Makna Mendalam di Balik Selebrasi Selancar Samba Matheus Cunha: Kepingan Kampung Halaman

Dalam pertandingan yang berlangsung di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Sabtu (20/6/2026) itu, Matheus Cunha sukses menyumbangkan dua gol pada menit ke-23 dan 36’ untuk membantu Brasil menggilas Haiti empat gol tanpa balas.

Bola.com, Jakarta - Bintang Manchester United (MU), Matheus Cunha, akhirnya mendapatkan momentumnya untuk memperagakan selebrasi ikonik ‘selancar samba’ saat membantu Timnas Brasil menang atas Haiti pada lanjutan Grup C Piala Dunia 2026.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Sabtu (20/6/2026) itu, Matheus Cunha sukses menyumbangkan dua gol pada menit ke-23 dan 36’ untuk membantu Brasil menggilas Haiti empat gol tanpa balas.

Dari gol-gol itu, penyerang berusia 27 tahun ini merayakan golnya dengan membungkuk rendah dan seolah mengendarai ombak imajiner di depan kamera. Selebrasi ini pertama kali muncul pada 2025 ketika bermain untuk Wolverhampton Wanderers.

Namun, di balik gerakan ikonik itu, ada sebuah kisah yang berakar pada sesuatu yang jauh lebih pribadi. Ini mungkin tak disadari oleh sebagian besar penggemarnya. Kisah ini berkaitan erat dengan tempat masa kecil Cunha dan caranya melepaskan diri dari tekanan sepak bola.

Selebrasi ini selalu mengikuti pola yang sama setiap kali ia mencetak gol. Cunha akan menjatuhkan diri ke tanah seolah sedang melompat ke atas papan selancar, mendayung sebentar dengan kedua tangannya.

Setelah itu, ia lalu langsung bangkit berdiri dan mengendarai ombak imajiner, persis seperti yang dilakukan seorang peselancar saat menangkap ombak di laut.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Arti Selebrasi Selancar Cunha

Selebrasi yang awalnya dimulai sebagai gerakan sederhana yang meniru keseimbangan di atas papan selancar kini telah berubah menjadi sebuah pertunjukan utuh, meski hanya berlangsung beberapa detik.

Gerakan ini menjadi bagian yang paling sering dibicarakan dari performa Cunha baik ketika memperkuat Manchester United maupun Brasil. Momen ini pula yang rutin dipotong dan dibagikan di media sosial setiap kali ia mencetak gol.

Saat berbicara tentang selebrasi tersebut, Cunha menegaskan bahwa gerakan itu bukan sekadar untuk ajang pamer. "Sekarang saya sudah dianggap sebagai anak selancar,” ujar Cunha seperti dikutip dari Give Me Sport.

Eks pemain Wolverhampton Wanderers itu menjelaskan bahwa olahraga tersebut merupakan bagian dari hidupnya. Dia menegaskan, selebrasi ini bukan hanya sekadar gimmick yang diciptakan ketika berada di kamera.

Selebrasi dan Cerita Historis

Ia menceritakan dari mana kecintaannya pada olahraga selancar ini berasal. Dia tumbuh besar di Joao Pessoa di timur laut Brazil. Lalu, akhirnya Cunha belajar menunggangi ombak di Baia Formosa, kota kelahiran sahabat dekatnya, Italo Ferreira.

Sebagai informasi, Ferreira merupakan juara World Surf League 2019 sekaligus peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

"Selancar telah menjadi bagian besar dalam hidup saya, sebuah cara untuk bersantai," kata pemain yang mengukir debut untuk Timnas Brasil pada 2 September 2021 ketika menghadapi Chile tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa ia mengikuti perkembangan olahraga tersebut hampir sama dekatnya dengan sepak bola, dan menganggap Ferreira sebagai salah satu sahabat terbaiknya sejak kecil.

Kepingan Kampung Halaman

Bagi siapa pun yang baru mengenal sepak bola dan belum familier dengan gerakan tersebut, ini adalah cara pemain binaan akademi Coritiba itu membawa kepingan kampung halamannya ke dalam lapangan.

Matheus Cunha menggunakan selancar, baik sebagai pelarian dari tekanan sepak bola profesional maupun sebagai cara untuk mengekspresikan kepribadiannya, setelah bola bersarang di dalam gawang.

Hal ini juga menjelaskan mengapa selebrasi ini memiliki makna yang jauh lebih mendalam baginya dibandingkan dengan selebrasi gol standar seperti yang biasa dilakukan oleh para pesepak bola pada umumnya.

Mengingat seberapa banyak waktu yang sebenarnya ia habiskan untuk olahraga tersebut di luar sepak bola. Ketika sudah berkarier di Liga Inggris, dia bahkan pernah mencobanya di perairan dingin Bristol.

Sumber: Give Me Sports

 

Persaingan di Grup C Piala Dunia 2026

Video Populer

Foto Populer