Sukses


7 Gejala Peradangan Otak, Jangan Diabaikan

Bola.com, Jakarta - Peradangan, seperti diketahui, juga bisa terjadi pada bagian otak. Peradangan otak terjadi ketika otak atau sumsum tulang belakang meradang.

Peradangan ini bisa menyebabkan iritasi dan pembengkakan jaringan otak atau pembuluh darah.

Penyakit ini bisa disebabkan berbagai faktor, mulai infeksi bakteri, virus, obat-obatan, atau efek dari penyakit lain.

Saat peradangan terjadi di otak, tubuh mungkin akan mengalami gejala tertentu. Penting bagi kita untuk mengetahui gejala yang dirasakan, sehingga bisa melakukan antisipasi agar tidak terjadi kondisi yang lebih parah serta membantu kita mendapatkan perawatan yang tepat.

Hal ini disebabkan karena tanda peradangan otak mungkin tidak disadari lantaran mirip dengan penyakit ringan lain.

Peradangan otak bisa memengaruhi fokus, penglihatan, dan kondisi psikologis seseorang. 

Berikut tanda peradangan otak yang jarang disadari seperti disadur Bola.com dari Liputan6, Senin (13/4/2020).

2 dari 4 halaman

Leher Kaku

1. Leher Kaku

Leher yang terasa kaku bisa menjadi gejala pembengkakan pada otak. Tanda satu ini bisa menjadi gejala ensefalitis dan meningitis.

Ensefalitis dan meningitis merupakan penyakit yang menyebabkan peradangan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang, biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus.

Leher kaku yang mengindikasikan adanya peradangan otak biasanya disertai gejala lain, seperti sakit kepala atau demam.

2. Mual dan Muntah

Mual merupakan sensasi yang tidak menyenangkan pada perut. Mual kerap diiringi oleh muntah. Meski banyak kasus mual sembuh sendiri, beberapa mungkin merupakan tanda suatu penyakit.

Penyebab mual hampir selalu akibat masalah pada satu di antara dari ketiga bagian tubuh, yaitu otak dan cairan tulang belakang, organ-organ panggul dan perut, serta telinga bagian dalam.

Peradangan otak dan selaput otak bisa memberi seseorang perasaan mual hingga muntah.

3. Stres

Seseorang bisa merasakan stres atau Depresi saat otak meradang. Jenis peradangan ini biasanya berhubungan dengan gaya hidup.

Tidak cukup tidur dan keterampilan manajemen stres yang buruk juga dapat membuat gejala ini menjadi lebih buruk.

Stres juga bisa menjadi satu di antara faktor timbulnya peradangan otak. Stres kronis merusak fungsi otak dalam berbagai cara. Stres dapat mengganggu peraturan sinapsis yang mengakibatkan hilangnya kemampuan bersosialisasi dan menghindari interaksi dengan orang lain.

Stres dapat membunuh sel-sel otak dan bahkan mengurangi ukuran otak. Stres kronis memiliki efek menyusut pada korteks prefrontal, area otak yang bertanggung jawab untuk memori dan pembelajaran.

3 dari 4 halaman

Sakit Kepala dan Migrain

4. Mudah Merasa Lelah

Tubuh bisa merasakan lelah yang lebih sering saat otak mengalami peradangan. Kelelahan adalah perasaan terus-menerus lelah, lemah, lambat atau berat untuk beraktivitas.

Kelelahan bervariasi dalam intensitas pada waktu yang berbeda dalam sehari dan dari satu hari ke hari berikutnya. Kelelahan juga bisa mengubah pola tidur dan memperburuk stres.

Untuk mengatasi masalah ini, Anda bisa mengubah pola makan menjadi lebih sehat. Selain membatasi asupan gula dan kafein, penting untuk mengonsumsi makanan yang kaya vitamin B dan asam lemak omega-3. Makanan ini bisa memberi dorongan energi dan meminimalkan peradangan.

5. Sakit Kepala dan Migrain

Sakit kepala dan migrain bisa jadi hanya gangguan kecil. Namun, masalah ini bisa juga disebabkan oleh sesuatu yang lebih serius yang mungkin memerlukan perhatian medis.

Sakit kepala atau migrain yang parah bisa menjadi pertanda peradangan atau pembengkakan otak.

Sakit kepala primer disebabkan langsung oleh aktivitas yang berlebihan dari struktur di kepala yang peka terhadap rasa sakit. Ini termasuk pembuluh darah, otot, dan saraf kepala dan leher. Sakit kepala dan migrain juga mungkin hasil dari perubahan aktivitas kimia di otak.

Meski begitu, tanda ini sangat jarang dan biasanya dikaitkan dengan gejala neurologis lainnya karena lesi massa atau infeksi. Untuk lebih memastikan penyebab sakit kepala atau migrain ini, disarankan untuk berkonsultasi pada dokter.

4 dari 4 halaman

Perubahan Penglihatan

6. Penglihatan Berubah

Perubahan penglihatan yang dimaksud, yakni segala perubahan dalam kemampuan untuk melihat secara normal dan termasuk penglihatan kabur, penglihatan berkabut, penglihatan ganda, melihat bintik-bintik dalam penglihatan, atau hilangnya penglihatan.

Perubahan penglihatan dapat terjadi pada satu atau kedua mata. Perubahan penglihatan mungkin berasal dari mata itu sendiri atau mungkin disebabkan berbagai kondisi yang memengaruhi seluruh tubuh.

Perubahan penglihatan juga bisa menjadi tanda adanya gangguan pada otak. Ini karena mata dan otak sangat terhubung. Perubahan penglihatan juga bisa disebabkan oleh migrain atau tumor pada otak.

7. Kabut Otak

Kabut otak atau brain fog adalah ketidakmampuan untuk memiliki memori atau kurangnya fokus yang tajam. Kabut otak dapat membuat aktivitas berpikir, memahami, dan mengingat tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Kabut otak bisa disebabkan peradangan pada otak. Peradangan otak paling sering bermanifestasi sebagai kabut otak dan fungsi otak yang lambat. Hal ini karena peradangan otak menghambat produksi energi dalam neuron, membuatnya lebih sulit untuk berkomunikasi satu sama lain.

 

Sumber asli: berbagai sumber

Disadur dari: Liputan6.com (Penulis: Anugerah Ayu Sendari, Editor: Rizky Mandasari. Published: 12/4/2020)

Bola Babes: Trip ke Sirkuit Mandalika Bikin Penasaran

Video Populer

Foto Populer