Ulasan Statistik Kekalahan Timnas U-23 dari Myanmar

oleh Pramuaji diperbarui 03 Jun 2015, 15:25 WIB
Aksi pemain Timnas Indonesia U-23, Evan Dimas Darmono. (Bola.com/Arief Bagus)

Bola.com, Singapura - Timnas U-23 mengawali kiprahnya di SEA Games 2015 dengan kekalahan cukup telak dari Myanmar U-23. Bermain di Stadion Jalan Besar, Singapura, Selasa (2/6) malam WIB, tim asuhan Aji Santoso takluk 2 – 4.

Hasil ini membuat langkah Garuda Muda untuk lolos dari Grup A dan melaju ke semifinal semakin terjal. Kendati demikian, coach Aji masih yakin anak asuhnya mampu melangkah lebih jauh.

Advertisement

Berikut ulasan statistik laga Indonesia U-23 vs Myanmar U-23:

***

Myanmar Terapkan Pressing Ketat

Indonesia U-23 bermain dengan pola 4-3-3, di mana trio Evan Dimas, Adam Alis, dan Zulfiandi beroperasi di lini tengah. Sedangkan Myanmar U-23 menerapkan pola 4-4-1-1 dengan strategi pressing ketat. Selama pertandingan, tampak pemain Myanmar U-23 rajin maju menekan dan mengejar bola, sehingga pola permainan Indonesia U-23 tidak berjalan dengan maksimal.

Statistik menunjukkan Myanmar U-23 berhasil melakukan 35 tekel sukses dengan tingkat akurasi 67%. Di sisi lain, pemain-pemain Indonesia U-23 tercatat kehilangan bola sebanyak 54 kali. Salah satu tekel sukses yang dilakukan pemain Si Thu Aung terhadap Hansamu Yama berujung pada gol ketiga untuk Myanmar.

Bermain menekan, Myanmar tercatat melepaskan 20 kali tembakan, di mana 11 diantaranya mengarah ke gawang Indonesia U-23 yang dijaga M. Natshir. Gelandang serang Ye Ko Ko menjadi pemain dengan jumlah tembakan ke gawang terbanyak (tiga kali).

Sedangkan timnas U-23 hanya berhasil melepaskan 13 tembakan yang enam diantarnya mengarah ke gawang. Ahmad Nufiandani adalah pemain dengan jumlah tembakan ke gawang terbanyak (2) bagi Indonesia. Namun, berbeda dengan Ye Ko Ko, Dani berhasil mencetak satu gol.

Koordinasi Buruk di Lini Belakang Indonesia U-23

Dua dari empat gol yang bersarang ke gawang timnas U-23 berawal dari buruknya koordinasi sektor pertahanan dalam menghadapi situasi set piece. Gol kedua dan keempat Myanmar U-23 diawali tendangan bebas dari sisi lapangan yang gagal diantisipasi dengan baik oleh lini belakang skuat Garuda Muda.

Empat pemain belakang Indonesia U-23 yang diisi Syaiful Indra Cahya, Hansamu, Manahati Lestusen dan Abduh Lestaluhu tercatat melakukan 24 upaya tekel. Dari angka total tersebut, ada delapan upaya tekel yang gagal.

Sedangkan dalam hal intersep, empat bek tersebut tercatat melakukan 26 upaya dan 22 diantaranya berhasil memotong umpan lawan. Selain bermain menekan, Myanmar U-23 juga bermain efektif dengan meminimalisir kesalahan. Tim asuhan Kyi Lwin terus berupaya untuk menyelesaikan setiap serangan yang mereka bangun.

Gelandang Bermain Baik, Lini Depan Tumpul

Trio Evan, Adam, dan Zulfiandi sebetulnya bermain cukup baik dalam membangun serangan Indonesia U-23. Jika dirata-rata, masing-masing ketiga pemain tersebut melepaskan 50 operan sukses dengan akurasi 82%.

Adam bahkan tercatat sebagai pemberi assist untuk kedua gol Indonesia U-23 yang dicetak Abduh Lestaluhu dan Dani. Sayangnya, lini serang Garuda Muda gagal mengimbangi performa barisan gelandang.

Muchlis Hadi yang bermain sebagai ujung tombak utama hanya tercatat melepaskan satu tembakan yang gagal menemui sasaran di sepanjang laga. Peluang tersebut seharusnya bisa menjadi gol pembuka pertandingan jika saja Muchlis lebih tenang dalam mengeksekusi.

Masuknya Yandi Sofyan di menit ke-63 cukup menambah daya dobrak Indonesia U-23. Yandi sendiri tercatat melepaskan tiga tembakan yang dua diantaranya mengarah ke gawang.

Man of the Match: Si Thu Aung

Pemain yang beroperasi di sektor sayap kiri Myanmar U-23 layak dinobatkan sebagai man of the match di laga ini. Dua gol yang ia cetak cukup membuktikan kontribusinya atas kemenangan The White.

Catatan impresif pemain Yadanarbon FC ini juga ditunjukkan dari statistik sundulannya. Sepanjang laga, Si Thu Aung tercatat melakukan empat upaya sundulan dengan persentase sukses 100%.

Dalam hal operan, pemain bernomor punggung lima ini tercatat melepaskan 36 operan sukses dengan akurasi 84%. Sedangkan untuk urusan bertahan, pemain yang juga bisa bermain sebagai bek sayap ini juga tercatat melakukan empat tekel sukses, yang satu diantaranya berujung pada gol keduanya.
Selain itu, ia juga tercatat melakukan tiga intersep, satu sapuan, dan sekali blok umpan silang. Masih ada tiga laga tersisa bagi Evan Dimas dkk. untuk bisa memperbaiki penampilannya.

Tim pelatih Indonesia U-23 tidak hanya dituntut untuk membenahi sistem permainan dan koordinasi, tetapi juga sisi psikologis para pemain. Motivasi dan semangat harus mampu ditingkatkan.

Di SEA Games 2013 lalu, Indonesia U-23 sempat ditaklukkan Thailand U-23 di fase grup dengan skor 1-4. Namun, Alfin Tuasalamony dkk. saat itu berhasil bangkit dan melaju hingga partai puncak. Semoga para punggawa timnas U-23 kali ini juga mampu bangkit dan meraih hasil maksimal.

Foto dok. Bola.com

Baca Juga: 

Aji Optimistis Timnas U-23 Jungkalkan Kamboja

Kapten Timnas U-23: Kami Akan Terus Berjuang!

Garuda Muda, Ayo Bangkit !