Gagal Sabet Medali Emas di Asian Games 2026, Aditya Tri Syahrian Petik Pelajaran Berharga

Atlet panjat tebing Indonesia Aditya Tri Syahria gagal meraih medali nomor speed putra setelah melakukan false start pada babak final Asian Games 2026.

Bola.com, Jakarta - Atlet panjat tebing Indonesia Aditya Tri Syahria gagal meraih medali nomor speed putra setelah melakukan false start pada babak final Asian Games 2026 di Portmesse Nagoya Exhibition Hall, Aichi, Jepang, Kamis (1/10/2026).

Aditya tampil di Lane B pada putaran final. Namun, langkah atlet berusia 23 tahun itu terhenti setelah melakukan false start, sehingga tidak dapat melanjutkan perlombaan dan dipastikan tidak meraih medali.

"Semua variabel dalam speed itu banyak banget, saya pikir saya sudah berusaha tenang, percaya diri, yakin, dan seperti hasil yang tadi, sepersekian detik saya false start," ujar Aditya seusai perlombaan, seperti dikutip dari Antara. 

"Ini pelajaran berharga untuk saya, untuk ke depan bisa jadi lebih baik lagi, dan terutama pengelolaan diri."

Sebelumnya, Aditya tampil impresif sejak perempat final. Berada di heat pertama bersama Jinyong Jo dari Korea Selatan, Aphiwit Limpanichpakdee dari Thailand, dan Chi Fung Au dari Hong Kong, Aditya menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 4,83 detik.

Pada semifinal, Aditya kembali menunjukkan performa apik. Ia finis di posisi pertama dengan waktu 4,786 detik, 0,003 detik di depan Damir Toktarov dari Kazakhstan yang mencatat 4,789 detik.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Persaingan Speed Makin Ketat

Sementara itu, atlet Indonesia Veddriq Leonardo yang berada di heat yang sama dengan Aditya harus mengakhiri langkahnya setelah finis di urutan ketiga dengan waktu 4,95 detik. Limpanichpakdee berada di posisi keempat dengan 5,04 detik.

Hasil tersebut mengantarkan Aditya ke babak final, sedangkan Veddriq harus tersingkir.

Veddriq Leonardo menilai persaingan di Aichi-Nagoya menunjukkan perkembangan nomor speed yang semakin kompetitif, khususnya di kawasan Asia.

Menurutnya, Tim Indonesia telah menjalani persiapan maksimal sebelum tampil di Asian Games 2026. Berbagai simulasi pertandingan juga dilakukan, termasuk latihan dengan catatan waktu terbaik.

"Iya, cukup ketat. Inilah speed, banyak faktor dan variabel yang menentukan hasil. Yang pasti, proses kami sudah maksimal. Latihan juga sudah kami lakukan beberapa kali, termasuk simulasi dengan catatan waktu terbaik," kata Veddriq, melalui rilis dari NOC Indonesia. 

 

Persaingan Makin Merata

Veddriq yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 itu tidak ingin menjadikan hasil di Asian Games Aichi-Nagoya sebagai akhir perjalanan.

Setelah menyelesaikan kompetisi di Jepang, pemanjat asal Pontianak, Kalimantan Barat, tersebut ingin kembali fokus meningkatkan kemampuan demi menghadapi agenda internasional berikutnya.

"Persaingan sekarang juga sudah semakin merata, terutama di level Asia. Setelah Asian Games ini selesai, kami harus mencari fokus baru lagi. Selanjutnya tentu menuju target berikutnya, termasuk Olimpiade," ujar Veddriq.

Ia berharap pengalaman di Aichi-Nagoya bisa menjadi bahan evaluasi bagi Tim Indonesia untuk terus berkembang.

"Insyaallah, semoga Tim Indonesia semakin bisa meng-upgrade diri karena masih banyak hal yang perlu kami tingkatkan," ungkapny

Video Populer

Foto Populer