Sukses


Kumpulan Puisi Perpisahan yang Mengharukan dan Menyentuh Hati

Bola.com, Jakarta - Kumpulan puisi perpisahan bisa dijadikan ungkapan sedih saat berpisah dengan seseorang. Setiap ada pertemuan, pasti ada perpisahan.

Perasaan sedih tentu dirasakan jika bicara tentang 'perpisahan'. Terutama, saat harus terpisah dari orang yang kita sayangi, apakah itu orang tua, saudara, sahabat, kekasih, teman sekolah, maupun rekan kerja.

Namun, jangan sampai perpisahan membuatmu bersedih terus menerus. Kamu harus segera bangkit dari kesedihan tersebut.

Perpisahan memang tak bisa dihindari dalam perjalanan hidup. Berpisah dengan orang terdekat dan terkasih terasa sangat menyedihkan.

Terkadang suatu perpisahan dapat diungkapkan melalui puisi. Banyak yang menggunakan puisi untuk mengisi suatu acara perpisahan.

Dengan mengirimkan atau membacakan puisi perpisahan, mungkin akan bisa sedikit mengurangi beban di hatimu. Ada banyak referensi puisi perpisahan yang bisa kamu kirimkan atau bacakan saat berpisah dengan orang-orang terdekat.

Berikut ini kumpulan puisi perpisahan yang mengharukan dan menyentuh hati, seperti dikutip dari laman Theinsidemag dan Berkerblog.blogspot, Senin (3/5/2021).

2 dari 8 halaman

1. Perpisahan

Aku belajar dari sang rembulan

Yang selalu setia menyinari langit malam dengan cahayanya

Walau awan menyapa kelam

Walau bintang terlihat suram

 

Seperti aku yang mencintaimu dari balik kegelapan

Menjagamu di balik bayangan

Tersembunyi, tanpa pernah kau tau

Aku akan tetap menjagamu dalam bentangan sayapku

 

Ku maknai arti cinta dalam renungan

Cinta bagiku adalah ketulusan

Mengihlaskan saat cintamu bukan lagi milikku

Dan melepaskanmu, saat kau tak lagi bahagia bersamaku.

3 dari 8 halaman

2. Luka dan Air Mata

Perpisahan

Sebuah kata yang mengandung makna kesedihan

Selalu ada kecewa

Selalu ada air mata

Dan pasti ada hati yang terluka

 

Perpisahan memang menyakitkan

Saat kita terlalu larut akan kesedihan

Namun, dari perpisahan itulah kita belajar arti sebuah kehilangan

Dan belajar untuk menghargai apa yang telah kita miliki.

4 dari 8 halaman

3. Tiba Waktunya Perpisahan

Selama 3 tahun kita menyelami telaga ilmu di sini

Mengukir pendidikan untuk masa depan yang gemilang

Segala diraih hingga indah diperaduan prestasi

Tertanam di dalam hati sanubari dan terkenang di memori

 

Sekolah engkaulah tempat berteduh kami dari heningnya kebodohan

Tempat menempa diri dengan senjata ujung tinta pena yang menjadi saksi

Dinding-dinding ruang belajar menghiasi kata-kata motivasi setiap hari

Menjadi cerita tersendiri tersimpan dalam peti berisi prestasi

 

Teman simpan baik-baik kenangan ini dalam sejarah hidupmu

Teruskan perjuangan untuk bangsa, negara, dan agama demi Indonesia tercinta

Jangan sampai terhenti melihat dalamnya jurang perjuangan

Terus lewati hingga mampu menyebrangi tanpa kata lelah

 

Perpisahan hanya kata peninggalan sejenak dari tempat peraduan ilmu

Tidak ada alasan jiwa untuk saling melupakan kenangan

Kebersamaan akan terus terajut dalam naungan persaudaraan

Erat tidak akan terlepas sampai meraih bersama kesuksesan

 

Teman jadikan perpisahan ini bukan untuk mengakhiri sebuah pertemuan

Jangan kau jadikan alasan untuk saling mengsombongkan

Tapi jadikan sebuah perpisahan termanis ini adalah

Momen besar untuk saling bertemu dan menggenggam keberhasilan bersama

 

Selamat berpisah teman..

Kehadiranmu aku tunggu di puncak kesuksesan

5 dari 8 halaman

4. Waktu

Waktu...

Waktu berjalan cepat

Bagai daun ditiup angin

Raib di telan hilang

 

Waktu...

Sudah terlalu lama kita beku terpaku

Pucat di bawah kebersamaan

Kebersamaan yang perlahan hilang

 

Waktu...

Kita Bersama kita berjalan

Di bawah rasa sepi kita berteduh

Menunggu sang waktu menerkam

 

Waktu...

Kawan kita jauh melangkah

Bersama kita duduk di kotak yang bernama kelas

Kita bermain bersama hujan kering

 

Waktu...

Masa sekolah teramat indah

Semua warna bercampur menjadi bahagia

Bersama kita menari

 

Waktu...

Sekarang kita adalah langit yang jauh

Hitam biru menjadi saksi

Saksi bawa waktu tidak akan beku

6 dari 8 halaman

5. Perpisahan Sahabat

Sahabatku tercinta

Inilah hidup

Kadang kita membuka

Suatu saat kita kan menutup

 

Sahabatku tercinta

Ribuan jalan telah kita lewati

Berbagai rintangan telah kita lalui

Penuh wewangian bunga maupun bertabur duri

Penuh suka maupun duka di hati

 

Saat berpisah harus menyapa

Ku tak ingin kau teteskan air mata

Ku tak ingin kau berduka

Karena hati kita kan tetap bersama

 

Namun, kita telah tahu

Kita tak selamanya bersatu

Menempuh jalan hidup yang bertabur debu

Bertabur dedaunan yang tak pernah tersapu

 

Semua bukanlah sekedar kenangn

Semua bukanlah sekedar renungan

Saat kita dalam kebersamaan

Dalam suka maupun pengorbanan

7 dari 8 halaman

6. Salam Perpisahan

Kini, hatiku tergores kesedihan

Ketika terucap salam perpisahan

Walau air mataku tak berlinang

Bukan berarti suatu kerelaan

Saat-saat langkah terayun

Jarak kita-pun semakin membentang

Akankah semuanya jadi terkenang

Atau hanyut terbawa gelombang

Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan

 

Sobat, dalam hatiku ini

Akan tetap membekas suatu kenangan

Kau sungguh baik, supel dan komunikatif

Siapapun mengenalmu pasti akan merindu

Namun untukku, janganlah kau biarkan

Aku terkulai lemas dalam kehampaan

Karena rasa rinduku yang tidak kau harapkan

8 dari 8 halaman

7. Ini Sakit

Tangis, tawa, sepi, ramai, kita jalani

Seperti tali yang menyimpul

Menghiburku di kala sunyi hinggap

Menghiburmu di kala gusar menyelimuti

 

Kini beda,

Ketika perpisahan terjadi

Ruang dan waktu kita berbeda

Aku tenggelam dalam sepi

 

Hingga,

Kau hanya tinggalkan bayangmu

Tanpa tuan

Kaupun tak memahaminya

Aku adalah orang lain bagimu

 

 

Sumber: theinsidemag, berkerblog.blogspot

Dapatkan artikel puisi dari berbagai tema lain dengan mengeklik tautan ini.

Half Time Show, Persaingan Tak Biasa BRI Liga 1 dan Kembalinya Timnas Indonesia

Video Populer

Foto Populer