Pep Guardiola Kesal Ditanya Peluang Arsenal Raih Quadruple, Singgung Prestasi Man City

Respons ketus Pep Guardiola saat jurnalis masuk bahasan peluang Arsenal raih quadruple musim ini.

Bola.com, Jakarta - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, bereaksi tajam saat ditanya soal peluang Arsenal meraih quadruple musim ini. Ia bahkan menyebut dirinya sudah pernah mencapai hal tersebut, meski menurutnya media seolah berpura-pura mengabaikannya.

Quadruple yang sedang diburu Arsenal mencakup empat gelar utama: Premier League, Liga Champions, Piala FA, dan Carabao Cup.

Hingga kini, belum ada klub Inggris yang mampu menyapu bersih keempat trofi tersebut dalam satu musim.

Meski begitu, Guardiola tampak enggan membahas kemungkinan sukses Arsenal.

Terlebih, pertanyaan itu muncul menjelang final Carabao Cup antara Arsenal dan timnya, serta tak lama setelah ambisi Man City meraih empat gelar musim ini pupus usai disingkirkan Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions.

Dalam konferensi pers Jumat waktu setempat, Guardiola ditanya seberapa sulit meraih empat trofi dalam satu musim.  Seorang jurnalis menyinggung bahwa Man City sudah pernah sangat dekat, mengingat mereka pernah meraih treble.

Guardiola sempat menarik napas panjang sebelum menjawab, "Dan juga quadruple."

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Guardiola dan Quadruple Versinya

Pernyataan itu merujuk pada musim 2018/19, saat Man City meraih empat trofi domestik: Premier League, Piala FA, Carabao Cup, dan Community Shield.

Namun, pada musim yang sama, mereka tersingkir di perempat final Liga Champions oleh Tottenham Hotspur, tim yang finis 27 poin di belakang Man City di liga.

'Saya tahu itu tidak dianggap bergengsi, setidaknya menurut kalian, tapi kami melakukannya," kata Guardiola.

Status Community Shield memang kerap menjadi perdebatan. Kompetisi pembuka musim itu mempertemukan juara liga dengan pemenang Piala FA, dan sering dianggap berada di wilayah abu-abu antara laga kompetitif dan semi-persahabatan, hal yang kerap membuat Guardiola kesal.

"Ketika Manchester City memenangkan Community Shield, itu bukan trofi," katanya dalam kesempatan sebelumnya.

"Ketika tim lain yang memenangkannya, itu dianggap trofi," cetusnya.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, diketahui memiliki pandangan serupa terhadap pentingnya trofi tersebut, kemungkinan dipengaruhi masa kerjanya sebagai asisten Guardiola di Man City. Keduanya kini telah menempuh jalan berbeda sejak Arteta mengambil alih Arsenal pada 2019.

Hubungan Guardiola dan Arteta

Guardiola mengakui hubungan pribadinya dengan Arteta kini berbeda, lebih karena faktor jarak dan kesibukan.

"Saya tidak punya waktu untuk pergi ke London, dan saya rasa dia juga tidak punya waktu untuk datang ke Manchester," kata Guardiola.

"Dulu saat kami bersama di sini (Man City), kami bertemu lima atau enam jam setiap hari, jadi hubungan itu benar-benar berbeda setelah lima atau enam tahun dia di London," ungkapnya.

Arteta pun mengamini perubahan tersebut, tetapi menegaskan rasa hormatnya kepada Guardiola tidak pernah berubah.

"Perasaan saya tidak berubah sama sekali," kata Arteta.

"Yang berubah adalah kami tidak lagi bersama, kami tidak bisa menghabiskan waktu bersama dan itu penting bagi hubungan kami. Tapi, itu bukan yang paling penting karena apa yang saya rasakan tentang dia, waktu yang kami habiskan bersama, apa yang dia lakukan untuk saya, dan inspirasi yang dia berikan sejak saya kecil, itu tidak akan pernah berubah," tutur Arteta.

 

Sumber: SI

Video Populer

Foto Populer