Man City Langgar Aturan Premier League Lagi Tepat setelah Menghajar Liverpool

Man City melanggar aturan Premier League Lagi setelah meibas Liverpool.

Bola.com, Jakarta - Manchester City kembali melanggar aturan Premier League setelah mengalahkan Liverpool dengan skor 3-0 di Anfield, Minggu (11-10-2026).

Kemenangan ini menjadi yang keenam secara beruntun bagi pasukan Enzo Maresca pada awal musim.

Erling Haaland mencetak gol pada menit ke-65, disusul Jeremy Doku tiga menit kemudian dan Rayan Cherki pada menit ke-78. Hasil tersebut membawa Man City unggul tiga poin atas Arsenal di puncak klasemen.

Namun, pertandingan di Anfield juga diwarnai kontroversi. Gelandang Liverpool, Ryan Gravenberch, mendapat kartu merah setelah melakukan dua pelanggaran yang berujung kartu kuning, sebelum Man City mencetak tiga golnya.

Selain insiden di lapangan, sorotan juga tertuju pada kasus 115 dakwaan pelanggaran finansial yang menjerat Man City.

Situasi The Citizens makin menjadi perhatian setelah pertandingan berakhir, menyusul tindakan yang berpotensi membuat mereka kembali melanggar regulasi liga.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Wawancara Radio

Sebuah komisi independen menyatakan Man City bersalah atas seluruh dakwaan terkait pelanggaran aturan keuangan.

Man City dinilai telah menggelembungkan pendapatan secara artifisial hingga 900 juta paun selama periode sembilan musim.

Klub mengajukan banding atas keputusan tersebut dan menegaskan memiliki bukti yang mereka sebut tidak terbantahkan untuk membuktikan bahwa mereka tidak bersalah.

Maresca sempat mendapat pertanyaan mengenai kasus tersebut dalam konferensi pers sebelum pertandingan. Pelatih asal Italia itu menyatakan kepercayaannya kepada klub.

Akan tetapi, setelah membawa Man City menang di markas Liverpool, Maresca tidak memberikan wawancara kepada stasiun radio.

Pelanggaran Man City

Menurut talkSPORT, dilansir Give Me Sport (GMS), koresponden utama sepak bola talkSPORT, Alex Crook, berusaha mewawancarai sang pelatih, tetapi pihak Man City tidak mengizinkan stasiun radio melakukan wawancara dengannya.

Crook sebelumnya telah berbicara dengan manajer Liverpool, Andoni Iraola. Namun, ia tidak mendapat kesempatan untuk mewawancarai Maresca.

Maresca tetap melayani awak media lain dalam konferensi pers setelah pertandingan. Ia juga memberikan wawancara kepada Sky Sports.

Meski begitu, Manchester City tidak menjelaskan alasan Maresca tidak diizinkan berbicara kepada talkSPORT.

Keputusan klub menghalangi wawancara radio itu dinilai sebagai pelanggaran aturan Premier League.

Aturan yang Dilanggar dan Potensi Hukuman

GMS menulis, berdasarkan buku peraturan Premier League musim 2026/2027, Pasal K.207 mewajibkan setiap klub yang tampil dalam pertandingan liga memberikan akses wawancara kepada stasiun radio pemegang hak siar.

"Wawancara setelah pertandingan harus mencakup setidaknya satu pemain yang berperan penting dalam laga dan sang manajer," tulis GMS.

Belum ada kepastian mengenai hukuman yang mungkin dijatuhkan jika Premier League mengambil tindakan terhadap Man City.

Namun, untuk pelanggaran yang terjadi satu kali, dewan liga kemungkinan akan menjatuhkan denda administratif secara langsung.

Penolakan terhadap wawancara radio bukan hal baru di Premier League.

Sir Alex Ferguson, misalnya, pernah berkali-kali menerima denda selama menangani Manchester United karena menolak memenuhi kewajiban tersebut setelah pertandingan.

Meski begitu, kasus yang sedang dihadapi Man City membuat tindakan klub kali ini mendapat perhatian lebih besar dan memunculkan pertanyaan mengenai keputusan mereka.

 

Sumber: Give Me Sport

Video Populer

Foto Populer