Iran Nilai Piala Dunia 2026 di AS Tidak Aman bagi Timnasnya

Menteri olahraga Iran mengatakan Piala Dunia 2026 di AS tidak aman bagi timnas mereka.

Bola.com, Jakarta - Menteri Olahraga dan Pemuda Iran, Ahmad Donyamali, memberi sinyal kuat bahwa Timnas Iran kemungkinan besar tidak akan tampil di Piala Dunia 2026.

Ia menilai situasi keamanan saat ini tidak memungkinkan tim Iran untuk berpartisipasi, terutama karena turnamen tersebut akan digelar diĀ Amerika Serikat.

Dalam wawancara dengan jaringan televisi pemerintah IRIB Sports Network, Donyamali menegaskan bahwa kondisi saat ini tidak mendukung keikutsertaan timnas Iran.

"Dengan mempertimbangkan bahwa pemerintahan yang korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam kondisi apa pun, kami tidak memiliki situasi yang tepat untuk berpartisipasi di Piala Dunia," kata Donyamali.

"Para pemain kami tidak aman, dan kondisi untuk berpartisipasi tidak ada."

Ia juga menyinggung situasi konflik yang dialami negaranya dalam beberapa bulan terakhir.

"Selama delapan atau sembilan bulan terakhir, dua perang telah dipaksakan kepada kami dan beberapa ribu rakyat kami telah terbunuh dan menjadi martir. Karena itu, kami jelas tidak memiliki kemungkinan untuk berpartisipasi," ujarnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kekhawatiran Juga Disampaikan FFIRI

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj. Ia mengatakan bahwa serangkaian serangan yang terjadi belakangan ini telah mengubah cara pandang terhadap partisipasi Iran di Piala Dunia.

"Yang pasti adalah bahwa setelah serangan-serangan ini, sulit untuk memandang Piala Dunia dengan penuh harapan," kata Taj.

Ia juga mempertanyakan kemungkinan Timnas Iran bepergian ke Amerika Serikat untuk mengikuti turnamen tersebut.

"Bagaimana seseorang bisa optimistis tentang Piala Dunia di Amerika Serikat dalam kondisi seperti ini?" ujarnya.

"Jika Piala Dunia berlangsung dalam kondisi seperti ini, orang waras mana yang akan mengirim tim nasionalnya ke tempat seperti itu?"

Ā 

Infantino: Iran Tetap Disambut

Komentar tersebut muncul hampir bersamaan dengan pertemuan Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Washington untuk membahas berbagai isu terkait turnamen.

Melalui unggahan di Instagram, Infantino menyebut bahwa Trump menegaskan Timnas Iran tetap dipersilakan tampil di Piala Dunia 2026.

"Dalam diskusi tersebut, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi dalam turnamen di Amerika Serikat," tulis Infantino.

Persoalan Visa Pemain

Namun, masih belum jelas berapa banyak anggota Timnas Iran yang benar-benar akan diizinkan masuk ke Amerika Serikat.

Pada Desember lalu, sebelum konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran meningkat, Taj telah memperingatkan bahwa beberapa pemain dan staf Iran berpotensi tidak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat karena memiliki latar belakang militer.

Di Iran, semua pria diwajibkan menjalani wajib militer saat mencapai usia 19 tahun.

Sejumlah pemain TimnasĀ Iran diketahui pernah bertugas di Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), pasukan elitE Iran yang sejak 2019 ditetapkan oleh Amerika Serikat sebagai organisasi teroris asing.

Taj menghadiri undian Piala Dunia pada Desember lalu. Namun, satu di antara asisten pelatih Timnas Iran, Saeed Elhayi, tidak mendapatkan visa karena pernah bertugas di IRGC.

Banyak pemain Iran menjalani kewajiban militer mereka dengan bermain untuk klub-klub profesional yang berafiliasi dengan militer di liga utama Iran, meski sebagian lainnya menyelesaikan masa wajib militer secara penuh.

Satu di antara pemain paling terkenal yang pernah bertugas di IRGC adalah kapten TimnasĀ Iran, Mehdi Taremi, yang saat ini bermain untuk Olympiacos di Yunani. Ia sebelumnya juga pernah membela Inter Milan dan Porto.

Skenario Pengganti Iran

Jika pemerintah Iran benar-benar melarang timnas berangkat ke Piala Dunia 2026, sesuatu yang dinilai makin mungkin terjadi, maka keputusan itu justru bisa menyelesaikan dilema yang dihadapi FIFA, baik terkait hubungan dengan pemerintah Amerika Serikat maupun jadwal play-off kualifikasi yang akan berlangsung akhir bulan ini.

Tim yang paling berpeluang menggantikan Iran adalah Irak, yang saat ini menempati slot play-off.

Namun karena konflik yang sedang berlangsung, Irak telah meminta FIFA menunda pertandingan karena para pemain mereka yang berada di dalam negeri tidak dapat melakukan perjalanan dengan aman.

Jika Irak langsung dinyatakan lolos maka slot play-off yang kosong kemungkinan akan diisi oleh Uni Emirat Arab (UEA), yang berada di posisi berikutnya dalam peringkat kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 2026.

Ā 

Sumber: Inside World Football

Video Populer

Foto Populer