Marc Marquez Tinggalkan Gaji Besar demi Motor Terbaik, Hasilnya Gelar Dunia

Duit atau motor terbaik? Marc Marquez angkat bicara.

Bola.com, Jakarta - Marc Marquez mengungkap filosofi yang membentuk perjalanan kariernya di MotoGP: memilih motor terbaik jauh lebih penting daripada mengejar uang.

Keputusan besar itu ia buktikan saat memutus kontraknya lebih cepat dengan Repsol Honda untuk bergabung dengan tim satelit Gresini Racing pada 2024.

Langkah tersebut membuatnya turun dari status pembalap dengan bayaran tertinggi di MotoGP menjadi tanpa gaji.

Namun, perjudian itu justru membuahkan hasil. Karier Marquez kembali bangkit dan membawanya meraih gelar juara dunia kesembilan yang telah lama dinantikan bersama tim pabrikan Ducati Lenovo Team musim lalu.

Menurut Marquez, pemahaman tentang pentingnya motor dibanding uang sudah ditanamkan sejak awal kariernya.

"Ketika Anda tiba di kejuaraan dunia, apa yang Anda cari, uang atau motor terbaik? Begitulah saya diajarkan; saya sangat beruntung. Mereka melatih saya secara mental, dan sekarang saya memahaminya," kata Marquez, dikutip dari autobild.es.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Mengelola Keuangan

Pembalap asal Spanyol itu juga mengungkap bagaimana dirinya mengelola penghasilan dari karier gemilangnya, termasuk bonus satu juta euro setelah meraih gelar dunia 2013 di musim debutnya bersama Repsol Honda.

"Di situlah saya bertemu dengan pengacara saya sekarang. Ada akuntan yang mengelola keuangan saya dan pengacara," ungkapnya.

"Dia mengatakan kepada saya, '(Bonus itu) terlihat banyak, tetapi sebenarnya tidak terlalu besar, simpan saja di bank'."

Dari bonus tersebut, setengahnya harus disetorkan kepada otoritas pajak Spanyol, 10 persen diberikan kepada manajernya, sementara sisanya digunakan antara lain untuk membeli motor latihan.

Investasi terbesar Marquez saat ini adalah properti seluas 1.300 meter persegi di Madrid senilai sekitar 10 juta euro, yang kini menjadi tempat tinggalnya.

"Itu adalah investasi… saya tidak kehilangan uang itu, uangnya tetap ada. Rumah itu sudah lunas," kata Marquez.

Kritik Publik

Di awal kariernya, Marquez sempat mendapat kritik publik terkait rencana pindah ke Andorra, berjarak sekitar 120 kilometer dari kampung halamannya di Cervera. Namun, ia akhirnya tetap menjadi wajib pajak di Spanyol.

"Saya ingin menegaskan bahwa saya membayar, dan akan terus membayar pajak di Spanyol," ujarnya saat itu.

Kini, pada usia 33 tahun, Marquez menegaskan statusnya tetap sama.

"Saya tidak memiliki utang, baik kepada siapa pun maupun kepada diri saya sendiri. Saya adalah pekerja mandiri, bukan perusahaan, saya tidak memiliki perseroan terbatas," katanya.

"Saya memiliki karyawan, tetapi bagi otoritas pajak, saya adalah pekerja mandiri. Jadi, saya melaporkan diri sebagai pekerja mandiri… saya tidak ingin muncul di surat kabar atau hal-hal seperti itu."

Gaya Hidup Sama

Kendati memiliki kekayaan besar, kakak Alex Marquez itu menegaskan gaya hidupnya tidak berubah.

"Saya beruntung uang tidak mengubah gaya hidup saya. Ini sering terjadi: orang mulai menghasilkan banyak uang dan gaya hidupnya berubah," ucapnya.

"Namun, saya tetap menikmati waktu bersama teman-teman di mana saja, saya tidak perlu berpura-pura."

Terlepas dari kekhawatiran terkait cedera bahu yang dialaminya di Mandalika musim lalu, Marquez diperkirakan akan segera menandatangani perpanjangan kontrak selama dua tahun bersama Ducati Lenovo.

Kesepakatan itu berpotensi memperpanjang kariernya di MotoGP hingga akhir 2028.

 

Sumber: Crash

Video Populer

Foto Populer