Piala Dunia 2026: Bintang The Yanks Ini Mungkin Tak Pernah Jadi Warga AS jika Aturan Trump Berlaku Lebih Dulu

Presiden Donald Trump ingin menghapus aturan yang membuat bintang The Yanks, Folarin Balogun, jadi warga AS.

Bola.com, Jakarta - Folarin Balogun langsung mencuri perhatian pada laga perdananya di Piala Dunia 2026.

Penyerang berusia 24 tahun itu mencetak dua gol saat Timnas Amerika Serikat mengalahkan Paraguay 4-1, sekaligus mengukir catatan yang belum pernah dicapai pemain Negeri Paman Sam selama hampir satu abad.

Balogun menjadi pemain Amerika Serikat pertama yang mampu mencetak dua gol dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak 1930.

Ia membuka kontribusinya dengan gol kaki kanan yang membawa The Yanks unggul 2-0, lalu melepaskan tembakan keras menggunakan kaki kiri untuk mengubah skor menjadi 3-0 sebelum turun minum.

Dua gol tersebut menjadi fondasi kemenangan meyakinkan tim asuhan Mauricio Pochettino pada laga pembuka Piala Dunia 2026.

Namun, di balik penampilan gemilang itu, tersimpan kisah unik yang kini kembali menjadi sorotan karena berkaitan dengan kebijakan kewarganegaraan yang sedang didorong Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kelahiran Tak Terduga di AS

Balogun lahir di New York dari pasangan orang tua asal Nigeria yang menetap di London. Namun, kelahirannya di Amerika Serikat sebenarnya tidak pernah direncanakan.

Saat sedang mengandung, ibunya melakukan perjalanan dari London ke New York bersama sang suami.

Ketika hendak kembali ke Inggris, maskapai penerbangan tidak mengizinkannya terbang karena kondisi kehamilan yang sudah cukup tua.

Akibat situasi tersebut, Balogun lahir di Amerika Serikat sebelum akhirnya dibawa kembali ke London, dua bulan kemudian.

Florence, ibunda Balogun, mengenang peristiwa itu dalam sebuah wawancara.

"Saya melahirkannya pada Juli dan pada akhir Agustus kami sudah kembali ke London," ujar Florence.

"Saya tidak percaya segala sesuatu terjadi karena kebetulan. Saya merasa perjalanan saya ke Amerika dan fakta bahwa saya melahirkannya di sana adalah sesuatu yang selalu melekat dalam pikiran saya. Bahkan ketika dia belum memikirkan pilihan tim nasional, saya sudah memutuskan bahwa dia akan bermain untuk Amerika Serikat," tuturnya.

Cerita sang Ibu

Lantaran lahir di wilayah Amerika Serikat, Balogun otomatis memperoleh kewarganegaraan negara tersebut berdasarkan prinsip kewarganegaraan karena tempat lahir yang diatur dalam Amendemen Ke-14 Konstitusi Amerika Serikat.

Aturan itulah yang kini ingin diubah oleh Trump setelah kembali menduduki Gedung Putih pada awal 2025.

Presiden berusia 79 tahun tersebut mendorong perubahan aturan agar anak-anak dari imigran maupun pendatang dengan visa sementara tidak lagi otomatis mendapatkan status warga negara Amerika Serikat saat lahir.

Menurut The Independent, jika aturan yang diusulkan Trump sudah berlaku 24 tahun lalu, Balogun tidak akan memenuhi syarat untuk membela Timnas Amerika Serikat.

Melihat penampilan sang penyerang pada debutnya di Piala Dunia 2026, banyak pendukung Amerika Serikat tentu bersyukur situasinya berbeda saat Balogun lahir.

Pilih AS Ketimbang Inggris

Meski lahir di New York, Balogun tumbuh besar di Inggris dan sempat menjadi bagian dari berbagai kelompok usia Timnas Inggris.

Mantan pemain Arsenal itu tampil 13 kali bersama tim Inggris U-20 dan mencetak tujuh gol. Namun, pada 2023 ia memutuskan mengubah pilihan internasionalnya dan beralih membela Amerika Serikat.

Sebelum mengambil keputusan tersebut, Balogun menarik diri dari skuad kelompok usia Inggris. Ia kemudian bertemu skuad Amerika Serikat dan pelatih interim, Anthony Hudson, di Orlando.

Sejumlah pembicaraan dengan Christian Pulisic dan Matt Turner juga menjadi bagian dari proses yang akhirnya membuatnya memilih Amerika Serikat.

Ketika keputusan itu disampaikan kepada keluarganya, respons yang diterimanya sangat emosional.

"Saat saya menyampaikan kabar itu kepada keluarga, mereka semua sangat gembira, terutama ibu saya," kata Balogun kepada ESPN.

Alasan Pilih AS

Sejumlah laporan menyebut minimnya peluang untuk menembus susunan pemain utama Timnas Inggris menjadi satu di antara faktor yang memengaruhi keputusannya.

Meski begitu, Balogun menegaskan bahwa membela Amerika Serikat memiliki arti yang sangat besar bagi dirinya.

"Mewakili Amerika Serikat sangat berarti bagi saya, lebih besar daripada yang dibayangkan banyak orang. Saya sangat bangga dan merasa terhormat mendapatkan kesempatan ini. Saya ingin memberikan segalanya yang saya miliki agar tim kami bisa meraih kesuksesan," ujar Balogun.

 

Sumber: Give Me Sport

Video Populer

Foto Populer