Ucapan Perpisahan Emosional Enzo Fernandez untuk Chelsea Setelah Resmi Pindah ke Manchester City: Ini Keputusan yang Sangat Sulit

Enzo Fernandez resmi meninggalkan Chelsea dan bergabung dengan Manchester City pada hari terakhir bursa transfer.

Bola.com, Jakarta - Enzo Fernandez resmi meninggalkan Chelsea dan bergabung dengan Manchester City pada hari terakhir bursa transfer, Selasa (1/9/2026) waktu setempat. Kepindahan gelandang asal Argentina itu diwarnai perpisahan emosional dengan The Blues.

Manchester City harus merogoh kocek hingga 125 juta pounds atau sekitar Rp2,9 triliun untuk mendapatkan jasa Fernandez. Nilai tersebut menyamai rekor transfer termahal dalam sejarah sepak bola Inggris yang sebelumnya dibuat Liverpool saat merekrut Alexander Isak.

Sebelum benar-benar meninggalkan Stamford Bridge, Fernandez menyampaikan pesan panjang kepada para pendukung Chelsea. Pemain berusia 25 tahun itu mengakui bahwa beberapa bulan terakhir bersama The Blues bukan periode yang mudah baginya.

Fernandez bahkan secara terbuka mengatakan dirinya sedang berada dalam kondisi yang tidak baik.

"Dear Chelsea, saya ingin kalian tahu bahwa beberapa hari terakhir bukanlah masa yang mudah bagi saya. Menulis pesan ini juga tidak mudah. Sejujurnya, saya sedang tidak berada dalam kondisi yang baik," tulis Fernandez, seperti dikutip dari The Sun. 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Stamford Bridge Sudah Seperti Rumah

Fernandez bergabung dengan Chelsea pada Januari 2023 setelah didatangkan dari Benfica. Selama lebih dari tiga tahun, Cobham dan Stamford Bridge menjadi bagian penting dalam kehidupannya bersama keluarga.

"Tiga tahun lalu, Cobham dan Stamford Bridge menjadi rumah bagi saya dan keluarga. Saya sangat dekat dengan orang-orang di sini, dengan jersey dan lambang klub luar biasa ini," lanjutnya.

Fernandez mengaku sejak pertama kali tiba di London, dirinya memiliki ambisi besar untuk membantu Chelsea meraih berbagai trofi.

"Percayalah ketika saya mengatakan bahwa sejak pertama kali datang, saya terobsesi untuk menang dan membawa setiap trofi yang layak didapatkan klub ini berdasarkan sejarahnya," ujarnya.

"Kami menderita, menangis, saya berkali-kali marah, tetapi kami juga merayakan gelar dan kemenangan yang tidak terlupakan. Bersama-sama, melalui masa-masa indah maupun sulit."

Fernandez menegaskan bahwa dirinya selalu menjalani sepak bola dengan penuh gairah.

"Saya menjalani sepak bola dengan cara yang sama seperti menjalani hidup: dengan penuh semangat dan sepenuh hati. Karena itu, saya ingin kalian tahu bahwa saya memahami kalian. Saya benar-benar memahami kalian dari lubuk hati saya," katanya.

 

Keputusan Tersulit

Keputusan meninggalkan Chelsea diakui Fernandez sebagai salah satu yang tersulit dalam hidupnya.

"Hidup adalah tentang membuat keputusan dan sekarang saya harus mengambil salah satu keputusan sulit tersebut," tulisnya.

"Saya sudah pernah mengatakan ini sebelumnya, tetapi saya ingin mengatakannya lagi: saya sangat menyayangi klub ini. Chelsea akan selalu memiliki tempat dalam pikiran saya dan, terutama, di hati saya."

Fernandez juga memahami kekecewaan sebagian pendukung Chelsea terkait keputusannya untuk hengkang.

"Saya juga memahami bagaimana sepak bola bekerja. Saya tahu betapa bergairahnya kalian karena saya juga seperti itu. Jika saya berada di posisi kalian, mungkin saya juga akan berpikir dengan cara yang sama," tuturnya.

Mantan pemain Benfica itu kemudian memberikan apresiasi kepada seluruh elemen Chelsea yang selama ini bekerja bersamanya.

"Saya ingin berterima kasih kepada setiap orang, staf, tim pelatih, tim medis, fisioterapis, dan semua orang yang bekerja di Cobham serta seluruh institusi hebat ini," kata Fernandez.

"Untuk semua rekan setim saya selama bertahun-tahun, terima kasih dari lubuk hati saya karena telah berbagi begitu banyak momen bersama saya. Saya benar-benar bahagia di sini dan mendoakan yang terbaik untuk masa depan kalian."

 

 

 

Ucapan Terima Kasih

Fernandez juga tidak melupakan dukungan para suporter kepada dirinya dan keluarga.

"Terima kasih atas seluruh cinta dan dukungan yang telah kalian berikan kepada saya dan keluarga selama bertahun-tahun. Saya tidak akan pernah melupakannya."

"Grup ini akan memberi kalian banyak alasan untuk bahagia dan saya juga akan bahagia untuk kalian. Jangan pernah meragukan itu."

"Kalian akan selalu berada di hati saya, Blues. Saya akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian."

Always Blue.

Thank you, Chelsea.

Pesan tersebut disertai video yang menampilkan sejumlah momen terbaik Fernandez selama memperkuat Chelsea.

 

Pergi dengan Situasi yang Rumit

Perpisahan Fernandez dengan Chelsea berlangsung di tengah situasi yang cukup rumit. Beberapa waktu sebelumnya, ia sempat membuat suporter geram setelah dikabarkan membuka peluang untuk pindah ke Real Madrid.

Namun, transfer ke Santiago Bernabeu tidak pernah terwujud.

Sebaliknya, mantan pelatihnya di Chelsea, Enzo Maresca, kini justru membawa Fernandez ke Manchester City.

Chelsea sebenarnya telah mencapai kesepakatan untuk mendatangkan gelandang AS Monaco, Lamine Camara, sebagai pengganti Fernandez. Camara bahkan dijadwalkan menjalani tes medis.

Namun, rencana tersebut batal setelah Monaco memilih mempertahankan sang gelandang.

Situasi itu terjadi setelah Everton kembali melakukan negosiasi dan berhasil menyelesaikan transfer Folarin Balogun. Sebelumnya, kepindahan Balogun ke Everton sempat terancam gagal karena persoalan medis.

Dengan batalnya transfer Camara, Chelsea pun kehilangan Fernandez tanpa mendapatkan pengganti langsung.

Sementara itu, Manchester City mendapatkan salah satu gelandang terbaik Premier League dengan biaya fantastis. 125 juta pounds yang dikeluarkan The Citizens menyamai rekor transfer Alexander Isak yang diboyong Liverpool pada musim panas sebelumnya.

Sumber: The Sun

Video Populer

Foto Populer