Jelang F1 GP Singapura, Carlos Sainz Soroti Kabut Asap dari Indonesia

Carlos Sainz khawatirkan polusi udara Singapura jelang balapan F1 akhir pekan ini.

Bola.com, Jakarta - Carlos Sainz menyoroti kondisi udara di Singapura menjelang balapan Formula 1 (F1) akhir pekan ini.

Seperti dilaporkan Racing News 365 (RN 365), pembalap Williams itu menarasikan kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia membuat kualitas udara di Singapura masuk kategori tidak sehat.

Racing News 365 juga melaporkan, polusi udara di Singapura bahkan dilaporkan menjadi yang terburuk di dunia sepanjang pekan ini.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kesehatan, terutama bagi mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) mengonfirmasi indeks standar polutan (PSI) selama 24 jam di kelima wilayah negara itu telah melampaui ambang batas tidak sehat menjelang balapan.

Angkanya secara umum berada di kisaran 101 hingga 160.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kategori PSI

Berdasarkan kategori PSI, angka di atas 100 tergolong tidak sehat. Sementara itu, pembacaan di atas 200 masuk kategori sangat tidak sehat dan angka yang melampaui 300 dikategorikan berbahaya.

"Kabut asap tersebut berasal dari titik-titik kebakaran hutan dan lahan pertanian di Sumatra serta Kalimantan," tulis RN 365.

"Angin yang bertiup ke kawasan itu membawa asap menuju Singapura, sementara pola cuaca yang intens turut memperburuk keadaan," imbuh media tersebut.

Di sejumlah wilayah Singapura bagian barat dan tengah, konsentrasi partikel halus PM2.5 per jam dilaporkan mencapai 150 mikrogram per meter kubik, bahkan sempat melonjak melampaui angka tersebut.

Pihak F1 turut memantau perkembangan kondisi udara di Singapura. Meski demikian, belum ada kekhawatiran yang membuat aktivitas di lintasan diperkirakan harus dihentikan akibat situasi tersebut.

Soroti Kualitas Udara Singapura

Sainz mengaku terus mengikuti perkembangan kondisi udara di Singapura. Pembalap asal Spanyol itu menilai polusi akibat kebakaran di Indonesia membuat kualitas udara saat ini tidak ideal untuk dihirup.

"Saya sudah membaca sedikit mengenai situasi ini. Rasanya tempat ini bukan lokasi paling sehat untuk bernapas saat ini, mengingat banyaknya polusi akibat kebakaran di Indonesia," ujar Sainz, dikutip dari RN 365.

Ia menegaskan keputusan untuk beraktivitas di luar ruangan harus mengacu pada arahan otoritas setempat.

Namun, ia mengaku belum yakin apakah pihak berwenang memang menyatakan kondisi tersebut aman untuk berolahraga di luar ruangan.

"Dalam situasi seperti ini, kami selalu mengikuti apa yang dikatakan pihak berwenang. Jika mereka mengatakan aman untuk berolahraga di luar ruangan seperti yang kami lakukan, meskipun saya tidak yakin mereka mengatakan demikian," lanjutnya.

Risiko Lain

Ketika diberi tahu arahan resmi justru meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, Sainz menyinggung risiko lain yang selama ini melekat pada olahraga balap mobil.

"Olahraga kami memang agak aneh. Saat balapan, kami menghirup gas hasil pembakaran bahan bakar dari mobil di depan. Kami sudah melakukannya sejak berusia 11 atau 12 tahun," kata Sainz.

Menurutnya, hal itu membuat perdebatan mengenai dampak kesehatan dari olahraga balap sulit dihindari.

Meski demikian, ia mengaku tetap menyukai dunia balap, termasuk aroma bahan bakar yang tercium saat berada di lintasan.

"Jadi, bisa diperdebatkan apakah olahraga ini sehat atau tidak. Namun, kami tetap melakukannya karena menyukainya. Aromanya sangat enak. Setidaknya, saya menyukai bau bahan bakar," ujarnya.

Sainz kemudian menegaskan kabut asap merupakan persoalan berbeda yang perlu mendapat perhatian.

Ia kembali menekankan pentingnya mengikuti arahan otoritas setempat dalam menyikapi kondisi udara di Singapura.

 

Sumber: Racing News 365

Video Populer

Foto Populer