Paul Scholes Blak-blakan Sebut Rekrutan Terburuk Sepanjang Sejarah MU

Blak-blakan, Paul Scholes sebut rekrutan terburuk sepanjang sejarah Manchester United.

Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Paul Scholes, melontarkan penilaian tajam saat membahas rekrutan terbaik dan terburuk dalam sejarah klub.

Ia tanpa ragu menyebut Mark Bosnich sebagai pembelian terburuk yang pernah dilakukan Setan Merah.

Dalam penampilannya di program "The Overlap" pada September 2024, Scholes awalnya diminta menyebut rekrutan terbaik Manchester United. Ia memilih Wayne Rooney, pilihan yang hampir tak terbantahkan.

Namun, ketika diminta menunjuk yang terburuk, sejumlah nama seperti Antony dan Bebe sempat muncul dalam diskusi.

Scholes justru menarik ingatan lebih jauh ke masa ketika MU sedang berada di puncak kejayaan, dan memilih Bosnich sebagai yang paling mengecewakan. 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kritik Pedas untuk Bosnich

Setelah kepergian Peter Schmeichel pada 1999, MU memang kesulitan menemukan pengganti sepadan. Klub baru benar-benar menemukan sosok tepat bertahun-tahun kemudian lewat Edwin van der Sar.

Di antara periode itu, Bosnich menjadi satu di antara pilihan yang ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Didatangkan dari Aston Villa pada 1999 setelah delapan tahun di sana, kiper asal Australia itu hanya bertahan semusim di Old Trafford.

Scholes mengungkapkan alasannya menilai Bosnich sebagai rekrutan terburuk, bahkan menyebut sang kiper tidak profesional.

"Saya pikir dia kiper yang bagus di Aston Villa, tapi saat datang ke kami, dia sangat tidak profesional. Jujur saja, itu konyol," kata Scholes.

"Dalam latihan menembak, biasanya ada 15 sampai 20 tembakan. Setelah tiga tembakan saja dia sudah kelelahan, dan saya baru sadar, dia bahkan tidak bisa menendang bola. Sungguh, saya belum pernah melihat hal seperti itu," ungkapnya.

Nama Lain

Scholes juga mengingat satu momen saat menghadapi Everton di laga pembuka musim.

"Kami melawan Everton di pertandingan pertama musim itu dan tidak ada yang menyadarinya, tapi dia bahkan tidak bisa menendang bola sampai garis tengah. Tidak ada angin. Harinya benar-benar sempurna," ucapnya.

Dalam pembahasan itu, Scholes juga sempat mempertimbangkan nama lain seperti Alexis Sanchez dan Massimo Taibi, sebelum akhirnya tetap menjatuhkan pilihan pada Bosnich.

Karier yang Sempat Bersinar

Ironisnya, sebelum bergabung dengan MU, Bosnich sebenarnya memiliki karier yang cukup solid di Liga Inggris bersama Aston Villa.

Ia membela The Villans sejak 1991 hingga 1999 dan mencatat hampir 250 penampilan, sekaligus dikenal sebagai satu di antara penjaga gawang yang konsisten.

Namun, reputasi itu meredup setelah kepindahannya ke MU. Usai hanya satu musim, ia hengkang ke Chelsea.

Bersama Chelsea, Bosnich hanya tampil lima kali di liga selama tiga tahun sebelum meninggalkan klub pada 2003.

Ia kemudian melanjutkan karier di Australia bersama Central Coast Mariners dan Sydney Olympic, sebelum akhirnya pensiun pada musim 2009/2010.

Setelah gantung sarung tangan, Bosnich beralih menjadi pengamat sepak bola dan bekerja untuk sejumlah media, seperti Fox Sports dan Stan Sport.

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer