Djohar Tak Akan Banding, Anggap Sanksi PSSI sebagai Lelucon

oleh Tengku Sufiyanto diperbarui 08 Jul 2015, 22:16 WIB
LUCU, Djohar Arifin menganggap sanksi seumur hidup yang dijatuhkan kepadanya sebagai lelucon. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Bola.com, Jakarta - Komite Etik PSSI menjatuhkan sanksi seumur hidup tidak boleh berhubungan dengan sepak bola nasional terhadap mantan ketua umumnya, Djohar Arifin Husin.

Sanksi tersebut diberikan, Rabu (8/7/2015), setelah Djohar dinilai melanggar sejumlah pasal dan ayat di statuta induk sepak bola di Indonesia tersebut.

Advertisement

Menanggapi hal tersebut, Djohar menilai sanksi yang diputuskan Komite Etik PSSI itu sebagai lelucon belaka. "Saya tekankan sekali lagi, saya sudah mundur. Jadi, atas sanksi seumur hidup itu, merupakan lelucon bagi saya," ungkap Djohar.

PSSI memberikan waktu 14 hari untuk menunggu respons dari Djohar terkait kesempatan melakukan banding atas putusan itu. Namun, mantan Ketua Umum PSSI periode 2011-2014 itu, menyatakan tidak akan menggunakan haknya itu menempuh jalur banding. "Banding tidak berpengaruh apa -apa," katanya.

Djohar Arifin disanksi PSSI melalui Komite Etik pada Rabu (8/7/2015). Sanksi yang diputuskan adalah pemberhentian dengan tidak hormat dan larangan terlibat dalam aktivias sepak bola Indonesia seumur hidup.

Keputusan itu diambil dalam sidang dengan mencermati beberapa alasan. Seperti, pengakuan Djohar masih menjadi Ketua Umum PSSI aktif ketika bertemu Menpora pada 23 Juni 2015. Kemudian, surat yang menyatakan diri masih jadi Ketua Umum PSSI yang dikirimkan Djohar kepada Presiden FIFA, Sepp Blatter.

Djohar dinilai telah melanggar Pasal 3 Ayat 1, Pasal 6, dan Pasal 7 Kode Etik PSSI serta pasal 9 Statuta PSSI.

Baca Juga :

PSSI Tetap Gelar Rapat Komite Etik Bahas Sikap Djohar Arifin

Djohar Arifin Husin Mundur dari Anggota Dewan Kehormatan PSSI

Djohar Akui Masih Ketua PSSI, Agum Gumelar : Saya Kecewa !