Sukses


5 Pemain yang Zonk di Klub Setelah Tampil Gagah Piala Dunia: Overrated?

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia menjadi batu loncatan bagi sejumlah pemain untuk memikat hati petinggi klub-klub beken Eropa. Seperti di edisi-edisi sebelumnya, Piala Dunia 2022 Qatar juga jadi ajang pembuktian bagi pemain-pemain yang kurang terkenal guna meneruskan karier ke klub papan atas.

Namun, sayangnya, tak semua pemain yang tampil cemerlang di Piala Dunia bisa melanjutkannya ke klub yang sudah merekrutnya. Artinya, mereka gagal tampil dengan performa terbaiknya.

Di bawah ini ada lima pemain yang sebelumnya tampil moncer di Piala Dunia bersama negaranya masing-masing, tapi justru melempem di klub pembeli. Siapa saja?

 

2 dari 6 halaman

Kleberson (Atletico Paranaense - Manchester United)

Gelandang Brasil itu digembar-gemborkan oleh pelatih nasionalnya, Luiz Felipe Scolari, sebagai pemain yang ikut memenangkan Piala Dunia 2002. Sir Alex Ferguson jelas setuju dan mengontraknya dari Atletico Paranaense pada tahun berikutnya. Kleberson lalu diperkenalkan sebagai pemain Manchester United bersama Cristiano Ronaldo.

"Salah satu alasan kami menjual Juan Sebastian Veron adalah karena kami tahu kami mendapatkan Kleberson. Itu menunjukkan betapa kami menghargai bakatnya," kata Ferguson.

Tapi Ferguson ternyata salah. Kleberson hanya membuat 20 penampilan selama dua musim lantaran cedera. Pada 2005 dia dilepas ke Besiktas.

3 dari 6 halaman

Denilson (Sao Paolo - Real Betis)

Denilson menjadi salah satu pemain yang paling dicari setelah tampil di setiap pertandingan untuk Brasil saat mencapai final Piala Dunia 1998.

Pemain sayap Sao Paulo itu juga meraih penghargaan Pemain Paling Berharga Piala Konfederasi musim sebelumnya.

Ditandatangani oleh Real Betis dengan biaya memecahkan rekor dunia sebesar £ 21,5 juta, sepertinya Denilson akan menjadi hit di Estadio Benito Villamarin.

Akan tetapi, segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana. Denilson berjuang untuk menjadi starter secara reguler. Di musim keduanya, Betis degradasi ke Divisi Segunda.

Pemain Brasil itu kembali ke Flamengo dengan status pinjaman sebelum kembali ke Betis pada Januari 2001. Klub ini dipromosikan kembali ke Divisi Primera, tetapi Denilson jarang dimainkan di starting XI. Dia lebih sering dimainkan sebagai pemain pengganti.

Selanjutnya, Denilson pergi ke Bordeaux dengan status bebas transfer pada tahun 2005.

4 dari 6 halaman

El Hadji Diouf (Lens - Liverpool)

Liverpool mengumumkan penandatanganan pemain depan Senegal sehari setelah ia membantu negaranya mengejutkan pemegang Piala Dunia Prancis dengan kemenangan 1-0 di hari pembukaan Piala Dunia 2002.

Diouf direkrut tak semata-mata berdasarkan prestasinya di Jepang dan Korea Selatan, tetapi penampilannya di Piala Dunia memberi alasan bagi penggemar The Reds untuk mengapungkan asa.

Namun, Diouf gagal. Dia tak memenuhi ekspektasi. Dia berjuang untuk membuat dirinya disukai publik Anfield, namun sikapnya yang kerap kontroversial merusak semuanya.

Diouf mencetak dua gol dalam pertandingan Liga Premier keduanya untuk Liverpool sebelum dibekap cedera hingga Maret. Musim berikutnya Diouf tidak mencetak gol dalam 26 penampilan di liga.

Dia akhirnya dijual ke Bolton Wanderers pada Agustus 2004, setelah membuat 69 penampilan di semua kompetisi untuk Liverpool.

5 dari 6 halaman

James Rodriguez (Monaco - Real Madrid)

Di Piala Dunia 2014, dia tampil memesona bersama Timnas Kolombia. Dia juga menyabet Sepatu Emas untuk enam gol yang dikoleksinya. Setelah turnamen selesai, James merapat ke Santiago Bernabeu. Real Madrid harus mengeluarkan dana £ 60 juta agar bisa membawanya dari Monaco.

Dia menikmati musim pertama yang impresif, mencetak 17 gol dalam 46 laga. Seiring berjalannya waktu, James mulai redup. Dalam dua musim berikutnya, dia hanya bermain 65 kali sebelum akhirnya terparkir lama di bangku cadangan.

Zinedine Zidane masuk sebagai bos pada tahun 2015 juga tak mendatangkan kebaikan bagi James. Dia dipinjam sempat ke Bayern Munich (2017-2019) sebelumnya hijrah ke Everton serta Al-Rayyan.

6 dari 6 halaman

Andreas Isaksson (Rennes - Manchester City)

Kiper Swedia itu pindah ke Manchester City setelah bermain sebagai kiper nomor satu Swedia di Piala Dunia 2006 yang diadakan di Jerman. Biaya sebesar £2m yang dipatok Rennes juga masuk akal, sebelum City dibeli oleh Sheik Mansour.

Tapi, di Manchester City (2006-2008), Isaksson tak bisa tampil apik lantaran berkutat dengan cedera lutut, pergelangan kaki, dan ibu jari. Posisinya kemudian diambil oleh Joe Hart.

 

Sumber: dailymail

 

Video Populer

Foto Populer