Bos Aprilia Balas Sindiran Marc Marquez soal Team Order: Mereka Juga Main Taktik Serupa

Marc Marquez singgung team order Aprilia, Massimo Rivola balas dengan sindiran pedas.

Bola.com, Jakarta - CEO Aprilia, Massimo Rivola, melontarkan sindiran kepada Marc Marquez dan Ducati.

Rivola menuding Marquez serta pabrikan asal Italia itu juga menerapkan permainan team order di lingkungan mereka sendiri.

Aprilia dalam beberapa pekan terakhir terus mendapat pertanyaan mengenai penggunaan team order. Tim asal Italia itu sedang berupaya meraih gelar juara dunia MotoGP pertamanya.

Isu ini kembali mencuat setelah sprint race MotoGP Malaysia, akhir pekan lalu.

Marco Bezzecchi menyalip Ai Ogura pada fase akhir balapan untuk merebut posisi ketiga. Keduanya juga sempat terlibat insiden kontak dalam balapan utama.

Dalam wawancara dengan DAZN, Marquez menilai Ogura berusaha mempertahankan posisi di depannya karena mengetahui peluang meraih podium akan hilang jika tidak melakukannya.

Menurut Marquez, Ogura tidak bisa berada di antara dirinya dan Bezzecchi karena hal itu akan membuat Bezzecchi kehilangan poin.

"Ogura berusaha tetap berada di depan saya karena kalau tidak, dia tahu akan kehilangan podium. Dia tidak bisa berada di antara saya dan Bezzecchi karena itu akan membuat Bezzecchi kehilangan poin," kata Marquez.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Rivola Sindir Marquez dan Ducati

Komentar Marquez rupanya tidak diterima dengan baik oleh Rivola. Bos Aprilia itu membalas dengan menyindir bahwa Ducati juga memiliki urusan team order di lingkup keluarga sendiri.

"Sejujurnya, apa yang dikatakan Marc tidak terlalu menarik bagi saya," ujar Rivola kepada DAZN.

"Selain itu, menurut saya, mereka juga memainkan permainan tim di rumah, bersama keluarga mereka."

Rivola merujuk pada sprint race di Phillip Island, ketika Alex Marquez mengaku tidak ingin mengambil risiko menyalip Marc Marquez demi kemenangan.

Seandainya Alex melakukan manuver tersebut, Marc akan meninggalkan Australia dengan keunggulan tujuh poin atas Jorge Martin, bukan 10 poin.

Keunggulan Marc kini bertambah menjadi 44 poin setelah ia memenangi MotoGP Malaysia. Sementara itu, Martin mundur dari balapan karena mengalami cedera pergelangan tangan.

Bezzecchi saat ini tertinggal 67 poin dari Marc. Pembalap Ducati itu berpeluang memastikan gelar juara dunia di Qatar, akhir pekan ini.

Tekankan Pentingnya Menghormati Pembalap

Direktur Umum Ducati, Gigi Dall'Igna, turut menanggapi polemik team order. Ia menjelaskan prinsip yang disampaikan Ducati kepada para pembalapnya.

'Ini adalah olahraga dan, pertama-tama, kita harus menghormati semua pembalap yang berlomba dan mempertaruhkan nyawa mereka di atas motor," kata Dall'Igna kepada DAZN.

"Jelas, pabrikan bisa meminta sesuatu, tetapi mereka harus berhenti ketika sudah menyangkut penghormatan terhadap seseorang dan pembalap."

Dall'Igna menilai hubungan Marc dan Alex Marquez sebagai saudara mungkin membuat situasi lebih mudah.

"Kami meminta para pembalap untuk tidak berselisih dengan pembalap lain yang membela pabrikan yang sama. Sejauh ini, selain pada awal kejuaraan, semuanya berjalan sangat lancar," tuturnya.

 

Sumber: Crash

Video Populer

Foto Populer