan 10 assist dari 70 penampilan bersama Napoli, serta tampil gemilang bersama Timnas Skotlandia hingga mengantar mereka lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998.

Sebaliknya, Manuel Ugarte kesulitan mengamankan tempat utama. Di bawah tiga pelatih berbeda, Erik ten Hag, Amorim, dan kini Carrick, pemain asal Uruguay itu belum benar-benar menjadi pilihan reguler dan baru menyumbang delapan kontribusi gol dari 65 pertandingan.

Situasi Rashford pun kini seolah menjadi pengulangan kesalahan yang sama.

Kendati masih ada kemungkinan ia kembali ke Old Trafford dan bekerja di bawah manajer baru, pandangan umum menyebut petinggi MU sedang merasakan konsekuensi dari keputusan mereka terkait dua pemain binaan sendiri tersebut.

 

Sumber: Express

Video Populer

Foto Populer