Timnas Iran Pindahkan Markas Latihan Piala Dunia 2026 ke Tijuana, Tucson Rugi Miliaran Rupiah

Keputusan mendadak itu membuat Tucson kehilangan status sebagai lokasi latihan resmi Piala Dunia 2026 dan memicu kerugian ekonomi besar bagi wilayah tersebut.

Bola.com, Jakarta - Timnas Iran memutuskan membatalkan rencana menjadikan Tucson, Arizona, sebagai lokasi pemusatan latihan untuk Piala Dunia 2026. Gantinya, Iran memilih Tijuana, Meksiko, dengan alasan kekhawatiran keamanan dan potensi masalah visa.

Keputusan mendadak itu membuat Tucson kehilangan status sebagai lokasi latihan resmi Piala Dunia 2026 dan memicu kerugian ekonomi besar bagi wilayah tersebut.

Direktur Kino Sports Complex, Sarah Hanna, mengatakan seluruh persiapan sebenarnya sudah matang sebelum keputusan Iran berubah.

“Semua kontraktor kami sudah dijadwalkan. Semua aparat penegak hukum kami juga sudah dijadwalkan,” ujar Hanna.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tucson Alami Kerugian Finansial Besar

Menurut pihak otoritas setempat, Kino Sports Complex telah mengeluarkan lebih dari USD75 ribu untuk biaya keamanan dan persiapan lainnya.

Dampak terbesar dirasakan oleh Westward Look Resort, hotel yang awalnya akan menjadi tempat menginap timnas Iran.

Manajemen hotel menyebut mereka kehilangan potensi pemasukan ratusan ribu dolar karena Iran berencana menyewa seluruh 241 kamar selama 30 hari penuh.

Selain itu, tim juga dijadwalkan membeli paket makan tiga kali sehari dengan biaya sekitar 40 dolar AS per orang per hari.

Supervisor Pima County, Matt Heinz, mengaku frustrasi karena menurutnya pihak daerah sama sekali tidak melakukan kesalahan.

“Kami tidak melakukan kesalahan apa pun. Ini bukan karena pihak county gagal atau kompleks olahraga kami tidak memadai,” kata Heinz.

“Itulah yang membuat situasi ini sangat membuat frustrasi.”

Kekhawatiran Protes Jadi Alasan Utama

Iran disebut khawatir terhadap potensi protes dan isu keamanan jika tetap berlatih di Tucson. Meski begitu, Heinz mengaku dirinya tidak terlalu khawatir soal ancaman demonstrasi.

“Saya sama sekali tidak memiliki kekhawatiran. Namun, saya memahami dan menghormati keraguan dari anggota tim Iran,” ujarnya.

Warga Tucson asal Iran, Amir Pajouyan, juga meyakini protes kemungkinan besar memang akan terjadi.

“Saya pikir itu 100 persen akan menjadi aksi protes,” katanya.

Namun menurut Pajouyan, kehadiran timnas Iran sebenarnya bisa menjadi momentum positif bagi masyarakat.

“Olahraga selalu menjadi cara untuk menyatukan orang-orang. Saya memiliki pemain sepak bola di tim saya yang berasal dari Amerika, dan mereka sangat antusias menyambut kedatangan tim ini,” lanjutnya.

FIFA Disebut Bantu Kurangi Kerugian

Kasus ini menjadi peluang besar kedua yang hilang bagi Tucson dalam beberapa waktu terakhir setelah tim bisbol setempat juga mengalami masalah visa.

Secara total, dua kejadian tersebut diperkirakan membuat Tucson kehilangan potensi dampak ekonomi hingga 13 juta dolar AS.

Meski demikian, Sarah Hanna menegaskan pihaknya tidak patah semangat dan tetap yakin Arizona selatan mampu menjadi tuan rumah event internasional di masa depan.

“Kami tidak patah semangat karena hal ini. Kami menyadari terkadang ada hal-hal yang berada di luar kendali, tetapi kami jelas tidak menyerah di Arizona selatan,” ujar Hanna.

Sementara FIFA disebut sedang mencari cara untuk membantu mengganti sebagian kerugian finansial akibat pembatalan tersebut.

Sumber: Kold

Video Populer

Foto Populer