Sukses


Ciri-Ciri Daging Sudah Tidak Segar, Ketahui Cara Penyimpanan yang Tepat

Bola.com, Jakarta - Daging sapi merupakan satu di antara sumber protein hewani yang menunjang untuk memenuhi kebutuhan dasar bahan pangan di Indonesia.

Banyak orang menjadikan daging sapi sebagai hidangan wajib di meja makan keluarga atau sebagai menu utama untuk menyambut hari-hari besar.

Sebagian orang mungkin membeli banyak daging untuk keperluan beberapa hari ke depan. Bahkan, saking banyaknya, ada daging yang tak bisa diolah dalam sekali masak.

Dengan demikian mereka harus menyimpan sisanya. Daging yang sudah disimpan tersebut akan dimasak di lain hari sehingga cara menyimpannya pun harus diperhatikan.

Namun, bagaimana jika daging sudah keburu tidak segar lagi? Dan bagaimana cara kita menentukan bahwa daging sudah tidak segar dan berbahaya?

Penting bagi Anda memahami pengetahuan terkait daging yang sudah tidak segar dan berbahaya bagi kesehatan.

Berikut 3 tanda daging sudah tidak segar dan ketahui cara penyimpanan yang tepat, disadur dari Klikdokter, Senin (6/3/2023).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 3 halaman

Ciri-Ciri Daging Sudah Tidak Segar

1. Daging Menjadi Kering

United States Department of Agriculture (USDA) merekomendasikan setiap daging harus segera diolah tidak lebih dari dua hari setelah ada di tangan.

Tidak ada batasan berapa lama daging dapat disimpan dengan aman di dalam freezer. Akan tetapi, daging yang telah dibekukan sejak lama cenderung mengering.

2. Tekstur dan Bau Menyengat

Ciri-ciri daging tidak sehat berikutnya adalah permukaan daging mulai lengket, berlendir, atau berbau tidak sedap. 

Jika mendapati tanda-tanda tersebut, segera buang. Jangan coba-coba untuk mengonsumsinya.

3. Warna Keabu-abuan

Warna keabu-abuan tidak selalu berarti bahwa daging sapi sudah rusak. Meski begitu, Anda tetap perlu waspada.

Daging sapi kadang-kadang dapat berubah warna karena metmyoglobin, suatu reaksi kimia yang terjadi ketika myoglobin dalam daging terpapar dengan oksigen. Selain itu, warna daging beku terkadang berubah.

Selama perubahan warna tidak disertai dengan tanda-tanda kerusakan lainnya, semestinya daging dalam kondisi baik-baik saja.

3 dari 3 halaman

Cara Penyimpanan Daging yang Tepat

Daging yang disimpan terlalu lama dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh sama sekali menyimpan stok daging sapi segar di lemari es. 

Asalkan cara penyimpanannya tepat, daging masih bisa disimpan beberapa waktu dalam kondisi tetap fresh. Bagaimana caranya? Berikut cara penyimpanan daging yang tepat:

  • Daging disimpan di wadah yang tertutup rapat. Pisahkan setiap jenisnya, misalnya wadah A untuk daging sapi, B untuk daging ayam, C untuk jeroan, dan seterusnya.
  • Daging di kulkas bawah bertahan maksimal tiga hari, tetapi kalau memang mau untuk persediaan, bisa disimpan di freezer karena lebih bisa tahan lama (maksimal satu minggu).
  • Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih saat memindahkan daging ke wadah. 

 

Sumber: Klikdokter.com (Published: 2/9/2020)

Yuk, baca artikel tanda-tanda lainnya dengan mengeklik tautan ini.

Video Populer

Foto Populer