5 Penampilan Kiper Terbaik Sepanjang Masa setelah Aksi Heroik Eloy Room di Piala Dunia 2026: Manuel Neuer hingga Thibaut C

5 Penampilan Kiper Terbaik Sepanjang Masa Setelah Aksi Heroik Eloy Room di Piala Dunia 2026: Dari Manuel Neuer, Tim Howard, Hingga Thibaut Courtois

Bola.com, Jakarta - Saat ini semua orang mencari tahu siapa gerangan Eloy Room. Sebelum Piala Dunia 2026 digelar, tak banyak yang tahu siapa sejatinya Eloy Room.

Tapi, kini, nama Eloy Room dibicarakan di mana-mana. Ia mendadak beken. Eloy Room memang layak disanjung setinggi awan.

Bagaimana tidak, aksinya dalam laga kedua Grup E kontra Ekuador yang mentas di Stadion Arrowhead, Kansas City, Amerika Serikat, Minggu (21/6/2026) menuai pujian.

Penjaga gawang berusia 37 tahun itu setidaknya mementahkan 15 tembakan tepat sasaran yang dilepaskan pemain-pemain Ekuador.

Aksi ciamik pemain kepunyaan Vitesse walhasil menyelamatkan negaranya dari kekalahan kedua setelah pada laga pertama dibantai Jerman 7-1.

Selain itu, hasil imbang tanpa gol kontra Ekuador sekaligus menempatkan Eloy Room sebagai kiper kedua yang melakukan penyelamatan terbanyak kedua dalam sejarah panjang Piala Dunia sejak digulirkan pertama kali pada 1930.

Posisi pertama masih dipegang oleh kiper Amerika Serikat, Tim Howard, saat Paman Sam bertanding melawan Belgia di Piala Dunia 2014. Saat itu, Howard tampil cemerlang dengan 16 penyelamatan.

Sejumlah penjaga gawang juga melimpah aplaus berkat performa luar biasa mereka di bawah mistar gawang.

Tak hanya di pentas terakbar tahunan, aksi-aksi heroik juga tersaji di pentas bergengsi lainnya.

Dilansir Planetfootball, berikut lima Spiderman terbaik sepanjang masa setelah sensasi spektakuler Eloy Room:

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Manuel Neuer - Jerman vs Aljazair (2014)

Kiper seperti Neuer memiliki banyak momen tak terlupakan sepanjang kariernya, tetapi pertandingan yang paling menentukan dirinya terjadi di Piala Dunia 2014.

Meskipun kiper tipe sweeper kini populer, Neuer adalah pelopor gaya permainan tersebut dan menunjukkan kemampuannya melawan Aljazair di babak 16 besar ketika ia melakukan penyelamatan di luar kotak penalti sama banyaknya dengan di dalam kotak penalti.

Pertahanan Neuer akhirnya jebol pada menit ke-121, tetapi saat itu Jerman sudah mencetak dua gol di sisi lain lapangan.

Tim Howard - AS vs Belgia (2014)

Meski Amerika Serikat kalah 1-2 dari Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2014, Tim Howard tetap mencatatkan sejarah. Kiper AS itu membukukan 16 penyelamatan dalam satu pertandingan, rekor Piala Dunia yang hingga kini belum terpecahkan.

Penampilan luar biasa Howard membuat Belgia kesulitan mencetak gol dan mencegah kekalahan AS menjadi lebih telak. Salah satu pemain yang dibuat frustrasi adalah Kevin Mirallas, rekan setim Howard di Everton saat itu.

"Itu adalah penampilan terbaik seorang penjaga gawang yang pernah saya lihat," kata Mirallas usai pertandingan.

Howard berusia 35 tahun saat itu.

Petr Cech – Chelsea vs Bayern Munich (2012)

Petr Cech menjadi salah satu pahlawan utama Chelsea saat menjuarai Liga Champions 2012 melawan Bayern Munich.

Chelsea yang berstatus underdog mampu bertahan dari tekanan tuan rumah berkat penampilan luar biasa ÄŒech di bawah mistar. Momen paling krusial terjadi di perpanjangan waktu ketika ia menggagalkan penalti Arjen Robben.

Penyelamatan tersebut menjaga Chelsea tetap hidup hingga akhirnya mereka keluar sebagai juara Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Rogerio Ceni – Sao Paulo vs Universidad Catolica (2013)

 

Meski kebobolan tiga gol, penampilan Rogério Ceni tetap dianggap luar biasa saat São Paulo menghadapi Universidad Católica di leg kedua babak 16 besar Copa Sudamericana 2013.

São Paulo yang berstatus underdog justru tampil mengejutkan dan meraih kemenangan atas tim unggulan asal Chile tersebut, dengan Ceni menjadi kunci di bawah mistar.

Ia mencatat sejumlah penyelamatan spektakuler, termasuk tiga penyelamatan dengan posisi sulit dari belakang tubuhnya serta dua refleks ujung jari yang mencegah bola masuk ke gawang.

Berkat aksi heroiknya, São Paulo mampu membalikkan keadaan dan melaju ke babak selanjutnya.

 

Thibaut Courtois – Real Madrid vs Liverpool (2018)

Setelah kalah di final 2018 dari mereka, para penggemar Liverpool sudah punya alasan untuk tidak menyukai Real Madrid, tetapi kebencian mereka bisa diringkas menjadi satu orang di tahun 2022, Thibaut Courtois.

Kiper asal Belgia itu tampil luar biasa di bawah mistar gawang dalam pertandingan yang seharusnya dimenangkan Liverpool.

Tim Anfield melepaskan 23 tembakan dibandingkan dengan tiga tembakan Madrid, namun tim Spanyol itulah yang membawa pulang trofi.

Courtois meraih penghargaan pemain terbaik pertandingan karena berhasil menjaga gawangnya tetap aman dengan xG (expected goals) sebesar 2,19.

Sumber: Planetfootball

Video Populer

Foto Populer