PSIS dan Persis Solo Adu Gengsi di Final Piala Polda Jateng

oleh Vincensius Sawarno diperbarui 04 Jul 2015, 14:24 WIB
KUAT, PSIS dan Persis adu kekuatan dan gengsi jadi yang terbaik di ajang Piala Polda Jateng 2015. (Bola.com/Vincentius Sawarno)

Bola.com, Semarang - Dua tim kuat di Jawa Tengah, PSIS Semarang dan Persis Solo, bertemu di final Piala Polda Jateng 2015. Di final leg pertama yang berlangsung Sabtu (4/7/2015), PSIS bertindak sebagai tuan rumah. PSIS menjamu Persis di Stadion Jatidiri, Semarang.

Meski masih ada final kedua yang digelar di Solo, pekan berikutnya, laga di Semarang sangat penting. Bahkan laga ini akan menentukan langkah PSIS dan Persis. Tak heran bila Persis bersemangat pada derby Jateng jilid kedua ini.

Advertisement

Pada pertemuan di penyisihan grup, Persis tak bisa mengalahkan PSIS. Di Semarang, Laskar Sambernyawa dipaksa menyerah 1-2. Saat kedua tim kembali bertemu di Solo, Persis hanya mampu bermain dengan skor 1-1. Namun, laga di fase penyisihan itu tak bisa dijadikan patokan.

Pelatih PSIS, M. Dhofir, mengungkapkan Persis sudah banyak berubah sejak pertemuan di Solo. Kemenangan 3-1 atas PSCS di Cilacap di babak semifinal menunjukkan Persis makin matang. Mereka berhasil mengatasi hambatan tak pernah menang di luar kandang.

"Keberhasilan Persis meraih kemenangan di Cilacap membuat mereka makin percaya diri. Mereka tentu ingin mengalahkan kami. Persis punya kelebihan kecepatan yang tak bisa diremehkan dan harus diwaspadai," ujar Dhofir.

Menurut Dhofir, laga ini sangat menentukan langkah PSIS untuk merengkuh trofi juara. Apalagi mereka bermain di kandang sendiri.

"Kemenangan adalah harga mati. Kami ingin menjaga rekor kemenangan di kandang sendiri. Hasil di Semarang sangat berpengaruh pada pertemuan kedua. Karena itu, kami targetkan menang, berapa pun gol yang tercipta," tandasnya.

Persis mematok target sama. Pelatih Persis, Aris Budi Sulistyo, mengungkapkan bila meraih poin di Semarang, kesempatan mencatat rekor sebagai tim pertama yang memenangi turnamen Piala Polda Jateng akan lebih terbuka.

"Kami tak sekadar membalas kekalahan di Semarang. Bila meraih poin di final pertama, peluang kami untuk jadi juara lebih terbuka. Kami punya keyakinan karena grafik permainan tim makin meningkat," ujar Aris.

Dengan skema 4-5-1, Persis Solo berani bermain ofensif untuk mengimbangi agresivitas PSIS. Aris membawa seluruh pemain, termasuk duo striker Saddam Husain dan Nanang Asripin. Meski baru pulih dari cedera, keduanya tetap disertakan dalam tim.

Baca Juga :

Persib Bubar, M. Ridwan Dirayu Pindah ke PSIS

PSIS Menangi Derby Pantura di Piala Polda Jateng

PSIS Catat Rekor di Rembang

 

Berita Terkait