Sukses


Bacaan Doa Khotbah Jumat beserta Artinya, Ketahui Syarat dan Tata Caranya

 Jumat merupakan hari berkah bagi umat Islam. Pada hari Jumat, kaum laki-laki muslim diwajibkan untuk melaksanakan ibadah salat Jumat berjemaah di masjid.

Bola.com, Jakarta - Kewajiban seorang laki-laki muslim untuk mendirikan salat Jumat juga tercantum dalam hadis, berbunyi:

"Salat Jumat itu wajib bagi setiap muslim dengan berjemaah kecuali empat orang: budak, wanita, anak-anak atau orang yang sakit." (HR. Abu Dawud, Daruquthni, Baihaqi dan Hakim)

Sebelum melakukan salat dua rakaat, jemaah diwajibkan untuk mendengarkan khotbah Jumat terlebih dahulu yang disampaikan oleh khatib.

Selain harus memahami syarat serta tata caranya, khatib juga perlu memahami bacaan doa yang biasanya dibawakan ketika melakukan khotbah.

Doa ketika khotbah biasanya dijadikan sarana memohon keselamatan dan ampunan kepada Allah Swt.

Berikut bacaan doa khotbah Jumat beserta artinya, pahami syarat dan tata caranya, disadur dari Merdeka, Jumat (21/10/2022).

2 dari 4 halaman

Syarat Khotbah Jumat

Sebelum mengenal secara detail tata cara khutbah salat Jumat, ada baiknya mengenal terlebih dahulu ketentuan lainnya, seperti syarat khotbah salat Jumat. Khotbah pada salat Jumat merupakan bagian dari rukun salat Jumat.

Khotbah Jumat disampaikan oleh seorang khatib. Penyampaian khotbah Jumat terbagi menjadi dua sesi. Syarat-syarat dua khotbah Jumat ada sembilan, yakni:

1. Khatib harus laki-laki.

2. Khatib yang memberikan khotbah harus suci dari hadas besar dan kecil.

3. Khatib harus menutup aurat.

4. Khatib harus berdiri apabila mampu.

5. Khotbah harus dilaksanakan pada waktu zuhur setelah azan ke-2 salat Jumat.

6. Isi rukun khotbah baik khotbah pertama dan kedua harus didengar oleh jamaah sekurang-kurangnya 40 orang jemaah laki-laki.

7. Khatib harus duduk sebentar dengan tumaninah atau mengistirahatkan dirinya sebentar di antara dua khotbah.

8. Khotbah pertama dengan khotbah kedua harus dilaksanakan secara berturut-turut, begitu juga antara khotbah dengan salat jumat.

9. Rukun-rukun khotbah jumat harus disampaikan dengan bahasa Arab.

3 dari 4 halaman

Tata Cara Khotbah Salat Jumat

Setelah memahami syarat dan rukun khotbah salat Jumat, selanjutnya akan dilanjutkan dengan tata cara khotbah salat Jumat. Tata cara khotbah salat Jumat sesuai sunah yang telah dianjurkan.

Tata cara khotbah salat Jumat sesuai sunah tersebut merupakan tata cara khotbah Jumat sesuai anjuran Rasul.

Berikut tata cara khotbah salat Jumat sesuai sunah yang perlu dipahami dan dipraktikkan:

1. Khatib berdiri di atas mimbar atau tempat yang lebih tinggi lalu mengucapkan salam. Setelah berdiri, khatib dianjurkan untuk mengucapkan salam pada jemaah yang ada sebagaimana disebutkan dalam hadits Jabir bin Abdullah,

"Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa sallam jika telah naik mimbar biasa mengucapkan salam". HR Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah.

2. Duduk menanti azan selesai sambil menirukan azan. Setelah mengucap salam, suara azan akan dikumandangkan. Khatib dianjurkan untuk duduk mendengarkan dan menirukan hingga azan selesai.

3. Kemudian berdiri untuk berkhotbah. Sebelum memulai berkhotbah hendaknya membuka khotbah sesuai rukun khotbah, yaitu dengan membaca alhamdulilah, sanjungan kepada Allah, syahadat, selawat, bacaan ayat-ayat takwa, dan perkataan amma ba'd.

4. Khatib berkhotbah dengan berdiri, menghadapkan wajah kepada jemaah. Saat berkhotbah, khatib dianjurkan untuk berdiri dan menghadapkan wajahnya pada para jemaah. Namun, jika khatib tidak dapat berdiri maka khotbah dapat dilakukan dengan posisi duduk.

5. Duduk di antara dua khotbah. Saat telah menyampaikan khotbah pertama, hendaknya khatib duduk sejenak untuk beristirahat sebelum menyampaikan khotbah kedua.

6. Khotbah Jumat hendaknya tidak terlalu panjang. Khotbah hendaknya tidak boleh lebih lama dari durasi salat Jumat.

7. Hendaknya khatib fasih dan keras suaranya. Dalam berkhotbah, khatib hendaknya melantangkan suara dan menyampaikan khotbahnya dengan jelas. Hal ini agar jamaah yang mendengarkan paham akan kata-kata yang diucapkan.

8. Saat mencapai akhir khotbah, hendaknya ditutup dengan kalimat permohonan ampun pada Allah SWT. Kalimat permohonan ampun ini dapat disampaikan pada khotbah kedua.

4 dari 4 halaman

Bacaan Doa Khotbah Jumat

Bacaan doa khotbah Jumat dan artinya perlu diketahui setiap khatib. Doa ini bisa dibaca sebagai doa penutup khutbah. Adapun doa khutbah dan artinya adalah sebagai berikut:

Qalaallahu ta'ala filquranilkariim. A’dzubillahiminasyaithanirojim. Innallaha wamalaaikatahuu yusholluuna ‘alannabiyyi yaayuhalladziina aamanu shollu 'alaihi wasallimuu tasliima.Allhumma sholli muhammadin wa'ala ali muhammadin kama shollaita'ala ibrahiima wa‘ala aali ibrohima wabarik’ala Muhammad. Wa 'ala aali muhammadin, kama barakta 'alaa ibrohima wa ’ala ali ibrohimma fil ’alamiin innaka hamidummajiid.

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammadin, wa ‘alaa aalihii waashahbiihii ajmaiin. Alhamdulillahirobbil’alamin. Allohummaghfir, lilmukminiina walmukminaat, walmuslimiina walmuslimaat, alakhyaaiminhum walamwaat, innaka samii’un qoriibummujibudda’awaat. Robbana dzolamna anfusana, wailamtaghfirlana watarkhamna lanakunanna minalkhosiriin.

Robbana atina fidunya khasanah wafil akhiroti khasanah waqina adzabannar. Walhamdulillahirobbil’alamin. Ibaadalloh, innalloha ya’muru bil’adli wal ihsaani waiitaaidzil qurbaa, wayanha ‘anilfahsyaaii walmunkar, walbaghyi yaidzukum la’allakum tadzakkaruun. Fadzkuruulloohal’adziim yadzkurkum wasykuruuhu ’ala ni’matihi yazidkum waladzikrullohiakbar.

Artinya:

Allah Ta’ala berfirman di dalam Al-Qur-an, aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Sesungguhnya Allah memerintahkan malaikat-malaikat-Nya bersholawat kepada nabi. Hai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam perhormatan kepadanya.

Ya Allah curahkanlah keselamatan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberkati Ibrahim dan keluarganya di alam semesta, sesungguhnya Engkau Maha terpuji dan Maha mulia.

Ya Allah ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, muninin dan mukminat. Baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, dan Maha Mengabulkan. Ya Allah anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat, dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk berlaku adil dan baik, memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang berbuat keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu mengambil pelajaran. Dan berzikirlah kepada Allah yang Maha Besar.

 

Disadur dari: Merdeka.com (Penulis: Jevi Nugraha. Published: 13/7/2022)

Yuk, baca artikel Islami lainnya dengan mengeklik tautan ini.

Video Populer

Foto Populer