Gubernur Jateng : "Kalo Cuma Mau Menang-Kalah ya Pingsut Saja"

oleh Aning Jati diperbarui 05 Jul 2015, 13:02 WIB
RESPONS, Ganjar Pranowo memberikan respons atas kericuhan antarsuporter PSIS vs Persis Solo, melalui akun Twitter personal. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Bola.com, Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, angkat bicara atas insiden kericuhan yang terjadi antarsuporter kala PSIS Semarang menjamu Persis Solo di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (4/7/2015) malam WIB.

Meski tidak secara resmi memberikan pernyataan atas insiden itu, orang nomor satu di Jateng tersebut terbilang aktif mengemukakan pendapatnya dengan menjawab sejumlah opini warga yang dialamatkan ke akun Twitter personalnya. Selama ini Ganjar memang aktif di dunia maya khususnya melalui jejaring sosial Twitter untuk berkomunikasi dengan warga. 

Advertisement

Dalam rangkaian jawabannya di lini masa sejak semalam, Ganjar mengajak agar para suporter menjaga kedamaian.

"Poso2 kok tawuran..." (puasa-puasa kok tawuran), sentil Ganjar. "Mbok damai kan asik.. Tetap sportif agar sepakbola makin menarik," tulisnya.

Ganjar juga menegaskan seluruh pihak yang terlibat dalam permainan paling populer sejagat ini untuk tetap sportif. "Tonton permainannya, teknik dan seni main bola. Sportivitasnya. Kalo cuma mau menang-kalah ya pingsut (suit) saja."

Gubernur yang berlatarbelakang politisi itu tak sependapat dengan sejumlah warga yang menganggap kericuhan dipicu jumlah suporter yang melebihi kapasitas stadion. Beberapa warga yang menulis di lini masa sang gubernur meminta Stadion Jatidiri direnovasi.

"Yg bikin kisruh stadionnya?" jawab sang gubernur. "Nek wis direnovasi balbalane iso apik? ora main skor! ora gelutan! Siap ora?" (bila sudah direnovasi sepak bolanya bisa jadi bagus? tidak bermain skor! tidak tawuran! Siap tidak?), tulis Ganjar.

Tak berhenti sampai di situ, pria yang menjabat Gubernur Jateng sejak 23 Agustus 2013 itu menginginkan adanya rekonsiliasi suporter.

"Kita tradisikan habis main bola antar supporter juga salam2an & berpelukan yuk..." Kemudian Ganjar juga berkomentar: "Kita buat rekonsiliasi supporter & klub untuk sadar bola yuk! Kita buat gerakan cuci bola... Ben resik tur elok."

"Skr semua bicara sulit.. Merubah perilaku hrs dg contoh & terus menerus.. Dibangun agen2 perubahan di dunia bola," kata sang gubernur saat menjawab kicauan warga yang menganggap salaman antarsuporter usai pertandingan itu hal sulit dilakukan.

Pertandingan final leg pertama Piala Polda Jateng 2015 PSIS versus Persis Solo terhenti di menit ke-28 dalam kedudukan 1-0 untuk PSIS. Laga terpaksa dihentikan menyusul "perang" kembang api dan petasan yang melibatkan suporter kedua tim. Polisi turun tangan dengan melepaskan tembakan gas air mata.

Kubu Persis sempat tertahan di dalam stadion sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan mobil pengendalian massa (Dalmas). Kondisi berangsur kondusif melewati tengah malam.

Baca Juga :

Piala Polda Jateng Ricuh, Pemain Persis Tertahan di Dalam Stadion

Lagi, Persis Berjumpa PSIS di Piala Polda Jateng 2015

PSIS Menangi Derby Pantura di Piala Polda Jateng