Sukses


VIDEO: Kisah Mengharukan Pembawa Obor Olimpiade Tokyo, Noriyuki Suzuki

Bola.com, Ishinomaki - Olimpiade Tokyo akan digelar akhir Juli sampai dengan awal Agustus 2021. Salah satu pembawa obor gelaran olahraga antar negara-negara di dunia tersebut yaitu Noriyuki Suzuki. Siapakah dirinya?

Noriyuki Suzuki adalah ayah dari seorang anak putri berusia 12 tahun bernama Mai. Ia adalah salah satu korban dari 18.000 orang, seperti dilansir First Post, yang tewas karena bencana Tsunami yang pernah melanda Jepang pada 2011. Mai juga menjadi salah satu murid yang wafat di SD Okawa.

Suzuki baru menemukan Mai dua hari setelah bencana. Ia melihat sepatu yang timbul di tanah. Sepatu tersebut bertuliskan nama putrinya, Mai.

"Anak kami Mai memakai kacamata. Mai menggunakan kacamata saat saya menemukannya. Saat itu, saya berpikir bila mengguncangkan tubuhnya, ia akan terbangun. 'Mai, Mai' kata saya sambil menggoyangkan tubuhnya. Akan tetapi, ia tidak bangun juga," ujar Suzuki saat menceritakan kejadian ketika menemukan sang putri, seperti dilansir dari AP.

Pada 11 Maret 2011, gempa bumi bear mengguncang Jepang di lepas pantai Pasifik Tohoku. Gempa bumi tersebut mengakibatkan adanya tsunami setinggi 40,5 meter. SD Okawa di Prefektur Miyagi menjadi salah satu tempat yang terkena dampak dari tsunami itu.

Semenjak wafatnya Mai, Noriyuki Suzuki berbagi informasi tentang pentingnya memiliki rencana evakuasi kepada orang-orang yang berkunjung ke sekolah di perfektur Miyagi yang terkena dampak dari tsunami 2011. Pembawa obor Olimpiade Tokyo itu juga mengatakan bahwa putrinya dan murid-murid lainnya mungkin akan tetap hidup bila guru mereka memiliki pengetahuan terkait evakuasi bila terjadi bencana alam.

Video Populer

Foto Populer