Dapat Pujian dari Joan Mir dan Luca Marini, Veda Ega Pratama Dinilai Punya Bakat Besar untuk Masa Depan

Mir dan Marini sama-sama mengakui bahwa Veda memiliki potensi besar. Namun, keduanya juga mengingatkan bahwa perjalanan menuju level tertinggi balap motor dunia membutuhkan proses panjang dan konsistensi.

Bola.com, Jakarta - Kunjungan dua pembalap Honda, Joan Mir dan Luca Marini, ke Bali dalam rangkaian acara Meet & Greet Honda Racing Team bukan hanya menghadirkan interaksi dengan penggemar. Momen ini juga menjadi kesempatan bagi media Indonesia untuk menggali pandangan keduanya soal perkembangan pembalap muda Tanah Air.

Salah satu nama yang menjadi sorotan dalam sesi wawancara tersebut adalah Veda Ega Pratama. Pembalap muda Indonesia itu sedang mencuri perhatian setelah performa impresifnya di level internasional.

Mir dan Marini sama-sama mengakui bahwa Veda memiliki potensi besar. Namun, keduanya juga mengingatkan bahwa perjalanan menuju level tertinggi balap motor dunia membutuhkan proses panjang dan konsistensi.

Menurut mereka, langkah yang tepat serta pengalaman yang terus bertambah akan sangat menentukan apakah Veda bisa benar-benar bersaing di level tertinggi seperti MotoGP suatu hari nanti.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Joan Mir: Veda Datang dari Sekolah Balap yang Bagus

Dalam wawancara tersebut, Mir menilai perjalanan Veda sejauh ini sudah berada di jalur yang tepat. Ia melihat pembalap Indonesia itu memiliki dasar yang kuat dari program pembinaan yang diikutinya.

“Ya, saya sangat senang. Saya pikir Pratama melakukan pekerjaan yang sangat bagus di sana,” ujar Mir.

Ia juga menyoroti pengalaman Veda yang sebelumnya berkembang melalui Asia Talent Cup dan Red Bull MotoGP Rookies Cup. Menurut Mir, pengalaman di ajang tersebut membuat seorang pembalap lebih siap saat masuk ke level kejuaraan dunia.

“Sekarang dia datang dari sekolah yang bagus, yaitu Asia Talent Cup. Lalu dia juga mengikuti Red Bull Rookies Cup. Ketika Anda tiba di kejuaraan, Anda sudah sangat mengenal motor Moto3. Dia sudah berada di sana selama beberapa tahun dan menurut saya levelnya sangat bagus, dan dia menunjukkannya di balapan pertama.”

Meski begitu, Mir mengingatkan bahwa perjalanan seorang pembalap muda tidak selalu mudah. Konsistensi dan kerja keras menjadi kunci untuk bertahan di level kompetisi tinggi.

“Selamat untuk dia. Sekarang yang penting dia tidak berpikir bahwa setiap balapan akan mudah. Penting bagi dia untuk terus bekerja keras.”

Mir juga menilai Veda memiliki talenta yang jelas terlihat. Namun, fokus jangka panjang tetap menjadi hal yang paling penting dalam perkembangan seorang pembalap.

“Bakatnya jelas sangat bagus. Mudah-mudahan dia bisa menjaga konsistensi itu, tidak terlalu memikirkan hasil jangka pendek, dan bisa mengumpulkan poin serta pengalaman untuk menjadi salah satu favorit di akhir musim atau musim depan.”

 

Luca Marini: Perjalanan Masih Panjang Menuju MotoGP

Senada dengan Mir, Marini juga memberikan penilaian positif terhadap Veda. Ia bahkan menyebut pembalap muda Indonesia itu sudah menunjukkan potensinya sejak musim lalu.

“Fantastis. Saya pikir dia sudah menunjukkan potensinya sejak musim lalu. Dia menjalani musim yang luar biasa dan memulai balapan pertamanya di kategori Moto3 di Kejuaraan Dunia dengan cara yang sangat bagus,” kata Marini.

Menurut Marini, hasil finis di posisi lima besar pada balapan awal merupakan pencapaian yang patut diapresiasi bagi seorang rookie.

“Masuk lima besar adalah hasil yang sangat bagus untuk diingat. Itu menunjukkan bahwa dia pembalap yang sangat berbakat.”

Meski demikian, Marini menegaskan bahwa tantangan yang lebih berat akan datang di masa depan. Ia menyebut jenjang karier di dunia balap motor memiliki tingkat kesulitan yang semakin tinggi.

“Dia harus terus bekerja keras pada dirinya sendiri dan terus berkembang. Sekarang mungkin dia sangat kuat, tetapi Moto2 dan MotoGP akan menjadi tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan Moto3.”

Marini menilai langkah terbaik bagi Veda adalah berkembang secara bertahap sambil terus meningkatkan kemampuan setiap musim.

“Dia harus mengambil semua hal positif dari Moto3 dan mencoba berkembang ketika nanti naik ke Moto2. Level pembalap di Moto2 jauh lebih tinggi dan jauh lebih sulit. Jika ingin naik ke MotoGP, tantangannya akan lebih besar lagi. Jadi dia harus melangkah satu per satu dan terus berkembang setiap tahun.”

Video Populer

Foto Populer