Pedro Acosta Prediksi Jorge Martin Bakal Juara Dunia MotoGP 2026: Hanya Masalah Waktu sebelum Dia Mulai Jadi yang Terbaik

Pembalap KTM, Pedro Acosta punya prediksi menarik terkait persaingan menjadi juara dunia MotoGP 2026. Menurutnya bukan Marco Bezzecchi yang memenangkan persaingan, melainkan Jorge Martin.

Bola.com, Jakarta - Dengan 14 putaran tersisa, jelas bahwa perebutan gelar MotoGP 2026 masih sangat terbuka. Saat ini duo Aprilia ada di urutan 1-2. 

Marco Bezzecchi memimpin klasemen dengan keunggulan 20 poin dari Jorge Martin. Jangan lupakan juga sang juara bertahan, Marc Marquez. 

Meski saat ini ada di urutan lima klasemen, namun pada seri MotoGP Hungaria di Sirkuit Balaton Park, pembalap Ducati itu sukses sapu bersih kemenangan. 

Nah pembalap KTM, Pedro Acosta punya prediksi menarik terkait persaingan menjadi juara dunia MotoGP 2026. Menurutnya bukan Marco Bezzecchi yang memenangkan persaingan, melainkan Jorge Martin. 

 

 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pedro Acosta: Hanya Masalah Waktu sebelum Jorge Martin Mulai Jadi yang Terbaik

"Saat ini saya akan mengatakan Jorge Martin,” jawab pembalap berusia 21 tahun itu soal favorit untuk jadi juara dunia MotoGP 2026.

Lalu ia menambahkan: "Dia santai, dia tidak datang ke tes pertama tahun ini, tetapi kemudian dia sudah meraih kemenangan beruntun di Le Mans."

"Di Barcelona, tampaknya dia sangat kesulitan, tetapi dia tetap siap untuk menang. Menurut saya saat ini, Martin mungkin tidak tampil maksimal karena cedera yang dialaminya, jadi mungkin dia tidak 100 persen." 

"Tetapi dia memiliki motor yang bagus, hanya masalah waktu sebelum dia mulai menjadi yang terbaik," tambahnya. 

Pujian Acosta untuk Martin

 

Pedro Acosta terus memuji rekan senegaranya Jorge Martin dan memuji betapa mengesankannya kemenangan eks pembalap Pramac Racing itu pada MotoGP Prancis.

Pembalap andalan Aprilia itu memulai dari posisi ke-7 di grid, dan harus berjuang keras untuk memastikan ia bisa berdiri di podium teratas.

"Pada hari Minggu di Le Mans, ia memangkas waktu sekitar enam detik. Maksud saya, dengan motor standar, motor rata-rata, Anda tidak bisa menang dari posisi ketujuh, dan Anda tidak bisa memulihkan waktu enam detik," ungkap Pedro Acosta. 

"Yang membuatnya lebih sulit adalah caranya memulihkan waktu, saya akan mengatakan X detik, dengan motor yang sama yang ia kendarai." 

"Sekarang, dalam performa pribadinya, tampaknya ia berada di level yang sama seperti saat ia memenangkan gelar bersama Ducati," lanjutnya. 

Sumber: Motogpnews

Video Populer

Foto Populer