FIFA Buka Investigasi terhadap Argentina usai Final Piala Dunia 2026, Apa Saja Pelanggarannya?

FIFA membuka proses disipliner terhadap Argentina usai final Piala Dunia 2026. Sejumlah pemain, staf, dan federasi diperiksa atas dugaan pelanggaran.

Bola.com, Jakarta - FIFA resmi membuka proses disipliner terhadap Argentina menyusul insiden pasca final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Sejumlah pemain, anggota staf pelatih, hingga federasi sepak bola Argentina menjadi objek penyelidikan dalam perkara ini.

Langkah tersebut diambil setelah FIFA pekan lalu menunjuk jaksa disiplin dan etik untuk mengkaji berbagai insiden selama turnamen. Salah satu fokus utama adalah keributan seusai Argentina kalah 0-1 dari Spanyol di New York New Jersey Stadium pada Juli lalu.

Menurut FIFA, beberapa pemain dan staf Argentina terlibat adu mulut serta bentrokan dengan pemain Spanyol setelah laga berakhir. Penilaian awal yang dilakukan otoritas terkait menjadi dasar dibukanya proses disipliner resmi.

Selain peristiwa di partai puncak, FIFA juga menyelidiki sejumlah dugaan pelanggaran lain yang melibatkan Timnas Argentina sepanjang gelaran akbar tersebut. Ruang lingkup perkara mencakup individu hingga aspek kelembagaan federasi.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Proses Disipliner FIFA Usai Final Piala Dunia 2026

Penunjukan jaksa disiplin dan etik oleh FIFA menjadi pijakan untuk mengumpulkan bukti, menelaah kronologi, dan mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat. Final yang diwarnai kekalahan 0-1 dari Spanyol memicu insiden lanjutan di area lapangan New York New Jersey Stadium.

Otoritas disiplin menilai terdapat adu argumen yang berujung kontak fisik ringan antara sejumlah personel Argentina dan pemain Spanyol. Hasil penilaian awal itu kemudian ditingkatkan menjadi proses resmi untuk menimbang potensi pelanggaran terhadap Kode Disiplin FIFA.

Pembukaan perkara tidak hanya menyoroti momen selepas peluit panjang, tetapi juga menautkan rangkaian dugaan pelanggaran lain selama turnamen. Dengan begitu, evaluasi FIFA meliputi perilaku kolektif dan tindakan individual sepanjang Piala Dunia 2026.

Daftar Pemain dan Staf Argentina yang Diselidiki

Berdasarkan rekomendasi jaksa disiplin, FIFA menyelidiki Nahuel Molina atas dua dugaan pelanggaran terkait tindakan penyerangan. Selain itu, Molina juga menghadapi satu dugaan tindakan tidak sportif dalam perkara terpisah.

Leandro Paredes diperiksa atas tiga dugaan pelanggaran dengan kategori yang sama sesuai Pasal 14 Kode Disiplin FIFA. Asisten pelatih Roberto Ayala turut masuk daftar penyelidikan atas satu dugaan penyerangan.

Thiago Almada dari Argentina dan gelandang Spanyol Gavi juga diduga melakukan tindakan tidak sportif. Berdasarkan Kode Disiplin FIFA, tindakan tidak sportif dapat berujung hukuman minimal satu pertandingan, sedangkan pelanggaran berupa penyerangan dapat dikenai skorsing sedikitnya tiga laga.

Federasi Sepak Bola Argentina Turut Diperiksa

Asosiasi Sepak Bola Argentina juga menghadapi proses disipliner atas dugaan pelanggaran dalam beberapa pertandingan selama turnamen. Dugaan tersebut mencakup penggunaan ajang olahraga untuk demonstrasi nonolahraga, pelanggaran perilaku tim, diskriminasi dan rasisme, serta pelanggaran ketertiban dan keamanan pertandingan.

Pelanggaran yang diselidiki antara lain nyanyian dan gestur diskriminatif, keterlambatan kick-off, pesan yang dianggap tidak pantas dari tim maupun suporter, hingga pelemparan benda oleh penonton. Deretan temuan ini masuk dalam cakupan evaluasi FIFA terhadap kepatuhan regulasi.

Salah satu peristiwa yang menjadi perhatian terjadi usai Argentina mengalahkan Inggris di semifinal. Saat itu para pemain merayakan kemenangan dengan membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Kepulauan Falkland adalah milik Argentina".

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer