Agar Aromanya Awet Sepanjang Hari, Ini Trik Pakai Parfum yang Benar

Ini tips pakai parfum supaya tahan seharian untuk pria. Yuk, cari tahu cara pakai yang benar mulai dari hidrasi kulit, titik nadi terbaik, hingga cara simpan!

Bola.com, Jakarta - Baru beberapa jam beraktivitas untuk kerja, kuliah, atau nongkrong, aroma parfum sudah lebih dulu “menghilang”. Situasi seperti ini tentu sering dialami banyak pria, bahkan meski sudah memakai parfum favorit mereka.

Namun, jangan buru-buru menyalahkan kualitas parfumnya. Bisa jadi, cara penggunaan yang kurang tepat membuat aroma parfum tidak bertahan lama di tubuh. Padahal, di tengah tren parfum lokal yang semakin populer, wewangian kini sudah menjadi bagian penting dari penampilan dan identitas diri pria modern.

Agar penampilan makin maksimal dan rasa percaya diri tetap terjaga sepanjang hari, ada beberapa hacks simpel yang bisa kamu terapkan saat memakai parfum. Simak tips lengkapnya berikut ini!

Kulit Wajib 'Pemanasan' Pakai Hidrasi

Langkah paling dasar agar parfum bertahan lama sebenarnya ditentukan oleh kondisi kulit kamu, bukan dari seberapa mahal harga sebotol parfum yang kamu beli. Sama seperti atlet sebelum bertanding, kulit juga membutuhkan 'pemanasan' berupa hidrasi yang pas agar molekul keharumannya bisa menempel erat dan bertahan lama. Jika diaplikasikan pada kulit yang kering, cairan parfum justru akan terserap terlalu cepat sehingga aromanya gagal terpancar secara maksimal.

Sebagai trik jitu, kamu bisa mengoleskan body lotion tanpa aroma (unscented) atau body oil terlebih dahulu sebelum mulai menyemprotkan parfum. Penggunaan pelembap yang netral ini sangat penting agar tidak merusak atau menabrak aroma dari parfum utamamu. Dengan kondisi kulit yang terjaga kelembapannya, cairan parfum akan terkunci dengan baik sehingga proses penguapan berjalan lebih lambat dan aromanya awet seharian.

Bidik 'Pulse Points' alias Titik Nadi Tubuh

Agar aromanya dapat menyebar secara optimal, menyemprot parfum itu ada strateginya dan tidak bisa asal jepret ke seluruh tubuh. Langkah terbaiknya adalah membidik area titik nadi (pulse points) yang krusial, mulai dari pergelangan tangan bagian dalam, leher, belakang telinga, hingga lipatan siku.

Area-area ini memiliki suhu tubuh yang cenderung lebih hangat karena posisi pembuluh darahnya berada paling dekat dengan permukaan kulit. Suhu hangat alami inilah yang nantinya bertindak sebagai 'adaptor' untuk memancarkan wangi parfum ke udara secara berkala, sehingga aromanya tetap awet sepanjang hari.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Stop Kebiasaan Menggesek Pergelangan Tangan!

Hayo, siapa di antara kamu yang punya kebiasaan langsung menggosok-gosokkan pergelangan tangan sesaat setelah menyemprotkan parfum? Jika masih sering melakukannya, mulai sekarang sebaiknya segera hentikan kebiasaan keliru ini karena bisa merugikan performa wewangianmu.

Menggesekkan kulit yang baru disemprot parfum justru menciptakan efek panas yang bisa memecah dan menghancurkan molekul top notes, yaitu lapisan aroma paling atas yang seharusnya keluar secara alami. Alhasil, struktur wewangian menjadi rusak, karakter aromanya berubah dari wangi asli, dan daya tahannya bakal langsung anjlok drastis.

Cara yang benar adalah cukup semprotkan parfum dengan jarak ideal sekitar 15-20 cm dari permukaan kulit. Setelah itu, diamkan saja dan biarkan cairan parfum meresap serta mengering dengan sendirinya agar aromanya berkembang sempurna.

Jangan Biarkan Parfum 'Cedera' karena Salah Tempat Simpan

Daya tahan parfum tidak hanya dipengaruhi oleh cara pakainya, melainkan juga tempat penyimpanannya. Menaruh botol parfum di kamar mandi yang lembap atau di dekat jendela yang terpapar matahari langsung bisa merusak formula kimia serta minyak esensial di dalamnya.

Supaya kualitas aromanya tetap terjaga di performa terbaik, pastikan kamu menyimpannya di tempat yang sejuk, kering, dan gelap, seperti di dalam lemari pakaian atau laci meja.

Kenali Karakteristiknya: Pilih EDT atau EDP?

Sebelum protes aromanya yang cepat pudar, kamu harus tahu dulu jenis parfum yang kamu beli. Di pasaran, dua jenis yang paling populer adalah Eau de Toilette (EDT) dan Eau de Parfum (EDP). Bedanya ada di konsentrasi minyak wanginya:

  • Eau de Toilette (EDT): Cocok buat kamu yang suka aroma ringan dan segar. Konsentrasi minyak wanginya sekitar 5% - 15% dengan daya tahan 3 sampai 5 jam. Pas banget buat aktivitas singkat atau pas cuaca lagi panas-panasnya.
  • Eau de Parfum (EDP): Ini pilihan buat kamu yang pengen tampil all-out dengan keharuman intens. Punya konsentrasi minyak wangi tinggi (15% - 20%), EDP punya daya tahan tangguh sekitar 6 hingga 8 jam.

Buat kamu yang enggan direpotkan dengan urusan touch-up parfum setiap beberapa jam sekali, varian FFAR Sigma Spirit EDP adalah pilihan yang paling pas.

Mengusung karakter Eau de Parfum yang intens dan tahan lama, parfum ini siap menjaga aroma tubuh tetap segar sepanjang hari sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam setiap aktivitas, mulai pagi hingga malam.

Pada akhirnya, memilih parfum yang sesuai serta menerapkan teknik pemakaian yang tepat bisa membuat aroma wangi bertahan lebih maksimal. Untuk pengalaman parfum harian yang lebih optimal, koleksi terbaik dari FFAR bisa jadi pilihan andalan agar keharuman tetap konsisten menemani rutinitas sepanjang hari.

 

(*)

Video Populer

Foto Populer