Susy Susanti Bicara Seretnya Regenerasi Tunggal Putri Indonesia: PR Masih Banyak Banget

Legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti, menilai regenerasi sektor tunggal putri Tanah Air masih membutuhkan perhatian.

Bola.com, Kudus - Legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti, menilai regenerasi sektor tunggal putri Tanah Air masih membutuhkan perhatian.

Meski belum maksimal, ia tetap optimistis Indonesia memiliki bibit-bibit potensial yang bisa mengembalikan kejayaan di sektor tersebut.

Susy menyebut Indonesia pernah memiliki pencapaian penting di Olimpiade melalui medali perunggu Maria Kristin dan Gregoria Mariska. Namun, ia berharap prestasi tersebut bisa meningkat pada masa mendatang, tidak hanya perunggu, tetapi juga perak hingga emas.

Saat ini, hanya ada satu tunggal putri yang berada di peringkat 50 besar. Ada Putri Kusuma Wardani di peringkat ke-9. Sementara, Talita Ramadhani Wiryawan di posisi ke-62 dan Ni Kadek Amartya Pratiwi peringkat 65.

 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

PR Besar

Menurut Susy, kunci untuk mewujudkan target tersebut adalah pembinaan atlet yang berkesinambungan. Peran klub-klub bulu tangkis di Indonesia, seperti PB Djarum, PB Jaya Raya, dan PB Mutiara, dinilai sangat penting dalam mencetak pemain berkualitas.

Ia menegaskan, pembinaan tidak boleh berhenti ketika atlet masuk Pelatnas. Tantangan berikutnya adalah membawa pemain menjadi juara dunia, bukan sekadar berprestasi di tingkat nasional.

"Untuk putri kita memang saat ini masih sedikit tertinggal dengan negara-negara lain. Tapi saya masih optimistis, kita punya bakat, kita punya bibit yang cukup baik," ujar Susy di Kudus, Minggu (8/11/2026).

 

Kuncinya di Kelompok Usia

Susy juga mengingatkan pentingnya menjaga regenerasi di semua kelompok usia. Sebab, meski banyak atlet memiliki potensi, hanya satu yang bisa menjadi juara. Karena itu, dibutuhkan kerja sama antara atlet, pelatih, dan pihak pembina.

Menurutnya, kesadaran serta kemauan atlet untuk berkembang harus berjalan seiring dengan program latihan dan pembinaan yang tepat. Dengan kerja tim yang solid, ia berharap prestasi tunggal putri Indonesia bisa kembali meningkat di ajang besar seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.

"Memang ada beberapa atlet yang punya potensi, tapi saat ini mungkin masih dalam tahap penanganan pembinaan untuk mereka matang. Tapi tidak lupa juga kitajuga harus terus membina juga di bawahnya, karena juara itu hanya satu. Kita punya bibit banyak, tapi yang menjadi juara satu," lanjutnya.

"Tentunya pelatih dan atletnya juga punya kesadaran dan kemauan, dan juga pembina menjadi satu. Kerja tim yang kita lakukan itu tentunya akan berdampak jauh bisa untuk mengangkat hasil dari prestasi atlet."

 

Video Populer

Foto Populer