Sukses


Alasan Rahmad Darmawan Jagokan Inggris Menyengat di Piala Dunia 2018

Bola.com, Jakarta - Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, punya tim jagoan unik di Piala Dunia 2018 ini. Ia menyakini Timnas Inggris akan berbicara banyak di Rusia.

Inggris selama ini dikenal sebagai tim besar yang minim prestasi. Sekalipun punya banyak pemain top yang mentas di Premier League, mereka selalu kesulitan menjadi juara di event-event besar sekelas Piala Dunia atau Piala Eropa.

Terakhir The Three Lions jadi juara World Cup adalah tahun 1966. Empat tahun silam bahkan mereka tak lolos penyisihan di Brasil.

"Tapi saya melihatnya akan berbeda tahun ini. Inggris akan menyajikan sesuatu yang luar biasa, di luar bayangan banyak orang," ujar RD yang dijumpai Bola.com di kawasan Senayan dalam acara peluncuran sepatu Specs pekan lalu.

Ada beberapa hal yang membuat mantan pelatih Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2011 dan 2013 yakin Inggris layak dijagokan. "Mereka punya skuat muda yang kualitasnya merata di tiap lini. Gaya bermain mereka juga berubah di tangan Gareth Southgate," ujar Rahmad.

Pemain Inggris, Danny Welbeck (kiri) dan Harry Kane bertepuk tangan kepada pendukung di akhir laga uji coba Piala Dunia 2018 melawan Nigeria di Stadion Wembley, London, Inggris, Sabtu (2/6). Inggris menekuk Nigeria dengan skor 2-1.  (AP Photo/Matt Dunham)

Rahmad menyebut sosok, Marcus Rashford, Raheem Shaquille Sterling, Harry Kane, Dele Alli,  memberi penyegaran dalam sistem bermain Timnas Inggris. Permainan mereka berkembang di klub masing-masing.

Disebut Rahmad kehadiran Pep Guardiola (Manchester City), Jose Mourinho (Manchester United), Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspurs), serta Jurgen Klopp (Liverpool) di pentas Premier League menggerek performa pemain-pemain lokal Inggris.

"Style bermain mereka berkembang. Para pemain Timnas Inggris juga ditempa kompetisi kompetitif. Mereka pun terbiasa menjalani laga-laga berat sarat tekanan. Hal ini jadi modal saat mengarungi Piala Dunia 2018 nanti," ujar Rahmad.

Satu lagi yang menjadi nilai plus Inggris. "Patut diingat Inggris saat ini tengah berjaya di turnamen-turnamen elite junior. Hal itu menunjukkan mereka telah memperbaiki sistem pembinaan. Sama seperti Jerman atau Spanyol, yang beberapa tahun silam memulai cerita sukses dari pemain-pemain muda mereka," papar Rahmad Darmawan.

0 Komentar

Belum ada komentar

    Video Populer

    Foto Populer