Atletico Keukeuh Tak Mau Jual Julian Alvarez ke Barcelona, Laporta: Saya Punya Dugaan Alasannya

Presiden Barcelona, Joan Laporta, menyebut punya dugaan mengapa Barcelona jadi satu-satunya klub yang tak mendapatkan restu Atletico Madrid untuk membeli Julian Alvarez.

Bola.com, Jakarta - Saga transfer Julian Alvarez ke Barcelona pada musim panas lalu akhirnya berakhir tanpa kepindahan.

Presiden Barcelona, Joan Laporta, menilai Atletico Madrid tidak memiliki alasan untuk bersikap keras dalam negosiasi tersebut.

Laporta bahkan mengaku memiliki dugaan mengenai alasan Atletico bersikap demikian, meski enggan mengungkapkannya karena tidak memiliki bukti.

Barcelona sempat mengajukan tawaran senilai 100 juta euro untuk Alvarez pada akhir Mei.

Namun, Atletico berulang kali menolak upaya tersebut, bahkan ketika penyerang asal Argentina itu secara terbuka menyatakan keinginannya untuk meninggalkan klub.

Atletico juga tidak bersedia bernegosiasi dengan Barcelona dan sempat berusaha mengarahkan Alvarez ke klub lain. Arsenal diketahui menjadi satu di antara peminat, tetapi sang pemain tetap ingin pindah ke Camp Nou.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Dugaan Alasan

Laporta mengatakan komunikasi antara kedua klub sebenarnya sudah dilakukan sejak awal. Ia kemudian berbicara langsung dengan Presiden Atletico, Gil Marin, mengenai kemungkinan transfer tersebut.

"Dia mengatakan kepada saya bahwa Alvarez tidak akan datang karena mereka tidak memiliki alternatif. Saya mengatakan kepadanya jika mereka menemukan alternatif, dia harus memberi tahu kami," ujar Laporta, dikutip dari Sports Illustrated (SI).

Menurut Laporta, Atletico kemudian mengambil sikap yang tidak semestinya. Ia mengaku tidak mengetahui alasan pastinya, meski memiliki dugaan sendiri.

"Saya tidak tahu mengapa, saya punya dugaan, tetapi saya tidak akan mengatakannya di depan publik karena tidak memiliki bukti. Kami terus mendengar bahwa mereka akan menjualnya ke setiap klub kecuali Barca. Kemudian mereka berhenti berpura-pura, mengatakannya secara terbuka, dan mengakui bahwa kami memang telah menghubungi mereka," ungkapnya.

Laporta kini menganggap persoalan tersebut sudah berlalu. Ia menegaskan Barcelona puas dengan skuad yang dimiliki, sementara pelatih Hansi Flick juga senang dengan pekerjaan yang dilakukan Deco.

Barcelona Beralih ke Raphinha

Kegagalan mendapatkan Alvarez membuat Barcelona harus mencari solusi lain untuk posisi penyerang.

Posisi tersebut memang menjadi satu di antara prioritas klub pada musim panas setelah Robert Lewandowski pindah ke Chicago Fire dan Ferran Torres sempat berencana meninggalkan klub sebelum akhirnya bergabung dengan Paris Saint-Germain.

Alvarez sebelumnya sudah menjadi target Barcelona, bahkan sebelum bursa transfer dibuka.

Jika berhasil didatangkan, bintang Timnas Argentina tersebut dinilai memiliki kemampuan untuk mencetak gol di kompetisi kasta tertinggi Spanyol, meski transfernya akan membutuhkan biaya sangat besar.

Barcelona akhirnya merekrut Gabriel Jesus dari Arsenal sebagai opsi pelapis dengan biaya yang lebih terjangkau. Namun, keputusan penting justru muncul dari perubahan posisi Raphinha.

Pemain Brasil itu memulai musim sebagai penyerang tengah. Awalnya, peran tersebut terlihat sebagai solusi sementara, tetapi performanya kemudian membuat posisi itu menjadi pilihan jangka panjang.

Langsung Berkontribusi

Raphinha langsung memberikan kontribusi besar dengan mencetak 14 gol dan tiga assist dalam delapan pertandingan. Lini serang Barcelona pun menjadi yang paling produktif di dunia musim ini.

"Tidak ada yang bisa mengetahui apakah Alvarez akan mampu menghasilkan catatan serupa. Barcelona, bagaimanapun, kini memiliki Raphinha yang tampil sangat impresif di posisi tersebut," tulis SI.

Perubahan peran Raphinha juga membantu Flick menentukan komposisi lini depan.

Lamine Yamal tetap menjadi pilihan di sayap kanan, sedangkan Anthony Gordon didatangkan dengan biaya besar untuk mengisi sisi kiri, posisi yang lebih sering ditempati Raphinha pada musim sebelumnya.

Raphinha sebenarnya bisa saja dimainkan sebagai gelandang serang. Namun, Flick sudah memiliki Fermin Lopez dan Dani Olmo yang bersaing untuk posisi tersebut.

Situasi itu membuat pilihan di lini depan menjadi persoalan bagi Flick karena selalu ada pemain yang berpotensi kehilangan tempat. Raphinha sempat menjadi salah satu nama yang berada dalam posisi tersebut.

Kini, kondisi tersebut berubah. Hanya dalam beberapa pekan, Raphinha justru menjadi satu di antara pemain yang paling menonjol bersama Barcelona.

 

Sumber: SI

Video Populer

Foto Populer