Dharma Raj Ungkap Potensi Besar Indonesia di Hoki: Ambil 30 Persen Talenta Sepak Bola, Hasilnya Bisa Luar Biasa

Pelatih Timnas Hoki Indonesia, Dharma Raj, menilai perubahan positif di olahraga hoki di Tanah Air mulai terasa sejak dua tahun terakhir.

Bola.com, Jakarta - Perkembangan olahraga hoki di Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda positif dalam beberapa tahun terakhir. Meski sebelumnya kurang mendapat sorotan, kini cabor tersebut perlahan menarik minat masyarakat.

Pelatih Timnas Hoki Indonesia, Dharma Raj, menilai perubahan itu mulai terasa sejak dua tahun terakhir. Menurutnya, semakin banyak daerah di Indonesia yang mulai mengenal dan memainkan hoki.

Bola.com belum lama ini mendapatkan kesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Dharma Raj. Dalam perbincangan tersebut, pelatih asal Malaysia itu berbicara banyak hal, termasuk potensi besar yang dimiliki Indonesia untuk mengembangkan olahraga hoki.

"Mulanya hoki ini kan olahraga yang tidak terlalu dilirik. Tapi belakangan ini sejak 2023 sampai 2025 olahraga ini mulai terlihat. Sudah banyak tempat orang mulai bermain di seluruh Indonesia," buka Dharma Raj.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Potensi Besar dari Anak-anak Sepak Bola

Dharma Raj mengatakan, Indonesia sebetulnya memiliki sumber daya atlet yang melimpah. Hal itu terlihat dari besarnya minat masyarakat terhadap sepak bola, bahkan sejak usia dini.

Ia melihat banyak anak-anak Indonesia memiliki kemampuan motorik, kecepatan, serta postur tubuh yang bagus. Jika sebagian dari mereka bisa diarahkan ke hoki, kualitas pemain Indonesia diyakini meningkat pesat.

"Cuma saya pikir untuk sepak bola kalau kita melihat anak kecil saja Indonesia banyak yang bermain ya. Saya kan pelatih saya lihat olahraga-olahraga lain gimana mereka berjalan seperti apa. Kalau sepak bola itu anak Indonesia sangat fanatik," katanya.

"Kalau separuh pemain bola tahu kalau mereka enggak bisa sampai ke level top dan seandainya separuh dari mereka bisa ditarik ke hoki sudah pasti kita mempunyai pemain yang benar-benar bagus, karena saya lihat mereka punya potensi," imbuh dia.

 

Mencontoh Malaysia

Pelatih berusia 57 tahun tersebut kemudian mencontohkan perkembangan hoki di negaranya. Di sana, tidak sedikit atlet dari cabang olahraga lain yang beralih ke hoki dan mampu menjadi pemain bintang.

"Kalau di Malaysia misal mereka tahu cabor lain ketinggian atau kompetisinya susah mereka pindah ke hoki dan beberapa dari mereka bisa menjadi bintang. Saya berharap mereka melakukan seperti itu di sini," ungkapnya.

"Sebenarnya kalau melihat potensi terutama anak-anak Indonesia bermain bola itu. Postur badan mereka anak-anak yang bermain di U-12, U-10 di sepak bola Indonesia luar biasa pembinaannya."

"Cuma kita mau dapat 30 persen daripada itu dipindahkan ke hoki kita pasti akan seperti petasan meledak nantinya. Kita coba lah untuk mendapatkan mereka. Anak sepak bola saya merasakan kalau mereka pindah ke hoki, mereka sudah bisa pick up hoki," lanjutnya.

 

Adaptasi Cepat untuk Pemain Baru

Mantan pelatih Timnas Hoki Malaysia itu menjelaskan, pemain dari cabang olahraga lain, terutama sepak bola, tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan hoki.

"Ya cepat ada yang mungkin satu sampai dua bulan mereka bisa potong anak hoki yang sudah bermain lima sampai tujuh tahun. Banyak kan saya lihat, sering memberitahu kepada guru-guru pelatih pembinaan bisa tarikin mereka," ujarnya.

"Di sini pun mereka datang bermain di mini soccer saya lihat dibayar Rp50 ribu oleh ibu-ibu mereka. Kalau hoki mainnya gratis mereka enggak mau datang tapi mereka punya badan motorik, kecepatan yang bagus."

"Program pembinaan hoki saat ini mulai berjalan, kalau dulu mereka sama sekali enggak mau coba. Kemarin saya juga lihat pembinaan di Eden Sport ini, mereka mulai pergi ke sekolah-sekolah, ada ratusan datang untuk bermain."

"Kalau mereka bisa coba di semua provinsi, ini bukan negara kecil bukan seperti Malaysia 30 juta disini 300 juta penduduk. Semoga makin banyak bibit-bibit atlet hoki bisa mengharumkan nama Indonesia di event-event olahraga di Asia bahkan dunia," harapnya.

Video Populer

Foto Populer