Sukses


Kondisi Atlet Drop, NPC Indonesia Kembali Gelar Pelatnas di Solo

Bola.com, Solo - National Paralympic Committee (NPC) Indonesia akan kembali memanggil atletnya ke Kota Solo untuk program pemusatan latihan. Hal ini tak lepas dari menurunnya kondisi para atletnya.

Diketahui seluruh atlet pelatnas NPC Indonesia diberikan kesempatan kembali ke kampung halaman masing-masing, karena pandemi COVID-19. Berbagai kejuaraan olahraga difabel yang ikut terdampak, membuat atlet berlatih secara daring.

Awalnya para atlet tetap menjaga kebugaran meski dari dilakukan dari kediaman masing-masing. Mereka tetap dipantau secara virtual oleh tim pelatih NPC Indonesia. Akan tetapi justru semakin membuat kondisi fisik tidak maksimal.

Oleh karena itu, pengurus pusat NPC Indonesia memanggil kembali atlet penyandang disabilitas terbaik Indonesia untuk kembali ke Kota Bengawan awal Oktober mendatang. Hal itu disampaikan oleh Sekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto.

"Mulai 2 Oktober nanti kami akan menggelar pelatnas offline di Solo sampai bulan Desember. Artinya atlet kembali berlatih secara langsung dihadapan pelatih seperti pelaksanaan di waktu normal," ujar Rima Ferdianto kepada Bola.com, Senin (28/9/2020).

"Sebelumnya lewat cara daring atau virtual. Namun justru mengalami kendala seperti venue, waktu latihan, kurang maksimal drop sekali kondisi kebugarannya, termasuk Ni Nengah Widiasih. Karena kondisi pandemi COVID-19 yang membuat banyak keterbatasan," terangnya.

2 dari 3 halaman

35 Atlet

Atlet NPC Indonesia yang akan kembali ke Kota Solo tentunya wajib menjalani berbagai protokol kesehatan yang ketat. Di Kota Solo kasus COVID-19 masih cukup tinggi.

Pelatnas NPC Indonesia kali ini akan diikuti oleh delapan cabang olahraga (cabor), yakni atletik, renang, bulutangkis, balap sepeda,panahan, tenis meja, angkat berat, menembak.

Atlet yang akan menjalani pelatnas tidak diperkenankan membaur dengan masyarakat umum. Termasuk tempat penginapan atlet yang steril dari tamu, hingga venue antar cabor yang wajib terpisah.

"Jumlah atlet 35, setiap sebulan sekali atlet melakukan swab test, termasuk sebelum dan sesudah melakukan try out. Kalau ada atlet yang positif COVID-19, akan ada ruangan khusus untuk karantina sampai pulih kembali," bebernya.

"Masing-masing cabor ada satu armada bus, briefing penggunaan masker hand sanitizer, dan disinfektan. Bagaimanapun penanganan harus ekstra arena atlet terus berjuang mengejar poin Paralimpiade selama pelatnas nanti," jelas Rima Ferdianto.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Video Populer

Foto Populer