Arsene Wenger Tegaskan Jeda Hidrasi Tak Pengaruhi Hasil di Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan Evaluasi

Arsene Wenger menilai jeda hidrasi Piala Dunia 2026 tak mengubah hasil. FIFA akan mengevaluasi kebijakan tiga menit per babak usai turnamen.

Bola.com, Jakarta - Arsene Wenger menegaskan jeda hidrasi yang diterapkan di setiap pertandingan Piala Dunia 2026 tidak mengubah alur permainan maupun hasil akhir. Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA itu menyampaikan posisi FIFA di tengah kritik publik dan perdebatan soal momentum laga serta aspek komersial.

Wenger, yang dikenal sebagai mantan manajer Arsenal, menyebut FIFA akan meninjau ulang kebijakan tersebut setelah turnamen berakhir. Evaluasi menyeluruh itu akan menjadi dasar keputusan apakah jeda hidrasi tetap dipakai pada kompetisi mendatang.

Kebijakan ini mewajibkan jeda hidrasi selama tiga menit di pertengahan setiap babak pada seluruh laga Piala Dunia 2026. Aturan yang berorientasi pada kesehatan pemain tersebut memantik diskusi luas di kalangan penggemar dan pelaku sepak bola.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Wenger Tegaskan Jeda Hidrasi Tak Ubah Hasil Pertandingan

Menjawab pertanyaan tentang dampak jeda hidrasi terhadap pertandingan, Wenger berkata, "Tidak." Ia menambahkan dari pengamatannya, jeda tersebut tidak terlihat mengubah hasil kompetisi, seraya menekankan FIFA hadir untuk melayani para penonton sepak bola.

Pernyataan Wenger merespons gelombang kritik yang menilai jeda tiga menit di pertengahan babak mengganggu ritme permainan. Ia menilai kebijakan itu tidak memengaruhi jalannya pertandingan maupun siapa pemenangnya.

Di awal turnamen, sebagian penonton sempat mencemooh ketika jeda ini diberlakukan. Namun, Wenger tetap berpijak pada temuan internal hingga saat ini, sembari menyiapkan evaluasi kebijakan usai kompetisi.

Penerapan Universal di Piala Dunia 2026 dan Pro-Kontra

Wenger menjelaskan bahwa jeda hidrasi berlaku universal di seluruh pertandingan, termasuk di lokasi yang bersuhu lebih dingin atau stadion tertutup. Penerapan menyeluruh itu didasari kebutuhan medis yang muncul pada laga-laga lain yang dimainkan dalam kondisi panas ekstrem.

Para pengkritik berpendapat jeda ini memecah laga menjadi empat kuarter dan mengganggu momentum permainan. Isu budaya sepak bola juga mencuat, dengan pandangan bahwa ritme alami pertandingan ikut tergerus oleh interupsi terjadwal.

Pelatih Uruguay, Marcelo Bielsa, menjadi salah satu suara paling lantang. Ia menyatakan jeda hidrasi tidak memberikan nilai tambah pada sepak bola dan justru merusak esensi budaya olahraga tersebut.

Siaran Iklan, Pedoman Ketat, dan Evaluasi FIFA Setelah Turnamen

Di luar aspek teknis, kebijakan ini juga disorot dari sisi komersial. Jeda lebih dari dua menit membuka ruang bagi penyiar untuk menayangkan iklan. FIFA mengizinkan penayangan iklan selama jeda hidrasi, tetapi dengan pedoman ketat.

Menurut pedoman tersebut, penyiar wajib kembali ke siaran langsung 30 detik sebelum permainan dilanjutkan. Fox, salah satu penyiar di Amerika Serikat, sempat melanggar aturan ini pada laga pembuka Piala Dunia 2026 dengan kembali ke siaran langsung 10 detik setelah permainan dimulai lagi.

Masa depan kebijakan jeda hidrasi belum diputuskan. FIFA akan meninjau ulang penerapannya setelah turnamen berakhir sebelum menentukan langkah di kompetisi mendatang. "Kami akan melakukan analisis mendalam setelah kompetisi," kata Wenger.

Video Populer

Foto Populer